LOVE
2018-03-09 19:34:00

7 Cara Mendukung Perempuan Agar Berani Keluar dari KDRT

BY DEE

SALIHA.ID – Saat kita mendengar cerita ada teman atau tetangga yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, kita merasa geram. Apalagi jika kita harus mendengar suara tangis, pertengkaran dan teriakan mereka. Kita ingin membantu mereka keluar dari masalah. Namun terkadang, masalah tidak sesederhana yang kita duga.

Meskipun niat kita baik, tak selamanya, perempuan yang mengalami KDRT akan mudah keluar begitu saja dari lingkaran kekerasan. Beberapa perempuan, dengan beragam faktor dan alasan, memilih untuk bertahan di dalam rumah tangga yang tidak sehat.

Sebagai orang yang ingin membantu keluar dari masalah, hal ini bisa membuat kita frustrasi. Kita tidak tahu apa lagi yang harus kita lakukan. Bahkan, tak jarang orang bahkan enggan membantu mereka lagi.

BACA JUGA:

Inilah alasan mengapa perempuan enggan keluar dari KDRT 

Menurut Lundy Bancroft, pengarang Why Does He Do That: Inside the Minds of Angry and Controlling Men, “Jika Anda ingin membuat perubahan signifikan dalam hidup korban, selalu ingat prinsip ini: tujuan Anda adalah menjadi lawan dari pelaku kekerasan.”

Jika pelaku selalu memaksa korban, kita harus bersabar dan memberikan kesempatan bagi korban untuk mengatur waktunya sendiri. Kita harus percaya pada penilaian korban dan kapan waktunya ia bertindak.

Jika pelaku merendahkan korban, kita harus memperlakukan korban sebagai pihak yang setara. Percaya bahwa korban bisa berpikir sendiri dan tahu apa yang terbaik bagi dirinya sendiri.

Jika pelaku tidak pernah mendengarkan korban, kita harus lebih banyak mendengar dengan tidak menghakiminya.

Orang yang ingin membantu, menurut Lundy Bancroft, seringkali menjadikan ukuran kesuksesan adalah saat perempuan korban KDRT keluar dari hubungan yang tidak sehat. Jika ini tidak terjadi, kita merasa gagal dan akhirnya berhenti mendukung korban.

Menurut Bancroft, ukuran yang lebih baik adalah seberapa jauh kita menghormati hak perempuan untuk menjalani hidupnya sendiri -sesuatu yang tidak dilakukan pelaku KDRT- dan seberapa kita telah membantunya memikirkan strategi untuk meningkatkan keamanannya.

Beberapa langkah yang disarankan Bancroft untuk dilakukan oleh pihak yang ingin menolong korban KDRT adalah:

  1. Nyatakan bahwa kamu benci melihat korban terluka dan ia tidak pantas mendapatkannya.
  2. Nyatakan bahwa kamu sayang padanya dan bahwa korban adalah orang yang baik
  3. Tanyakan kesediaannya untuk membuat rencana keselamatan jika kekerasan terulang kembali. 
  4. Selalu telepon dia untuk menanyakan kondisinya. 
  5. Perlakukan dia dengan baik. Ia akan merasakan bedanya perlakuan pelaku dan temannya.
  6. Dorong ia untuk mengikuti program untuk korban KDRT.
  7. Jika kita merasa korban dalam situasi berbahaya, jangan ragu untuk menelpon polisi.

Menurut pria yang telah menangani kasus kekerasan laki-laki selama dua puluh tahun, terkadang kita terdorong untuk menjadi pahlawan dan berusaha membawa korban keluar dari masalah dengan nasihat, “Jika aku jadi kamu, aku akan……”

Hal tersebut sebenarnya tidak banyak membantu karena kita bukanlah korban. Kita tidak tahu persis masalahnya atau bagaimana sifat pelaku. Bisa jadi, jalan keluar yang kita berikan tidak sesuai dengan situasi yang ia hadapi dan bahkan bisa membahayakan keselamatan korban. 

Jadi, tetaplah bersabar dan mendukung korban dengan cara yang baik. Dorong korban untuk menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri alih-alih kita berusaha menjadi pahlawan bagi mereka.

 

 

RECOMMENDED FOR YOU