LOVE
2017-11-15 19:00:00

Ayah Sibuk? Begini Cara Tetap Dekat dengan Anak

BY MEDIA SARI

SALIHA.ID - Selama ini ayah dianggap berperan sebagai pencari nafkah keluarga hingga wajar saja jika tidak punya banyak waktu untuk terlibat dalam pengasuhan anak. Padahal mengasuh anak bukan hanya tanggung jawab ibu, lo

Idealnya, ayah dan ibu memiliki porsi seimbang dalam memberikan kasih sayang dan mengasuh sang buah hati. Ayah juga mempunyai peran penting dalam fase tumbuh kembang anak. Hasil penelitian dari University of Guelph Kanada pada 2007 menyebutkan, keterlibatan ayah dalam pengasuhan akan bermanfaat untuk perkembangan anak secara sosial, emosi, fisik, dan kognitif. 

Tapi gimana dong kalau sang ayah sibuk? Eits! Jangan khawatir ini dia tips untuk tetap dekat dengan anak meski ayah memiliki seabrek aktivitas.

15 menit 

Mendongeng sebelum tidur dapat merekatkan hubungan ayah dan anak

Ada baiknya ayah meluangkan waktu minimal 15 menit di pagi sebelum berangkat bekerja dan malam setelah beraktivitas. Pagi bisa dimulai dengan sarapan bersama atau mengantarkan anak sekolah. Sedangkan malam bisa dengan mendongeng atau menyanyikan lagu sebelum tidur. Meski sebentar jika dilakukan secara rutin maka akan menguatkan bonding ayah dengan anak.

Komunikasi

Ayah dapat menggunakan video call agar tetap terhubung dengan si kecil.

Kecanggihan teknologi bisa dimanfaatkan untuk menjaga komunikasi agar tetap lancar. Ayah bisa mengirim pesan, menelepon dan video call dengan anak saat istirahat siang atau di sela-sela bekerja. Ayah bisa menanyakan tentang bagaimana si kecil menghabiskan hari ini, cerita ia di sekolah serta di tempat kursus, dan lain-lain. Anak juga akan senang karena merasa diperhatikan oleh ayahnya.

Akhir Pekan

Berkemah merupakan salah satu cara asyik membangun ikatan dengan anak.

Menghabiskan waktu bersama saat akhir pekan merupakan saat yang tepat untuk membangun ikatan dengan anak. Cobalah untuk mengajak anak bermain ke tempat wisata edukatif di sekitar kota seperti museum, taman kota, perpustakaan, pegunungan dan peternakan. Bisa juga melakukan hobi bersama seperti bersepeda, berkebun atau memasak.

Dengan peran aktif ayah dalam pengasuhan anak, tentu akan mempererat hubungan antar keduanya serta bisa membuat keluarga lebih harmonis sekaligus langgeng. Hal ini juga akan menumbuhkan kepercayaan serta membuat anak tidak akan tergantung oleh salah satu orangtuanya.

Jadi apakah para ayah sudah siap untuk ikut mengasuh dan mendidik si kecil?