FASHION
2017-10-23 12:00:00

Menghargai Perbedaan, Novita Yunus dan Neesha Amrish Hasilkan Rancangan Penuh Warna

BY INDAH WIDIASTUTI

SALIHA.ID - Butuh empat bulan bagi Novita Yunus dan Neesha Amrish mewujudkan kolaborasi indah di ajang Jakarta Fashion Week 2018. Letak geografis yang berjauhan serta budaya yang berbeda tidak melunturkan keinginan untuk berkarya bersama. Tak hanya itu, mengerem keakuan dari masing-masing pihak juga menjadi salah satu tantangan.

Namun, usaha keras keduanya berbuah manis, 24 looks yang terdiri atas kaftan, outer, baju-baju boxy, loose dan palazzo sukses mewarnai runway JFW 2018. Dalam koleksi ini, Novita bertugas mendesign pakaian dan Neesha merancang aksesoris serta scrafnya. Untuk melengkapi tampilan para model,  keduanya menggandeng perancang sepatu dan sandal kenamaan Indonesia, Ni Luh Djelantik.

Baca Juga : 

Niluh Djelantik, High Heels Indonesia Digilai Selebritis Dunia 

Selama fashion show, penonton diajak menikmati keberagaman dua negara. Bindi, jumputan khas India berpadu apik dengan songket Bali. Warna-warna vibrant  yang terinspirasi dari Holy Festival di India berpadu harmonis dengan motif kain Bali dalam setiap looks yang dibawakan.

 

“Kami merancang yang tidak terlalu Indonesia, atau terlalu India. Harapannya bisa seimbang. Konsep atau ide yang kami pilih juga dicari yang ada hubungannya antara kedua negara. Contohnya di sini adalah sejarah keberadaan silk road. Bahan ini pula yang kami gunakan sebagai salah satu material,” papar Novita, designer pemilik brand Batik Chic ini. 

Berbicara tentang bahan, Novita dan Neesha mengusung produksi fashion yang sustainable. Pemilihan eco silk atau organic silk salah satunya. Biasanya dalam proses pembuatan kain sutra, kokon yang masih berisi ulat direbus untuk mempersingkat waktu produksi. Namun hal ini tidak dilakukan dalam produksi eco silk

“Jadi kami tunggu ulatnya keluar dulu, baru kemudian sutra kami proses. Selain itu kami memilin sutra dengan tangan tanpa mesin dan pewarnaan yang ramah lingkungan serta menggunakan material sisa untuk membuat aksesoris. Kami ingin rancangan ini zero waste sehingga tidak menambah beban limbah ke alam,” terang Neesha yang baru-baru ini mengadakan pameran di  Museum Victoria dan Albert, London.

Menyatukan dua kepala untuk mewujudkan sebuah ide memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Namun dengan kerendahan hati untuk melihat keunggulan masing-masing dan memberi ruang yang seimbang dan adil membuat perbedaan terasa penuh warna indah seperti rancangan Novita dan Neesha. 

 

RECOMMENDED FOR YOU
;