FASHION
2018-04-11 18:02:00

Mendunianya Batik Indonesia pada Festival Internasional di Qatar

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Batik merupakan kerajinan khas Indonesia yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya nasional (khususnya Jawa) sejak lama. Ini yang membuat batik tidak hanya dikenal di dalam negeri tapi juga sampai mancanegara.

Tak hanya dikenal, batik juga menjadi ikon fashion yang digemari baik dalam maupun luar negeri. Banyaknya tokoh dunia yang memakai baju batik membuat batik semakin santer terlihat. Beberapa tokoh yang memakai batik antara lain mantan Kim Kardashian, Jessica Alba, Reese Witherspoon, Tiffany SNSD dan lainnya.

Pemerintah terus gencar mempromosikan batik agar makin mendunia. Terkait itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Doha bekerja sama dengan  komunitas Indonesia di Qatar mempromosikan  batik Indonesia pada  acara International Day Festival yang dilaksanakan di salah satu sekolah elit di Doha, Qatar,  Pearling Season International School in Doha (PSISD) tanggal 5 April 2018.  

Menurut salah satu koordinator stand Indonesia, Ayunda Henny Affrianti, festival tahunan ini merupakan bagian dari kegiatan sekolah untuk lebih mengenalkan  budaya dan kuliner internasional agar siswa lebih memahami kehidupan, diversifikasi dan budaya dunia lainnya. Pengunjung terdiri dari  siswa-siswi dari TK sampai SMA dan orang tua murid yang berasal 54 negara.

Berbagai negara berlomba-lomba memperkenalkan  kesenian dan kuliner negaranya. Indonesia tampil dengan stand  penuh dekorasi gaya khas nusantara dan pakaian adat tradisional Aceh sehingga menarik pengunjung untuk melihat dari dekat  booth Indonesia serta berfoto bersama.   

Batik ditampilkan secara menarik agar pengunjung mendapatkan penjelasan tentang asal usul batik dan proses pembuatannya. Pengunjung juga diajarkan cara membatik.

Promosi batik perlu dilakukan agar masyarakat internasional mengenal bahwa batik berasal dari Indonesia. Dalam festival ini, para peserta termasuk anak-anak diperkenalkan dengan teknik sederhana penggunaan canting dan lilin panas untuk menggambar bentuk batik yang diinginkan.

Motif-motif indah seperti motif  berbagai jenis bunga dan binatang seperti kupu kupu, kuda sehingga menambah antusiasme para peserta yang mencoba belajar membatik. Selain penggunaan canting, para pengunjung juga diperkenalkan bagaimana cara dan proses mewarnai batik dengan menggunakan pewarna kain. 

"Belum banyak  komunitas internasional di Qatar yang tahu soal Batik. Kami tertarik untuk mempromosikan ini pada  festival ini agar masyarakat internasional  tahu bahwa asal usul batik dari  Indonesia," jelas Soraya Alyahya, dokter gigi  yang telah bermukim  3 tahun di Doha.

Menurut salah satu koordinator, Siti Umilah, tradisi membatik awalnya turun temurun sehingga motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. "Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan beberapa motif batik tadisional hanya dipakai keluarga keraton di Jawa," jelasnya.

Salah seorang ekpatriat asing  asal England, Mr. Smart, yang hadir dalam festival tersebut menyatakan sangat tertarik dengan budaya batik yang menurutnya menarik dan unik. 

Ketua DWP KBRI Doha, Andi Una Sidehabi mendukung partisipasi Indonesia pada festival yang mempromosikan batik dan kuliner nusantara khususnya setelah kunjungan Emir Qatar His Highness Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani to Indonesia pada 17-18 Oktober 2017 dan rencana Presiden Joko Widodo, untuk berkunjung ke Qatar pada tahun 2018.  "Momentum perayaan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk promosi batik di Qatar," kata  istri Dubes Indonesia di Qatar, Muhammad Basri Sidehabi seperti dalam keterangan tertulis.

Menurut Minister Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, KBRI ingin memaksimalkan promosikan batik sejak ditetapkan UNESCO  sebagai  Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 2 Oktober 2009 lalu.

"Pengukuhan batik oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia, kami jelaskan kepada pengunjung agar mereka tahu batik itu asli Indonesia," ujarnya.

Selama festival berlangsung, stand Indonesia selalu padat dikunjungi sekaligus berfoto dengan pakaian daerah diperagakan oleh Ayunda Henny Affrianti dan Muhamad Taufiq yang dipanggil Tofu. Stand Wonderful Indonesia juga menampilkan tarian Remo Gagrak oleh siswa PSISD, Amyra Haydien Wibowo. 

Selain itu, berbagai perlombaan kuiz berhadiah yang dibawakan Leceyanti Aripurnomo guna menarik pengunjung. "Bangga bisa mempromosikan Indonesia di Qatar," ujar Fitra Ramadhani yang turut berinteraksi dengan pungunjung. Siswa yang dapat menjawab dengan benar memperoleh goody bag yang diperoleh dari sponsor yang dihias secara cantik dan menarik.

Selain batik, stand Indonesia juga mempromosikan kuliner antara lain kudapan tradisional  dengan berbagai rasa termasuk dari bahan mie yang berasal dari sponsor Indomie, kue risol, tahu, bolu pelangi, bolu kukus, nasi tumpeng, lemper kroket, dan kue tradisional lainnya. "Tasty," komentar Grant salah satu siswa asal Irlandia yang mencoba kue yang disajikan. "Delicious," ujar Safia, warga Tanzania yang didampingi temannya Lalla Safira ketika mencoba kue-kue Indonesia.

"Senang rasanya melihat tamu begitu menikmati lezatnya kuliner kita," ungkap Syaiful Bae yang merupakan salah satu sponsor Indonesia. 

Festival tahunan ini memperoleh liputan berbagai media Qatar antara lain Gulf Times, Gulf Tribune dan The Peninsula.  Momentum festival ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan  penyelenggaraan  Asian Games ke-18 yang diadakan di dua kota Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus 2018 - 2 September 2018. 

Tulisan ini merupakan kiriman kontributor Setiawan Adiwijaya, Bogor.

RECOMMENDED FOR YOU