LOVE
2018-02-15 16:46:00

Memilih Pria Mapan? Kenapa Tidak?

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Perihal jodoh telah diatur oleh Allah SWT jauh sebelum Allah menitipkan roh pada tubuh manusia, sebagaimana maut dan rezeki. Bahkan janji Allah tentang jodoh tertuang dalam beberapa surah-surah Al-Quran. Salah satunya dalam surah Ar-Rum ayat 2:

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."

Meski setiap manusia telah mendapat “jatah” jodoh masing-masing, tapi bukan berarti setiap kita boleh berpasrah diri. Sebagai makhluk berakal, tentu kita harus tetap berusaha mendapatkan yang terbaik. Jika Allah merestui, maka terbentuklah sebuah pernikahan yang sah.

Ngomong-ngomong soal pendamping masa depan, wanita masa kini biasanya lebih selektif dalam memilih. Apalagi di peradaban modern seperti sekarang ini, kriteria terhadap calon suami semakin tinggi. Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan di kalangan wanita saat memilih pasangan tak lain adalah materi.

Wah, matre dong?

Eits, tunggu dulu!

Wanita cenderung memilih pria mapan justru karena mereka lebih realistis menjalani hidup. Hari gini, untuk mendapatkan sesuatu yang layak pasti membutuhkan uang. Apapun itu –rumah, bahan pangan, transportasi, pendidikan, pelayanan kesahatan– pasti memerlukan uang. Bahkan, untuk menikah pun ada biayanya.

Batasan mapan itu sendiri sangat bervariasi. Biasanya semakin tinggi kriteria yang diharapkan, batasan mapan akan semakin kompleks. Semisal, pria mapan ditandai dengan kepemilikan rumah mewah pribadi, mobil pribadi, beberapa investasi, punya asuransi, dan sebagainya. Tapi ada juga wanita yang menilai kemapanan pria sebatas status pekerjaan dan jabatannya saja. Walau belum memiliki rumah pribadi atau mobil yang dibayar cash, namun jika sudah berkarir tetap di perusahaan terpandang dan punya jabatan bergengsi, maka sudah bisa dikatakan mapan.

Perempuan realistis tak akan memasrahkan hidupnya pada pasangan yang kondisi finansialnya tidak sehat, kecuali memang tidak dapat dihindarkan lagi. Mereka tidak mau mengambil risiko di kemudian hari hanya karena hak mendapat nafkah lahir tidak terpenuhi. Percayalah, kehidupan ini tak seindah cerita negeri dongeng, Sahabat Saliha. Kekuatan cinta lambat laun akan menipis jika terus digerus oleh penderitaan yang tiada habis.

Sebuah studi di Harvard tahun 2016 silam membuktikan bahwa penyebab utama perceraian di seluruh dunia ternyata bukan karena godaan pihak ketiga, melainkan masalah ekonomi. Suami yang tidak bekerja (jobless) dapat meningkatkan risiko perpecahan dalam rumah tangga! Mirisnya lagi, tekanan ekonomi bisa membuat pasangan suami istri gelap mata. Cukup banyak kasus pembunuhan antara suami istri yang awalnya dipicu oleh persoalan uang. Naudzubillah min zalik.

Di samping alasan materi, ada banyak alasan lain yang melatarbelakangi wanita lebih memilih pria mapan. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

Pria Mapan Lebih Percaya Diri     

Sisi lain yang disukai wanita pada pria mapan adalah rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini memang sulit dipungkiri. Pria yang latar belakang ekonominya baik, umumnya lebih luwes dalam pergaulan, ceria, dan mudah bersosialisasi. Bukan bermaksud mendiskreditkan pria jobless, tapi pria yang tidak bekerja dan ketahanan ekonominya lemah cenderung mudah sekali minder. Pengetahuannya terbatas karena lingkup pergaulannya sempit.

“Dengan uang di saku Anda, Anda menjadi bijak, tampan, dan bernyanyi dengan baik.” (Yiddi)

Pria Mapan Lebih Mandiri dan Bisa Diandalkan

Dari segi ekonomi, jelas pria mapan lebih memungkinkan bersikap mandiri. Mereka dapat mencukupi seluruh kebutuhan hidup dari kantong sendiri. Jadi tidak lagi berharap “siraman” dana dari orang tua atau saudara-saudara, apalagi meributkan warisan.

Sadar bahwa menuju mapan itu tidaklah mudah, pria-pria mapan ini biasanya pandai mengelola keuangan serta membuat perencanaan-perencanaan masa depan yang jelas dan terperinci. Itu yang membuat mereka tampak bisa lebih bisa diandalkan bila kelak menjadi kepala keluarga.

Pria Mapan Cepat Membuat dan Mengambil Keputusan

Dalam segala hal, kebanyakan pria matang juga anti bertele-tele. Namun, bukan berarti tanpa disertai pertimbangan. Hanya saja, kemapanan membuat mereka lebih berani menghadapi tantangan dan siap menghadapi risiko.

Pria Mapan Kreatif, Dinamis dan Optimis

Tidak menutup kemungkinan bahwa kemapanan bisa diturunkan dari kekayaan orang tua yang berlimpah. Namun percayalah Sahabat Saliha, kemapanan yang diperoleh dengan cara seinstant itu tidak akan bertahan lama. Itu sebabnya mayoritas pria mapan pada dasarnya adalah pekerja keras.

Untuk bisa berada dalam zona nyaman seperti sekarang ini, hari-hari mereka bukan hanya diisi dengan kerja keras saja tapi juga kreativitas. Hanya orang-orang kreatiflah yang hidupnya dinamis dan selalu diliputi perasaan optimis. Itu pulalah yang membuat nilai seorang pria mapan jadi bertambah di mata para wanita.

Pria Mapan Bisa Dibanggakan

Siapa sih yang tak merasa bangga berpasangan dengan pria yang jelas-jelas ekonominya mapan? Pencapaian-pencapaian mereka serta segala sesuatu yang bisa mereka beri untuk orang lain, otomatis akan mendatangkan kebanggaan tersendiri bagi wanita yang mendampinginya. Ayo jujur pada dirimu, Sahabat Saliha! Kalian pasti berharap pasangan seperti itu kan?

Pria Mapan Berpotensi Membantu Perekonomian Keluarga

Keinginan membantu perekonomian keluarga turut memotivasi wanita memilih pria mapan. Menafkahi orang tua di masa senja mereka merupakan bagian dari bakti seorang anak. Namun bagaimana hendak menafkahi orang tua, sedangkan kondisi finansial keluarga saja masih morat-marit? Alih-alih menafkahi orangtua, penghasilan yang ada saja susah menutupi kebutuhan pokok. Kerja suami tak tetap, biaya sewa rumah dan tarif listrik terus melambung, biaya sekolah anak, dan segala macamnya. Belum lagi kejaran utang yang satu per satu harus segera dilunaskan.

Beda hal jika bersuami pria mapan. Sedikit banyak, ada penghasilan yang masih bisa disisihkan untuk orangtua. Bahkan, untuk membantu kerabat-kerabat yang kurang mampu juga.

Kesimpulannya, memilih pria mapan bukan dimaksudkan untuk kesenangan pribadi  atau menaikkan gengsi  belaka. Melainkan, sebuah upaya untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan adanya kesiapan finasial yang memadai serta konsep hidup yang tepat, banyak hal-hal positif yang bisa kita lakukan bersama pasangan terutama menyangkut kesejahteraan orang lain. Sehingga kelak mendatangkan kebahagiaan lahir batin dan keberkahan dari Allah SWT.

"Uang bukan segalanya. Tapi nyaris segalanya membutuhkan uang." (No name)

Artikel ini adalah kiriman kontributor Ade Wulan, Pekanbaru, Riau. Ade Wulan adalah penulis novel dan content writer pada sejumlah situs. 

RECOMMENDED FOR YOU