OASE
Proses penghapusan tato menjadi bagian dari kegiatan Bersih-Bersih Mushola Plus
2018-03-05 09:57:00

Awal Hijrahku : Tolong, Hilangkan Tato di Tubuhku

BY INDAH WIDIASTUTI

SALIHA.ID - Mulutnya tak henti mengucapkan lafadz Astagfirullah ketika laser mulai menyentuh kulit punggungnya. Sesekali ia meringis menahan rasa panas yang kian menjadi. Pendaran cahaya merah yang keluar dari mata laser menjadi saksi keteguhan niat hijrah dara berusia 23 tahun ini. Sang “eksekutor” penghapus tato tampak fokus menembakkan laser mengikuti pola tato yang ada. 

Tidak seperti saat membuatnya, proses penghapusan tato ini akan berulang. Sepuluh kali, dua puluh kali, bahkan lebih untuk menghilangkan keseluruhan tinta yang tertanam.

“Dibandingkan yang berwarna hitam, tato berwarna butuh usaha ekstra untuk menghapusnya, terutama hijau ya,” jelas Puji yang kala itu bertugas menghapus tato kepada Saliha sebelum kegiatan ini dimulai.

Ilustrasi penghapusan tato dengan laser

Faktor lain yang memengaruhinya antara lain, ketebalan, ukuran tato dan kualitas tinta. Semakin bagus kualitas tinta akan membuat perjuangan menghapus seni melukis tubuh ini semakin panjang. Di sinilah, kesabaran, kesungguhan dan istiqomah para peserta mutlak diperlukan. Tanpa itu, banyak dari mereka bertumbangan di tengah jalan. 

Proses menghapus tato dengan mesin laser

Sepuluh menit berlalu. Suara ketukan dari mesin laser berganti dengan helaan nafas lega. Ini adalah kali pertama ia mengikuti proses penghapusan tato yang sudah ada sejak 2013 di tubuhnya.

“Awalnya deg-degan, karena katanya proses hapus tato jauh lebih sakit dibanding saat membuatnya. Tapi saya ingin total berhijrah. Alhamdulillah, walau keduanya sama-sama sakit, tapi proses ini sedikit, sedikit lebih ringan,” jelas Hana salah satu relawan Bersih-Bersih Mushola Plus yang berkesempatan mengikuti Program Hapus Tato gratis.

Hana, salah satu relawan Bersih-Bersih Mushola Plus yang berkesempatan mengikuti hapus tato gratis

Program ini rutin diadakan oleh Bazis DKI dan Kawan Baik untuk mendukung dan membantu orang-orang yang ingin berhijrah. 
Siang itu, bertempat di Garasi Hijrah Gerak Bareng Community, Hana tidak sendiri. Ayudya salah satu peserta Bersih-Bersih Mushola Plus juga mantap menjalani hijrahnya menghapus tato.

“Aku enggak mikir panjang. Ini bikin karena ikut-ikutan teman aja. Tapi setelah itu menyesal, karena orang tua sedih dan marah,” ujar Ayudya yang memiliki tato, di bagian punggung dan lengannya.

Sambil menunggu salep anastesi meresap, ia melanjutkan ceritanya.

Ia ingin pergi ke klinik untuk menghilangkan tato, namun biaya yang tinggi mengurungkan niatnya. Gadis berusia 19 tahun ini pernah melakukan beberapa usaha. Mulai dari membeli cairan penghilang tato secara online bahkan meracik campuran kapur barus dan sabun colek. Keduanya nihil.

Namun, Allah Maha Berkehendak. Lewat informasi yang didapatnya dari salah satu anggota keluarga, Ayudya dipertemukan dengan kegiatan Bersih-Bersih Mushola Plus yang mengadakan program Hapus Tato gratis ini.

Setelah selesai bercerita, gilirannya pun tiba. Sama seperti Hana, ia pun merasakan panas saat laser menyentuh kulitnya. Namun, ia tak bergeming. Hatinya sudah mantap ingin berubah lebih baik dan menyesali apa yang telah diperbuatnya.

“Selain saling menguatkan dan menambah rasa percaya diri. Harapannya melalui hapus tato ini kami juga mengajarkan hidup dan kebiasaan sehat bagi teman-teman yang ingin berhijrah,” tutur Tessa salah satu penanggung jawab Gerak Bareng Community yang menemani Saliha.

Karena sebelum menjalani hapus tato, peserta diwajibkan memenuhi beberapa syarat seperti medical check up, tes beberapa penyakit seperti HIV, diabetes, hepatitis, tidak begadang, menjaga kebersihan tubuh serta mendapatkan izin dari dokter yang bertugas di sini.

Sumber foto : quotefancy.com

Hijrah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai penilaian yang kadang bias, turun naiknya iman, dan lingkungan yang tidak mendukung bisa jadi tantangan besar yang membentang dalam perjalanan spiritual ini. 

Semoga semangat #BeraniHijrahBaik dan istiqomah selalu mengiringi langkah setiap para pencari hidayah.

 

RECOMMENDED FOR YOU