CULINARY
Larangan meniup makanan Panas oleh Rasulullah SAW, dibenarkan oleh para ilmuwan, lo.
2017-11-22 20:00:00

Alasan Ilmiah Dibalik Larangan Rasulullah Meniup Makanan Panas

BY DINA LATHIFA

SALIHA.ID - Secangkir kopi panas pas menemani kerja penuh deadline. Sesaat sebelum menyesapnya, secara sadar mulut meniupkan udara untuk mengurangi suhunya. Cara ini berhasil sih, namun sebenarnya dilarang oleh Rasulullah SAW lo.

Kebiasaan mendinginkan makanan dan minuman ini memang terasa instan, namun Nabi Muhammad SAW tidak menyarankannya. Beliau telah bersabda dalam hadits dari Abu Qatadah R.A, "Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan… (HR. Bukhari)." Juga, dalam hadits dari Ibnu Abbas R.A., "Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Mengapa Rasulullah SAW melarang meniup minuman panas? Imam An Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan kalau larangan menghembuskan nafas pada makanan-minuman panas merupakan sebuah adab. Karena ditakutkan dapat mengotori santapan akibat kotoran yang terjatuh dari mulut atau hidung, sahabat Saliha. Larangan Rasul rupanya terbukti dalam penjelasan ilmiah.

Minuman dan makanan panas menghasilkan uap H2O, sedangkan tiupan dari mulut mengandung karbon dioksida CO2. Ketika keduanya bertemu akan menghasilkan zat H2CO3, yang juga ditemukan pada darah yang berfungsi mengatur pH di dalamnya.

Zat H2CO3 yang dihasilkan di luar tubuh, kemudian terikut masuk bersama dengan minuman, tandanya darah menerima lebih banyak H2CO3 yang mengganggu keseimbangan pH darah. Dampaknya menimbulkan gangguan pada tubuh, seperti sesak nafas dan pusing karena meningkatnya asam darah.

Meniup minuman-makanan panas juga berpotensi membawa bakteri, virus, atau mikroorganisme jatuh ke makanan kita. Ketika kesemuanya masuk kembali bersama yang kita santap, dapat menyebar kembali dalam tubuh sendiri. Jika meniupkan minuman untuk orang lain, bakteri dari kita akan menular ke mereka.

Kebiasaan makan dan minum yang sederhana dapat menimbulkan gangguan kesehatan tubuh, dan Rasulullah telah melarangnya sejak masa lampau sebelum para ilmuwan menyadarinya.

Mungkin sudah saatnya kita berganti cara dengan mengipasi makanan atau minuman saat panas, atau bersabar menunggunya agar dapat dimakan dengan enak dan nyaman.