LOVE
2017-11-14 17:43:00

'Bu, Aku Ngompol Lagi'

BY SYARIFAH AULIA

SALIHA.ID - Mengompol merupakan suatu peristiwa yang tidak disadari saat tidur. Tiba-tiba kasur terasa basah bahkan bocor hingga tembus ke lantai. Biasanya pengalaman mengompol dialami dari usia bayi hingga 10-15 tahun. Namun tergantung dari permasalahan yang dimiliki masing-masing anak.

Krisis kepercayaan diri kerap terjadi pada anak berusia di atas tujuh tahun yang masih mengompol dan sulit mengendalikan kebiasaan itu. Dalam dunia medis, mengompol merupakan ketidakmampuan seseorang menahan air kencing atau Enuresis.

Lalu hal apa saja sih yang menyebabkan anak di atas 6 tahun masih mengompol?

Sebagai orangtua kita sebaiknya tidak langsung menyalahkan kebiasaan ngompol pada anak. Ini karena masalah ngompol terjadi akibat adanya faktor keturunan. Kalau salah satu di antara orangtua saat kecil sering mengompol maka kemungkinan sekitar 40 persen akan mengalami hal serupa. Tapi sebaliknya kalau kedua orangtuanya sama-sama sering ngompol saat kecil, maka sekitar 70 persen anak akan mengalami masalah ngompol yang sama.

BACA JUGA:

Frustasi balita tantrum? Ini cara menghadapinya

Selain itu, siapa sangka kekhawatiran dan ketakutan si kecil saat berada di rumah atau di suatu tempat menjadi penyebab kebiasaan mengompol yang tak kunjung henti. Biasanya ketidaknyamanan ini tumbuh saat si kecil merasa perhatian orangtua berkurang akibat adanya kehadiran adik bayi.

Ditambah lagi, kebanyakan anak-anak memproduksi air kemih saat malam hari. Sehingga saat malam hari kandung kemihnya terisi penuh hingga terjadinya ngompol. Sedangkan saat siang hari, produksinya hanya separuh dari produksi air kemih di malam hari. Setelah bermain seharian penuh biasanya anak akan tertidur pulas sepanjang malam. Nah, biasanya ngompol akan lebih mudah terjadi ketika tengah tidur nyenyak.

Mengompol juga bisa dikarenakan adanya gejala infeksi pada saluran kandung kemih

Bahkan, New Scientist, California, menyatakan anak-anak yang menderita gangguan pernapasan yang diakibatkan ketidaksempurnaan pada bagian rongga mulut dan bibir, juga memiliki kemungkinan mengompol lebih besar. Mengompol juga bisa dikarenakan adanya gejala infeksi pada saluran kandung kemih, sehingga si kecil mudah sekali ingin buang air kecil.

Nah, untuk mengetahuinya lebih dalam, sebaiknya kita memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter. Menceritakan mengenai keadaan kita sebagai orangtua serta si kecil. Dengan begitu, akan ada solusi yang terbaik agar si kecil tidak lagi mengompol.

Penanganan Enuresis atau mengompol bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya terapi dan motivasi. Berikan dukungan pada anak bahwa ia bisa untuk tidk lagi mengompol dan orangtua akan sangat senang dengan perkembangan yang akan terjadi. Pemberian obat-obatan untuk mengatasi Enuresis sebaiknya dihindari, karena masalah ini akan memberikan dampak yang kurang baik saat si kecil menginjak usia dewasa.

Oleh sebab itu, kita harus bijak dalam menanggapi permasalahan ini. Bukan ocehan yang keras yang diberikan sebagai peringatan, melainkan membantu membangun kepercayaan diri anak.

RECOMMENDED FOR YOU