CULINARY
ilustrasi kerupuk melarat
2017-07-24 16:49:00

Kerupuk Melarat, Kerupuk Goreng Pasir Khas Cirebon

BY MEDIA SARI

Siapa yang tak suka makan kerupuk? Tak lengkap rasanya makan nasi dan lauk pauk tanpa kehadiran kerupuk yang kriuk – kriuk. Selain menjadi pelengkap, kerupuk juga biasa dimakan sebagai cemilan. 

Biasanya kerupuk digoreng dengan minyak sayur. Namun tidak demikian dengan Kerupuk Melarat. Ya! Makanan khas Cirebon ini justru menggunakan pasir dalam proses penggorengannya. Oleh karena itu, kerupuk ini mendapat julukan Kerupuk Melarat. 

Awalnya kerupuk ini bernama Kerupuk Mares. Kata mares diambil dari kata “lemah” yang berarti tanah dan “ngeres” yang berarti pasir yang kasar. Namun nama ini berubah menjadi Kerupuk Melarat karena dianggap sebagai simbol orang miskin. Konon, nama Kerupuk Melarat lahir karena harga minyak goreng yang mahal pada saat itu, hingga tidak semua masyarakat mampu membelinya. Hal ini kemudian mendorong masyarakat Cirebon untuk berinovasi dengan menggoreng kerupuk menggunakan pasir.

foto : breaktime.co.id

Pasir yang digunakan bukan sembarang pasir lo, sahabat Saliha. Tapi pasir pegunungan yang sudah melewati proses pengayakan. Setelah diayak, pasir kemudian dijemur untuk menghasilkan pasir yang bersih dan kering. Setelah itu, barulah pasir bisa digunakan sebagai pengganti minyak.

Kerupuk yang terbuat dari tepung tapioka ini mempunyai dua varian rasa. Kerupuk Melarat pedas dibandrol dengan harga Rp18ribu sedangkan untuk rasa original dihargai Rp16ribu. Kerupuk ini sering disantap bersama sambal khas Cirebon seperti Sambal Asam, Sambal Dage atau Sambel Oncom. 

Warnanya yang mencolok, seperti merah, putih, dan hijau membuat kerupuk ini makin disukai oleh masyarakat. Tidak hanya warga lokal saja, para wisatawan yang sedang berkunjung ke Cirebon juga sering menjadikan Kerupuk Melarat sebagai oleh-oleh khas kota udang ini. Jika berkunjung ke Cirebon, jangan lupa oleh-olehnya Kerupuk Melarat ya.

RECOMMENDED FOR YOU