LOVE
2018-04-06 15:37:00

Agar Tetap Aman dan Positif, Jangan Lakukan 7 Hal ini di Media Sosial

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Rasanya memang menyenangkan sekali ya, waktu kita ketemu dengan teman meski itu di dunia maya. Segala hal bisa kita bahas, dari hal yang nggak penting sekalipun sampai hal yang diluar kemampuan kita. Apalagi kalau ada yang membuat postingan lucu, postingan tentang kehidupan sehari-hari, tentang anak, atau kegagalan memasak. Meski sepele tapi kalau dianggap menarik bisa mendatangkan komentar-komentar dari teman di dunia maya.

Sayangnya seringkali postingan di media sosial bisa jadi senjata makan tuan. Kok bisa? Tujuan orang membuat postingan di media sosial— seperti  Facebook contohnya, biasanya hanya untuk berbagi ilmu dan informasi, bercerita tentang kegiatannya, membagi pengalamannya, atau sekedar berpendapat pada suatu permasalahan yang diketahuinya. Tapi yang terjadi, kadang si pembuat postingan tidak memperhatikan isi tulisannya, atau pembaca yang kege-eran seakan tulisan tersebut ditujukan untuk dirinya.

Kesalahan pemilihan kata dan tema tulisan pada postingan juga bisa menimbulkan kesalahpahaman.  Apa saja yang harus dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman?

Menyindir

Banyak yang terjadi ya, yang merasa tersindir drngan postingan seseorang. Sebenarnya pemilik postingan tersebut tidak bermaksud menyindir siapa-siapa. Tapi ada saja orang yang merasa tulisan tersebut ditujukan untuk dia. Bagimana mengatasinya? Pemilik postingan juga harus mempertimbangkan terlebih dahulu masalah yang dia angkat. Kemudian lihat kembali pemilihan kata dan susunan kalimatnya. Apakah ada yang ambigu dan menimbulkan perdebatan.

Memposting screen shot percakapan pribadi yang sifatnya bisa membuat malu orang lain.

Namanya juga percakapan pribadi, tentu saja sifatnya adalah antara “kau dan aku”. Jika ingin membawanya ke publik, minta izin terlebih dahulu pada lawan bicara kalau dialog pada percakapan akan dijadikan bahan untuk membuat postingan. Seperti testimoni suatu produk yang biasa dipakai online shop, blur nama, foto dan data pribadi pada screen shot supaya tidak digunakan pihak lain.

Menceritakan kisah orang lain

Berhati-hatilah jika ingin melakukan hal ini. Bisa saja orang yang kita ambil kisahnya tersebut akan marah karena merasa dipermalukan di depan orang banyak, meski namanya telah disamarkan. Jika kita berniat positif untuk berbagi inspirasi, sebaiknya minta izin terlebih dahulu pada pemilik cerita.

Berkeluh-kesah

Jangan pernah melakukan hal ini, ya. Kalau mau berkeluh kesah, jangan seperti orang yang mita dikasihani, tapi buatlah seinformatif mungkin dan memberi solusi bagi mereka yang mengalami hal yang sama.

Jangan mengumpat di media sosial

Jika melakukan hal tersebut, citra diri akan negatif. Teman-teman bisa menjauh karena Anda sering mengumpat di media sosial. Orang yang ingin bekerjasama dengan Anda pun bisa mundur dan tidak akan memberikan kesempatan lagi. Ingat bahwa di zaman sekarang, HRD juga seringkali kepo pada status sosial Anda. Jangan sampai karir terhambat gara-gara status sosial yang tidak baik.

Menggunggah data pribadi

Jangan pernah lakukan hal ini, ya. Kita nggak tahu di luar sana entah di mana, ada saja orang-orang yang memanfaatkan ketidaktahuan seseorang untuk berbuat jahat. Dan jangan sembarang mengisi kuis online yang mengharuskan kita mengisi data-data penting di sana. Data tersebut bisa dijual dan digunakan untuk kepentingan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Menggunggah foto anak dengan bagian tubuh yang terbuka

Hati-hati melakukan hal ini meski utnuk lucu-lucuan dan nampaknya tidak berbahaya. Sekarang ini ancaman pedofil semakin menggila. Kita tidak tahu di mana mereka berada. Yang sangat mengkhawatirkan pelaku pedofil itu adalah orang-orang yang dekat dengan anak.

Mulai saat ini gunakan media sosial secara bijak, ya. Semua ini demi keamanan dan kenyamanan diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Tulisan ini adalah kiriman kontributor Zealova. Menulis adalah kegiatannya, membaca adalah hobinya dan, kopi adalah amunisinya.

RECOMMENDED FOR YOU