LOVE
Kamu sebenarnya mikirin apa, Sayang?
2018-03-14 14:55:00

Kamu Dengar Nggak Sih? Ini 10 Kegagalan Komunikasi Dengan Pasangan

BY DEE

SALIHA.ID - Pernah nggak kamu merasa nggak didengar pasangan? Atau sebaliknya, kamu merasa kamu sudah mendengar tetapi pasangan merasa kamu tidak mendengar? Akhirnya yang terjadi adalah kesalahpahaman. Atau masalah selesai, tetapi sebenarnya masing-masing pihak tidak merasa didengarkan. Hmm, sebenarnya di mana yang salah?

Matthew McKay, Ph.D, profesor pada Wright Institute di Berkeley, CA, dkk dalam bukunya, Couple Skills, melihat bahwa hal paling dasar dari sebuah hubungan adalah kemampuan untuk mendengarkan pasangannya.  Mendengarkan adalah keterampilan berkomunikasi yang paling penting untuk menciptakan dan mempertahankan keintiman dalam rumah tangga.

Jika Sahabat mendengarkan pasangan dengan baik, sahabat dapat memahami pasangan dengan lebih baik dan pada akhirnya, menikmati hubungan lebih baik.  Selain itu, mendengarkan merupakan wujud kepedulian kita pada pasangan. Itu adalah cara kita menyingkirkan egoisme dan berkata, "Aku peduli sama kamu, Sayang. Aku ingin tahu apa pikiranmu, perasaan dan kebutuhanmu."

Namun, ternyata mendengarkan yang benar-benar mendengarkan tidaklah sesederhana yang terlihat. Tidak hanya cukup memasang telinga saja.

Bahkan menurut para penulis Couple Skills, mendengarkan sejati itu langka. Kebanyakan orang melakukan pseudolistening. Dalam pseudolistening, kita sebenarnya tidak berniat memahami pasangan, belajar, atau menolong.

Ada 10 hal yang termasuk ke dalam pseudolistening dan pada akhirnya menghalangi komunikasi dengan pasangan. Kesepuluh hal tersebut adalah:

Membaca Pikiran. Membaca pikiran terjadi saat kita berusaha mencari tahu makna tersembunyi dalam perkataan pasangan kita. Ini berbahaya karena artinya kita tidak percaya pasangan kita jujur mengatakan yang sebenarnya. Kita berusaha mencari-cari petunjuk dari ekspresi wajah pasangan, nada suara dan lain-lain.

Misalnya saat kita belanja baju, "Baju ini bagus di aku nggak, Sayang?" Dan kemudian pasangan berkata, "Iya, bagus, kok. Beli aja." Kita berpikir, mungkin pasangan  hanya ingin agar buru-buru keluar dari toko saja.

Membuat skenario. Terkadang kita membuat skenario di kepala terlebih dahulu tentang bagaimana percakapan kita dan pasangan berlangsung. Pada akhirnya, tindakan ini mungkin malah membuat kita tidak mendengarkan kepedulian pasangan yang sebenarnya. Contoh: "Nanti kalau dia bilang ini, aku akan bilang ini. Kemudian kalau dia begini, aku bakal....." 

Menyaring Perkataan. Menyaring artinya kita hanya mendengarkan sebagian saja perkataan pasangan dan melewatkan bagian lainnya. Misalnya,  Saat pasangan kesal, kita hanya menangkap dan kemudian memperbesar kalimat yang mengandung kemarahan pasangan, tetapi kita melewatkan bagian di mana sebenarnya pasangan takut terjadi sesuatu yang buruk menimpa kita. Menyaring juga seringkali dilakukan saat kita tidak mau mendengarkan bagian yang sensitif bagi kita.

Menghakimi. Menghakimi terjadi saat kita memandang negatif pasangan. Sehingga apapun yang ia katakan, kita langsung mencapnya sesuai dengan pikiran kita. Jika kita memandang pasangan penakut, maka apapun kekhawatiran yang diungkapkan pasangan kita anggap sebagai bentuk paranoid. Hal ini membuat kita tidak mendengar dengan baik. 

Melamun. Saat pasangan berbicara terlalu lama atau berbicara sesuatu yang tidak menarik bagi kita, bisa jadi kita tergoda untuk menarik diri dan melayang ke dalam pemikiran kita sendiri. 

Menasihati. Saat pasangan curhat sama kamu, kamu langsung memikirkan cara memecahkan masalah. Ini akan membuat pasangan merasa kesal karena bisa jadi, pasangan tidak ingin mencari nasihat. Ia hanya ingin didengarkan.

Mendebat. Kamu mendengarkan hanya untuk mendebat pasanganmu kembali. Kamu langsung membela diri, apapun perkataan pasanganmu. Hmm, bagaimana mungkin kamu paham apa yang ada di pikiran pasanganmu kalau kamu buru-buru membela diri? Dengarkan dulu, dong.

Merasa benar. Kalau kamu sudah merasa benar, akan sulit bagimu dan pasangan untuk saling mendengarkan. Alih-alih mendengar, masing-masing pihak sibuk menyalahkan, membuat alasan, menuduh, mengkritik, dan lain-lain.

Mengubah subyek pembicaraan atau tidak menganggapnya serius.  Saat pasangan berbicara sesuatu yang membuat perasaannya tersinggung, kamu membela diri dengan berkata, "Duh kok kamu nganggap itu serius. Itu kan hanya bercanda." Atau kamu mengubah arah pembicaraan ketika ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman. Pasangan bisa merasa perasaannya tidak didengarkan 

Langsung berkata iya. Saat pasangan ngomel tentang kamu yang tidak mengabari kalau kamu harus pulang malam, kamu buru-buru bilang, "Iya, maaf Sayang. Lain kali aku telepon." tanpa mendengarkan kalimat berikutnya. Kamu terlalu terburu-buru menunjukkan bahwa kamu pasangan yang suportif tanpa mendengarkan lebih lanjut apa yang sebenarnya ada di pikiran pasangan. Padahal bisa jadi ia hanya khawatir akan keselamatan kamu. 

Nah yang mana yang pernah kamu lakukan pada pasangan? Mungkin tanpa sadar kamu pernah melakukannya, ya. Kalau ingin memperbaiki hubungan dengan pasangan, tentu kamu memperbaiki cara kamu berkomunikasi dan menjadi pendengar lebih baik. Bagaimana caranya? Ikuti lanjutannya di Saliha.id ya.

RECOMMENDED FOR YOU