CULINARY
2017-03-29 14:26:00

Sate Gebug Cita Rasa Berpadu dengan Nostalgia

BY SYARIFAH AULIA

Bernostalgia menelusuri sudut-sudut Kota Malang bisa dengan cara apapun, salah satunya mencicipi Sate Gebug Kayutangan. Banyak masyarakat maupun pelancong yang menjagokan cita rasa warung sate sederhana yang buka sejak tahun 1920-an.

Suasana warung masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Dinding bernuansa hijau tua memperindah aspek bangunan tua khas jaman 1950-an. Bahkan pemilik masih mempertahankan sebuah pajangan radio mono yang sengaja ditaruh pada sudut warung agar menguatkan suasana tempo dulu. 

Warung sate yang teletak di Jalan Basuki Rahmat ini, menyajikan sate daging sapi yang digebug alias dipukul-pukul sampai lunak, tapi tenang gebugnya tidak sampai membuat daging hancur berantakan kok. Setelah daging selesai digebug, barulah dibumbui dengan kecap dan rempah-rempah kemudian dibakar. Apalagi disajikan dengan sepiring nasi hangat ditambah bumbu kecap pedas. 

Eiitss..., selain sate, warung sate gebug masih punya menu lainnya yang nggak boleh kamu lewatkan. Semangkuk soto, sop dan rawon siap memanjakan lidahmu. Sate Gebug dihargai Rp 18 rib per tusuk, lumayan mahal ya, tapi satu tusuk sate cukup besar kok. 
So, ayo makan sate sambil menikmati hawa sejuk kota Malang. Sedapppnya pool, rek!

 

BY SYARIFAH AULIA
RECOMMENDED FOR YOU