CULINARY
Sumber foto : enningrum10.wordpress.com
2017-07-20 16:42:00

Colenak, Kudapan Manis Dari Tanah Parahyangan

BY MEDIA SARI

Buat sahabat Saliha yang sering ke Bandung mungkin sudah pernah mencicipi Colenak. Nama yang berasal dari singkatan “dicocol enak” ini adalah kudapan khas Tanah Parahyangan yang terbuat dari peuyeum (tape singkong) yang dibakar dan dicampur saus kinca (gula merah cair) serta enten (pasta kelapa parut dan gula merah).

Dalam proses pembakaran peuyeum, tidak perlu dilakukan terlalu lama karena akan mudah gosong. Hal ini karena peuyeum memiliki kadar gula yang tinggi akibat proses fermentasinya. Meski demikian, sebagian orang merasa sisi gosong inilah merupakan bagian paling nikmat dari Colenak.

Menurut sejarahnya, Colenak diperkenalkan oleh Pak Murdi tahun 1930. Pada saat itu, dia berjualan di warung kecil pinggir jalan. Asap ketika tape dibakar itu mengundang perhatian orang hingga banyak pembeli berdatangan. Awalnya Pak Murdi menamai penganan ini dengan sebutan "peuyeum digulaan". Tapi atas saran pelanggan, akhirnya nama tersebut diganti menjadi Colenak seperti yang kita kenal sekarang.

Colenak Murdi sudah mendunia, lo. Makanan ini dulu menjadi sajian kegiatan Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung yang dihadiri Presiden Soekarno dan pemimpin negara lainnya. 

Setelah wafatnya Pak Murdi, Colenak Murdi diteruskan hingga generasi ketiga. Dan saat ini sudah tersedia tiga varian rasa yaitu original, aroma durian dan nangka. Satu porsi 'Colenak Murdi Putra' dibanderol Rp 9000. Jika tertarik menikmatinya, kamu bisa langsung datang ke gerai Colenak Murdi Putra yang terletak di Jl. Ahmad Yani No. 733 Cicadas, kurang lebih 200 meter dari Terminal Cicaheum, Bandung.

RECOMMENDED FOR YOU