FASHION
2018-07-19 10:23:00

Inovasi Tren Fashion Hijab dengan Kain Organik

BY TIM LIPUTAN

SALIHA - Bisnis fashion hijab di Indonesia semakin berkembang dan menyuguhkan inovasi-inovasi baru. Dari mulai desain hingga jenis kain terus dieksplorasi untuk mengikuti perkembangan dunia fashion hijab yang sangat cepat.

Semakin besarnya pasar hijab di Indonesia juga merupakan salah satu alasan mengapa inovasi baru harus terus dikembangkan.

Saat ini salah satu inovasi fashion hijab yang sedang berkembang adalah sustainable fashion yang juga memunculkan ide hijab organik yang saat ini mulai populer di Indonesia. Kain organik memang bukan hal baru, namun dengan memasukkan ke dalam tren fashion hijab merupakan hal yang cukup menarik.

Nah, bicara soal  hijab organik, kira-kira apa sih hijab organik itu?

1. Pakai serat kain dari alam tanpa bahan kimia

Kain yang dipakai untuk hijab organik terbuat dari 100% serat alam. Tidak ada kandungan kimia atau kain polyester di dalamnya. Tumbuhan yang dipakai sebagai serat kain tersebut juga seharusnya ditanam secara organik, tanpa pestisida.

2. Jenis kain berbeda-beda

Kain organik memiliki banyak jenisnya, mulai dari katun, linen, hingga wool. Selain dipakai untuk busana, kain organik juga sering dipakai untuk kain sprei seperti kain tencel. Kini, kain tencel pun mulai dipakai sebagai hijab.

3. Biasanya lebih mudah lecek

Salah satu alasan sedikitnya kain organik yang dipakai sebagai hijab adalah teksturnya yang mudah lecek. Contoh kain organik yang bisa dipakai untuk hijab adalah katun, tencel, hingga linen. 

Baca juga: Hijab Organik hingga Anti Bakteri, Ini 5 Hijab Lokal yang Inovatif

4. Tak mudah menyerap tinta

Hijab motif atau pattern scarf sedang hits di kalangan hijabers. Namun, untuk membuat pattern scarf menggunakan kain organik cukup menantang. Warna yang tercetak biasanya kurang 'keluar'. Perlu teknologi printing khusus untuk mencetaknya, dan Indonesia belum punya banyak percetakan khusus tersebut.

5. Lebih adem dipakai

Meski mudah lecek, hijab organik sangat nyaman dipakai di kepala. Serat alami membuat kain terasa dingin dan adem. Kain yang nyaman juga tidak membuat telinga terasa 'budek'. Inilah alasan utama hijab organik cocok dijadikan hijab.

6. Lebih ramah lingkungan

Kain yang berasal dari alam tentu saja lebih ramah lingkungan. Sampah organik lebih mudah terurai dibandingkan kandungan kimia. Produksi tanaman secara organik juga berpotensi mengurangi bahan-bahan kimia berbahaya yang berasal dari pupuk kimia.

7. Masih sedikit dijual di Indonesia

Sayangnya, hijab organik masih jarang ditemukan di Indonesia. Selain karena teknologi yang masih terbatas, hijab organik juga belum tentu disukai pasar. Alasannya sudah diungkap di atas, bisa karena mudah lecek atau tidak mudah dibentuk.

8. Anti bakteri dan anti iritasi

Tidak semua kain organik mengandung anti bakteri dan anti iritasi. Kain organik yang memiliki kelebihan ini salah satunya adalah kain dari serat bambu. Di Indonesia, belum banyak yang memakai kain berserta bambu untuk hijab.

RECOMMENDED FOR YOU