LOVE
2018-03-13 18:56:00

Konflik Rumah Tangga? Atasi dengan Cara Ini

BY MEDIA SARI

SALIHA.ID - Hidup berumah tangga tentunya tidak lepas dari konflik. Mulai dari permasalahan perekonomian, pembagian tugas rumah tangga hingga pengasuhan anak. Konflik ini jika dibiarkan berlarut-larut dan tidak ditangani dengan baik bukan tidak mungkin dapat menyebabkan perceraian.  

Menurut Imam Ibnu Jarir at-Thabari dalam Tafsir ath-Thabari 8/318, “Pertengkaran suami istri adalah permusuhan antara suami istri, yaitu saling menyusahkan salah satu pihak. Jika istri yang menyusahkan disebut nusyus. Jika yang menyusahkan pihak suami, maka bisa berwujud suami yang tidak mau menggauli istrinya dengan baik dan tidak mau menceraikannya dengan baik pula."

Untuk mengatasi konflik rumah tangga tentunya memerlukan pendewasaan diri dari masing-masing individu. Baik suami maupun istri harus mau memiliki pemikiran yang terbuka dan patut memahami kondisi satu sama lain.

Psikolog RR. Finandita Utari, M.Psi. memberikan tips bagaimana sebaiknya pasutri bersikap ketika terjadi perselisihan. 

"Ketika ada konflik memang sebaiknya didiskusikan bersama. Carilah waktu luang berdua saja dengan pasangan untuk membicarakan masalah ini. Namun jangan sampaikan ketika pasangan dalam keadaan tidak siap mendengar. Misalnya saat pasangan baru saja pulang kerja. Timing seperti itu sebaiknya dihindari dulu. Kita juga harus lihat situasi di mana pasangan kita sudah santai, sudah siap menerima apa yang akan ucapkan, lalu baru sampaikan," sahutnya. 

Baca Juga :

Angka Perceraian Semakin Meningkat, Apa Penyebabnya?

Tidak Selalu Bahagia. Ini 5 Fakta Pahit Tentang Kehidupan Pernikahan

Selain timing yang tepat, ia menambahkan bahwa sebaiknya kedua belah pihak siap mendengarkan baik maupun buruk dari sebuah permasalahan. Untuk itu pastikan saat mendiskusikan hal ini, keduanya berada dalam keadaan tenang serta kepala dingin agar bisa menghasilkan solusi yang terbaik. 

Lebih lanjut ia menyarankan, jika konflik tersebut tidak bisa diselesaikan berdua, maka pasutri bisa meminta bantuan dari pihak ketiga. Bisa pihak keluarga, atau dari konsultan seperti psikolog dan bantuan profesional. Ini sesuai yang dianjurkan dalam Alquran surat An-Nisa ayat 35 yang berbunyi, 

“Dan jika kamu khawatirkan ada perseteruan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam (juru damai) dari keluarga perempuan. jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada pasutri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Terakhir ia mengajak agar masing-masing individu untuk berpikir positif agar perilaku yang menyertai juga positif. Jadi sebaiknya tanamkan sugesti positif dulu dalam pemikiran meski konflik sedang melanda kita. Setuju sahabat Saliha? 

RECOMMENDED FOR YOU