LOVE
2018-02-09 17:59:00

Sering Bermain Lego Mampu Tingkatkan Kreatifitas Anak

BY SYARIFAH AULIA

SALIHA.ID - Kini ada berbagai macam jenis permainan menarik yang mampu meningkatkan kecerdasan anak. Sebagai orangtua yang cerdas dan berinovasi tinggi, seharusnya kita bisa memahami kebutuhan yang menyenangkan si kecil, bukan kesenangan semata. Psikolog anak, Ratih Ibrahim menjelaskan betapa pentingnya memilihkan mainan yang baik untuk tumbuh kembang anak.

Permainan yang mencerdaskan merupakan mainan yang mampu menstimulasi otak anak sesuai dengan tahapannya. Ketika anak bermain, tangan dan otaknya saling berkoordinasi menggerakkan imajinasi melalui mainan tersebut. Lego sebagai mainan bongkah pasang yang memiliki nilai edukasi tinggi, dirasa sangat memengaruhi kreatifitas anak.

Sejak lahir, Allah SWT telah menganugerahkan tiga kecerdasan majemuk pada setiap anak, di antaranya kognitif, psikomotor dan psikososial. Saat bermain lego anak mulai membentuk sebuah konsep, misalnya mau membuat bentuk apa entah bangunan, kendaraan, atau keadaan, ini semua merupakan kemampuan otak kognitif.

Sedangkan pada tahap psikomotor, biasanya otak menginstruksikan otak yang berkoordinasi dengan mata untuk merasakan tekstur, menggenggam lego, dan mempelajari warna yang ada.

Melalui lego, anak juga bisa membangun interaksi yang lebih aktif dengan orangtua, kakak, adik maupun teman-teman di sekitarnya. Berdiskusi mengenai rencana pembuatan lego sampai bernegoisasi. Dalam permainan lego tidak ada batasan usia, namun pola dan bentuk perlu disesuaikan dengan tahapan usia si kecil.

"Seharusnya orangtua sadar, kompromi dengan anak merupakan syarat mutlak dalam memilih permainan. Ajak anak untuk mengetahui baik, buruk permainan yang diinginkan. Karena sesungguhnya anak-anak yang gembira merupakan wujud pribadi yang sehat secara psikis dan mental," ungkapnya.

Lalu kenapa sih, anak-anak zaman sekarang lebih akrab dengan telepon seluler daripada mainan edukasi seperti lego?

Ada sensasi berbeda yang ditawarkan telepon seluler dengan lego. Secara tekstur, lego yang berbahan plastik tidak memiliki denyutan atau energi yang menghantarkan neuron sampai ke otak.

Namun lego memiliki nilai yang sangat baik untuk membuat anak ‘ketagihan’ dalam menyelesaikan permainan itu, sehingga bisa mengasah kemampuan otak.

Sedangkan telepon seluler memiliki getaran atau denyutan yang dihantarkan energi listrik sehingga menciptakan sensasi yang friendly. Oleh sebab itu, orangtua harus bisa menjadi teman terbaik si anak dalam segala permainan.

RECOMMENDED FOR YOU