LOVE
2017-12-14 19:26:00

Ini Cara Mengenalkan Pubertas Kepada Anak

BY MEDIA SARI

SALIHA.ID - Banyak orangtua yang merasa kebingungan saat anak bertanya tentang perubahan yang ia alami. Misalnya ketika si kecil pertama kali menstruasi atau mengalami mimpi basah. Salah satu penyebab hal ini biasanya karena orangtua menganggap sang anak masih kecil dan merasa tabu untuk membicarakan pubertas. Padahal perihal pubertas penting diketahui anak sejak dini, supaya saat anak mengalami hal ini mereka tidak merasa ketakutan dan bingung. 

Selebritis Nadya Mulya menekankan pentingnya keterbukaan antara orangtua dan anak.

"Ketika anak bertanya tentang reproduksi kepada orangtuanya, sebaiknya harus langsung dijawab. Jangan sampai anak tanya ke orang lain, atau cari sendiri di internet. Jangan salah lo, anak-anak zaman sekarang pemahamannya tentang sesuatu, sudah jauh di luar dari apa yang kita pikir mereka tahu. Lewat media sosial dan ngobrol sama temannya mereka tahu apa yang terjadi"

Nah, sebelum anak benar-benar mengalami perubahan pada bentuk tubuhnya pada usia sekitar 8-16 tahun, maka sebaiknya orangtua mulai membicarakan mengenai pubertas dengan anak. Jangan anggap ini adalah suatu hal yang tabu, karena membicarakan pubertas merupakan salah satu bentuk pendidikan seks sejak dini. 

Cobalah untuk mengawali diskusi dengan menceritakan pengalaman orangtua saat menstruasi pertama atau mimpi basah. Bicarakan saat suasana santai diselingi gurauan ringan. Kemudian jelaskan pada anak tentang perubahan yang akan ia alami, seperti tumbuhnya payudara, tumbuhnya rambut halus di sekitar alat kelamin dan ketiak, berjerawat, menstruasi atau mimpi basah.

Pada anak perempuan, jelaskan proses menstruasi menggunakan gambar atau video edukasi yang beredar di internet. Tunjukan pula pembalut dan bagaimana cara menggunakannya. Anak juga harus berani membawa pembalut ke sekolah sebagai 'bekal' mereka berjaga-jaga.

Pada anak laki-laki jelaskan tentang alat kelamin seperti testis yang membesar atau penis yang dapat mengalami ereksi secara tiba-tiba. Lebih baik, ayah yang menjelaskan perihal ini kepada anak laki-lakinya. Sementara ibu yang berdiskusi dengan anak perempuan.

Kembangkan pula komunikasi dua arah di mana anak tidak sungkan untuk bertanya dan orangtua menjadi pemberi informasi yang bisa dipercaya sekaligus pendengar yang baik. 

RECOMMENDED FOR YOU