LOVE
2017-11-07 16:03:00

Heboh Video Porno di Whatsapp, Orangtua Harus Bagaimana?

BY DEE

SALIHA.ID - “Guys hati-hati ya yang anaknya udah pakai WA, sekarang video porno bisa di search lewat WA...”

Begitu sekelumit pesan yang tersebar secara viral di group whatsapp. Hal ini segera menimbulkan kegelisahan di dalam masyarakat. Maklumlah bahwa saat ini, anak-anak juga sudah mulai menggunakan whatsapp sebagai sarana komunikasi. Orangtua khawatir jika anak-anak semakin mudah terpapar oleh konten negatif, termasuk konten pornografi.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diluruskan dari berita tersebut. Adalah benar bahwa kita bisa mencari dan mengirim cuplikan gambar melalui fitur search di dalam percakapan. Namun bentuknya bukan video panjang, melainkan GIF, atau cuplikan gambar selama beberapa detik. Konten ini tidak disediakan langsung oleh whatsapp melainkan pihak ketiga bernama Tenor.

Nah, saat ini pemerintah melalui Kementerian Kominfo berusaha menjalin komunikasi dengan pihak whatsapp dan Tenor. Sejauh ini, Tenor berjanji untuk, menangani masalah konten yang diminta oleh pemerintah Indonesia. Semoga ada kabar baik dalam waktu dekat, ya.

Meski demikian, sebagai orangtua tentu kita tidak dapat diam begitu saja. Bagaimana kita harus menyikapinya?

Tujuan utama orangtua bukanlah melarang, namun membekali anak kemampuan berinteraksi secara sehat di dunia maya.

Pertama-tama, kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa menghindari dunia digital. Bagaimana juga anak-anak merupakan generasi pertama yang telah mengenal digital sejak lahir. Dengan mudah, mereka dapat memperoleh informasi dengan sekali ketik. Tujuan kita bukanlah melarang penggunaan ponsel atau internet. Toh, kalaupun dilarang, anak-anak dapat meminta bantuan temannya.

Karena itu, tujuan utama orangtua adalah agar anak paham bagaimana menggunakan gawai dan membekali anak kemampuan untuk berinteraksi secara sehat di dunia maya.

BACA JUGA:

Siber Kreasi ajak netizen cerdas memilah informasi digital

Hati-hati! Ini bahaya posting foto anak di media sosial

Menurut Michele Borba, pengarang The Big Book of Parenting Solutions, anak usia prasekolah tidak seharusnya menggunakan gawai tanpa pengawasan orangtua.  Bahkan penggunaan gawai secara harian haruslah dibatasi. Sebagai gantinya, pasanglah program kreativitas dan pendidikan anak. Namun, sahabat dapat mulai mengajarkan aturan internet sehat.

Sementara untuk anak usia sekolah, anak haruslah sudah paham aturan internet yang sehat. Whatsapp memang dibuat untuk pengguna usia 13 tahun ke atas, namun demi kemudahan komunikasi, orangtua seringkali mengizinkan anak menggunakan whatsapp.

Beberapa aturan untuk mencegah konten negatif bagi anak:

Buatlah aturan yang jelas bagi anak

Kapan mereka boleh menggunakan gawai dan internet?  Buat aturan tertulis dan tempel di dekat lokasi komputer, jika perlu. Sahabat juga dapat menerapkan aturan serupa bagi penggunaan televisi dan video games. Beri sanksi yang jelas jika anak melanggar.

Bicaralah pada anak tentang bahaya dunia digital

Tidak semua yang ada di dunia digital baik untuk anak-anak. Anak-anak perlu tahu dampak buruk tayangan kekerasan, pornografi, atau adanya orang jahat yang dapat mengancam keselamatan mereka. Ajarkan anak bahwa anak bisa bicara pada orangtua bila ada yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

Letakkan komputer dan gawai di tempat yang umum.

Jangan letakkan komputer di ruang tidur anak atau mengizinkan anak menggunakan gawai di tempat yang tidak bisa Anda awasi. Jika anak tertangkap basah sengaja menutupi layar, menutup program atau buru-buru mematikan komputer, dengan tegas, ambilah gawai dari tangan anak. Berikan konsekuensi sesuai dengan aturan Anda.

Kenalkan aturan dasar dunia digital untuk melindungi anak dari konten negatif

Kenalkan aturan dasar internet sehat bagi anak

Beberapa aturan dasar dalam dunia digital, baik aplikasi seperti whatsapp maupun internet, adalah sebagai berikut.

  1. Jangan memasuki situs yang tidak dizinkan orang tua. Jika anak ragu, selalu tanyakan kepada orangtua. Terapkan aturan ini hingga yakin bahwa putra dan putri kita dapat dipercaya.
  2. Jangan pernah mengunduh atau belanja. Jangan pernah membeli sesuatu secara online tanpa persetujuan orangtua. 
  3. Jangan menyimpan rahasia. Ajarkan anak untuk selalu terbuka pada Anda, apapun yang terjadi. Jika Anak mengaku telah membuka situs porno atau Anda tidak sengaja menangkap basah ia melakukannya, tetaplah tenang. Tarik napas panjang, bicaralah dengan anak secara baik-baik. Ajaklah anak untuk berdiskusi. Sahabat bisa mencari tahu kapan hal itu terjadi dan apakah ada anak lain yang terlibat. Jika anak melanggar aturan, berikan konsekuensi yang jelas.
  4. Jangan pernah memberikan informasi pribadi seperti nama, alamat, nomer telepon, sekolah, dan lain-lain kepada orang lain. Jika anak ragu, selalu tanyakan pada orangtua terlebih dahulu.
  5. Jangan bertukar peran. Ajarkan anak untuk tidak memberikan password kepada orang lain atau menggunakan identitas orang lain di dunia maya.
  6. Jangan membalas. Jika ada orang asing yang mengirimkan sesuatu, jangan langsung membalasnya. Mintalah saran dari orangtua terlebih dahulu.
  7. Jangan bertemu langsung. Jika ada orang asing yang meminta bertemu di dunia nyata, jangan langsung setuju. Selalu minta saran dan pendampingan dari orangtua.

Saat ini memang belum ada filter atau cara untuk mengeblok konten porno di whatsapp. Namun kunci yang sebenarnya adalah mengajarkan anak bagaimana berinternet secara sehat dan memonitor penggunaan komputer serta ponselnya. Ingatlah bahwa pada akhirnya, filter terbaik konten negatif berasal dari orangtua.

RECOMMENDED FOR YOU