OASE
2018-07-06 03:21:00

Adakah Hubungan Antara Syawal dan Peningkatan? Begini Penjelasannya

BY TIM EDITOR

SALIHA – Bulan Syawal masih tinggal seminggu lagi, tepatnya 13 Juli 2018. Bagi sahabat Saliha yang ingin menunaikan puasa Syawal, masih ada waktu lo. Ayo kita berlomba dalam hal kebaikan.

Seringkali kita mendengar penceramah atau khatib memotivasi jamaahnya untuk tetap meningkatkan amal ibadah secara istiqamah seusai menjalankan ibadah Ramadhan. Ada alasannya antara lain dengan memaknai kata syawal dengan arti peningkatan. Dengan demikian bulan Syawal mereka artikan dengan bulan peningkatan.

Kita sepakat nasehat untuk istiqamah dalam beramal adalah nasehat yang luar biasa. Akan tetapi, menurut Ustadz Ammi Nur Baits dalam kajiannya, bila mengaitkan bulan syawal dan mengartikan bulan syawal sebagai bulan peningkatan, perlu untuk ditinjau ulang.

Makna Syawal secara Bahasa

Ibnul ‘Allan asy Syafii mengatakan, “Penamaan bulan Syawal itu diambil dari kalimat Sya-lat al Ibil yang maknanya onta itu mengangkat atau menegakkan ekornya. Syawal dimaknai demikian, karena dulu orang-orang Arab menggantungkan alat-alat perang mereka, disebabkan sudah dekat dengan bulan-bulan haram, yaitu bulan larangan untuk berperang.”(Dalil al Falihin li Syarh Riyadh al Shalihin).

Ada juga yang mengatakan, dinamakan bulan syawal dari kata syalat an-Naqah bi Dzanabiha [arab: شالت الناقةُ بذنَبِها], artinya onta betina menaikkan ekornya. (Lisan Al-Arab, 11/374). Bulan syawal adalah masa di mana onta betina tidak mau dikawini para pejantan. Ketika didekati pejantan, onta betina mengangkat ekornya. Keadaan ini menyebabkan munculnya keyakinan sial di tengah masyarakat jahiliyah terhadap bulan syawal. Sehingga mereka menjadikan bulan syawal sebagai bulan pantangan untuk menikah. Ketika islam datang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam justru menikahi istri beliau di bulan syawal. Untuk membantah anggapan sial masyarakat jahiliyah.

Keterangan selengkapnya bisa anda pelajari di http://www.konsultasisyariah.com/anjuran-menikah-di-bulan-syawal/

Memahami hal ini, kurang tepat jika dikatakan bahwa sebab mengapa bulan ini dinamakan syawal adalah karena bulan ini jatuh seusai Ramadhan. Dan ketika itu manusia melakukan peningkatan dalam beramal dan berbuat baik. Ini jelas pemahaman yang kurang tepat tentunya. Karena nama bulan “syawal” sudah ada sejak zaman jahiliyah (sebelum datangnya islam), sementara masyarakat jahiliyah belum mengenal syariat puasa di bulan ramadhan. Dengan demikian, tidak terdapat hubungan  antara makna bahasa tersebut dengan pemahaman bahwa syawal adalah bulan peningkatan dalam beramal. Mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan ibadah dan amal soleh termasuk nasehat baik, hanya saja, tidak perlu kita kaitkan dengan nama bulan syawal, karena dua hal ini tidak saling berhubungan. Nah, bagaimana menurut sahabat saliha ?

RECOMMENDED FOR YOU

SUBCRIBE TO THE NEWSLETTER

Segala bentuk informasi yang Anda dapatkan dalam website ini telah terverifikasi dengan baik, sehingga kebenaran nilai informasi yang terkandung di setiap berita dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak PT Ikra Tama Mandala.