LOVE
2018-02-12 16:34:00

Sabar Tak Berbatas

BY SYARIFAH AULIA

SALIHA.ID - Mengenal dan memahami dirinya bukanlah sesuatu hal yang sebentar. Bersabar melawan segala penyakit hati yang menghampiri juga bukanlah persoalan mudah untuk dilalui. Namun, kegigihan dan kerasnya hati untuk saling memiliki menjadi kunci dari semua cobaan yang datang silih berganti.

Setidaknya hampir 11 tahun, aku mengenalnya. Menjalani hari demi hari, merancang kebahagiaan yang selalu aku amini dalam hati. Tiga tahun yang lalu, dia memutuskan untuk mengejar cita-citanya di benua seberang. Apa daya, aku tak bisa menghentikan impiannya sejak lama. Dari jarak 11,110 kilo meter kuhantarkan dukungan serta doa agar keselamatannya terjaga.

Pernah di suatu malam, sebuah janji terucap untuk selalu bersama-sama. Sebagaimana mestinya perempuan, aku meng-amini niat baik yang pernah diutarakannya. Setahun berlalu, harapan itu seakan kian nyata, doa terus mengalir deras agar Allah SWT merestui apa yang aku dan dia inginkan.

Kehidupan kami terus berjalan seperti biasa, berkabar dengan sangat mudah berkat kecanggihan teknologi. Namun, memasuki tahun kedua, hati tak sekuat dulu lagi. Cobaan demi cobaan terus menghadang niat baik kami. Hingga pada akhirnya hati mulai berteriak, "Sabar itu ada batasnya". Harapan indah itu perlahan-lahan terkikis oleh keegoisan, ketidakpedulian dan berujung ketidakpastian.

Aku mulai menelisik, memahami arti kesabaran. Sesungguhnya dalam islam tak mengenal 'sabar itu ada batasnya'. Sikap lemah atas segala cobaan yang diberikan Allah untuk menguji sejauh mana ketaqwaan umatnya.

Mungkin aku sedikit terlupa akan nikmat yang diperoleh usai bersabar. Bersabar dalam doa, bersabar dalam penantian dan bersabar dalam keegoisan. Semua hal yang terjadi pada kehidupanku merupakan sesuatu hal yang telah Allah gariskan.

Seperti dikutip dalam surat Al Imran ayat 200 yang menjelaskan arti kesabaran dalam hidup ini. "Yaa ayyuhalladziina aaamanuus biruu wa soobituu wattaqullooha la'allakum tuflihuun"

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung."

Kini, kupasrahkan segalanya, baik buruk yang telah diridhoi Allah untuk kebaikan ku, kebaikannya dan kebaikan kita semua. Keyakinan itu akan berbuah manis di waktu yang tepat, karena kesabaran tak pernah ada batasnya. 

RECOMMENDED FOR YOU