LOVE
2017-11-13 19:31:00

Mendongeng Sesuai Tahapan Usia Si Kecil

BY SYARIFAH AULIA

SALIHA.ID - Sebagai orangtua yang aktif, kita selalu berusaha menanmkan kebaikan pada diri anak. Hal ini dilakukan agar anak bisa memiliki kepribadian yang siap untuk bersosialisasi di mana pun dan dengan siapapun. Melalui mendongeng biasanya anak-anak akan merasa lebih bisa merasakan dan membayangkan. 

Kegiatan mendongeng dilakukan orangtua untuk mengantarkan anak tidur. Rupanya mendongeng juga perlu memerhatikan tahapan usianya lo. Menurut Komunitas Ayo Mendongeng (Ayodi), kegiatan mendongeng terbagi dalam tiga rentang usia. 

"Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Kita perlu memerhatikan apa yang disukai sehingga bisa menginspirasi anak sejak dini," ungkap Cahyono Budi Dharmawan. 

Biasanya anak usia di bawah tujuh tahun atau balita dibacakan dongeng kisah-kisah binatang sebagai tokohnya. Karakter lucu hewan mampu memberikan imajinasi yang lebih luas pada anak. Pengalaman hewan-hewan yang diceritakan dalam dongeng seperti kebiasaan mencuri itu merupakan hal yang tidak boleh untuk dilakukan. 

Mendongenglah sesuai dengan tahapan usia si kecil. Dongeng fantasi seperti Alice in Wonderland  bisa dibacakan untuk usia sekolah dasar. 

Sedangkan untuk anak usia sekolah dasar, bisa diterapkan dongeng-dongeng yang memiliki cerita mendalam seperti cerminan kehidupan. Biasanya dongeng seperti ini jauh lebih menarik karena bisa disesuaikan dengan kejadian dalam keseharian yang mereka lalui. 

Lalu, bagaimana dengan anak yang tengah duduk di bangku sekolah menengah? Menyajikan cerita-cerita yang memberikan kisah inspiratif yang penuh akan makna kehidupan, dengan begitu anak bisa lebih mudah dalam menemukan jati diri. Tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh dalam mengubah dunia lebih menarik daripada cerita fiktif belaka.

Nah, ada baiknya kita menentukan dongeng seperti apa yang cocok untuk anak kita.  

RECOMMENDED FOR YOU