LOVE
Bagaiman hukum dalam Islam mengenai pesta lepas masa lajang khusus perempuan ini?
2017-10-23 17:00:00

Tren Bridal Shower, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

BY DINA LATHIFA

SALIHA.ID - Bridal shower, pesta melepas masa lajang bagi calon pengantin perempuan sebelum hari pernikahannya. Seakan menjadi sebuah tradisi yang nggak bisa dilewatkan, acara yang kerap diartikan sebagai siraman pengantin ini menjadi sebuah tren yang digemari masyarakat Indonesia.

Salah satu pengantin yang baru saja melakukannya adalah Hamidah Rachmayanti, yang kini sudah menjadi seorang istri dari aktor Irvan Farhad. Hijabers berusia 23 tahun ini mendapatkan perayaan bridal shower dari teman-teman terdekatnya sekitar 1-2 minggu sebelum pernikahannya.

Sebenarnya, dari mana asal budaya ini? Menurut Wikipedia, bridal shower adalah tradisi pra-nikah yang dilakukan oleh masyarakat Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, sejak tahun 1890. Pada masa itu, bridal shower diartikan sebagai pesta pemberian kado dari teman-teman perempuan (yang akan menjadi bridesmaids) pada calon pengantin yang memiliki masalah finansial atau tidak memiliki restu orang tua pada pernikahannya.

Namun seiring perkembangan waktu, tradisi ini menjadi sebuah pesta pra-nikah khusus kaum hawa. Lalu, bagaimana hukum bridal shower dalam Islam?

Bridal shower Hamidah Rachmayanti, sumber: instagram.com/tiersiera

Mengacu pada tulisan Radio Islam, pesta siraman pengantin tidak termasuk dalam sunnah Rasulullah SAW, yang berarti tidak dianjurkan untuk dilakukan. Selain itu, ikut menggelar tradisi dari negara Barat ini sama dengan menyerupai kalangan itu.

Maka ini seperti bunyi hadits: Dari Ibn Umar beliau berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka'," (HR Abu Dawud).

Juga, tidak dipungkiri kalau pesta bridal shower kerap menghabiskan sejumlah biaya yang tidak sedikit sehingga terlihat sebagai sebuah pemborosan. Teman atau mungkin calon pengantin yang memiliki budget terbatas akan merasa tidak nyaman untuk turut berpartisipasi dalam perencanaan acara ini.

Terlepas dari hal-hal itu, pesta bridal shower pun dimanfaatkan sebagai ajang ungkapan kasih sayang dalam pertemanan perempuan. Acara ini juga menjadi sebuah penanda akan dimulainya fase kehidupan baru si calon pengantin sehingga para temannya ingin mengantarnya dengan bahagia.

Jadi, bagaimana hukum bridal shower dalam islam? Masing-masing pribadi memiliki keyakinannya sendiri. Termasuk sahabat Saliha, mau menggelar siraman pengantin atau tidak? Kalau ya, alternatif yang bisa dicoba adalah mengisi pesta dengan diskusi membahas kehidupan pernikahan, dan hak maupun kewajiban menjadi seorang istri.