FASHION
Tips menjadi fashionpreneur dari desainer Indriya
2017-11-13 20:00:00

Mau Jadi Fashionpreneur? Ini Tips dari Designer Indriya

BY DINA LATHIFA

SALIHA.ID - Industri fashion tidak akan berhenti membuat pembaruan setiap waktunya. Di samping banyaknya ragam mode yang diperkenalkan desainer kondang, bermunculan pula nama-nama baru dalam jajaran fashion designer , khususnya di tanah air. Sahabat Saliha tertarik menggaungkan namanya di dalam dunia perbusanaan?

Menggeluti dunia busana tidak terbatas pada desain yang ingin dilahirkan, tapi juga meliputi pengelolaan bisnis agar karya itu dapat digemari kalangan yang dituju, bertahan menghadapi persaingan, dan masuk ke pasar global. Jadi tidak hanya menjadi fashion designer, tetapi juga menjadi fashionpreneur

Lalu, bagaimana cara melakukannya?

"Mulai dengan membuat business plan. Cari tahu produk fashion apa yang akan dirancang, kumpulkan modal bisnis berupa materi dan barang, serta pilih rekan kerja untuk melakukan produksi busana," ujar Fashiopreneur muslimah Hj. Indriya R. Dani, S.E., M.Pd., saat ditemui di acara MOVEST Fashion Show 2017 di Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) beberapa waktu lalu. 

"Kalau saya sendiri memiliki konsep bisnis berupa syiartainment dan syiarpreneur, yaitu berdakwah melalui entertainmenr dan bisnis mode yang dijalani. Kalau sahabat Saliha, mau seperti apa konsep bisnis fashionnya?" tanyanya.

Tips selanjutnya, perempuan multi-talenta ini mengatakan untuk membentuk segmentasi pasar bagi produk yang akan dilahirkan. Bayangkan konsumen yang akan menggemari karya itu nanti, mulai dari jenis kelamin, usia, gaya hidup, gaya busana, tempat perbelanjaan yang biasa dikunjngi, pekerjaan, hingga pendapatan yang mungkin diterima calon pembeli.

"Bayangan yang detail ini penting dilakukan untuk membantu menentukan target pasar, branding bisnis, dan menetapkan harga jual barang."   

(Kiri) Fashionpreneur Hj. Indriya R. Dani, S.E., M.Pd.

Penentuan label harga pun harus sesuai dengan konsep produk yang akan ditawarkan. Menurut perempuan yang juga menjadi dosen di Universitas Ibn Khaldun, Bogor, ini, seorang fashionpreneur harus memiliki konsep yang matang untuk desain yang akan diperkenalkannya ke publik. 

"Pada busana yang kita rancang, setiap motif mengandung nilai bermakna, juga ada sejarah dan nilai tersirat yang patut dihargai, Itulah yang membuat fashionprenerus berbeda dengan pengusaha baju biasa," jelas Indriya yang kini sedang fokus pada pembuatan motif batik untuk desain busananya.

Setelah menyelesaikan semua langkah ini, selanjutnya adalah konsistensi dalam menjalankannya. Melihat kondisi bisnis fashion yang sudah terkenal dampak digital, Indriya menyarankan untuk memanfaatkan gawai sebagai media jual produk, terutama pada fashionpreneur muda yang baru memulai.

"Coba buat e-commerce dahulu. Untuk bisnis pertama, membuka butik pasti mahal. Dengan promosi dan jualan melalui online, kita bisa fokus pada biaya produksi saja," sarannya.

Kemudian tantangan selanjutnya adalah menjadikan produk fashion, khususnya busana muslim, dapat memasuki pasar global dan terkenal di luar negeri, sembari menyiarkan dakwah seperti Beliau. Bisa?

RECOMMENDED FOR YOU