OASE
2018-02-21 12:08:00

Jangan Galau, Wahai Perempuan. Sesungguhnya Engkau Istimewa

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Suatu hari ketika saya duduk bersama tetangga yang sedang menimang anaknya dalam gendongannya. Sang ibu berkata, “Ternyata capek ya jadi ibu, tahu gini aku nggak mau nikah dulu, belum menyusui, menyuci, ngurus rumah, dapur, ngepel, aduh ribet deh pokoknya. Aku nggak ada waktu untuk berhias lagi. Jangankan berhias, mandi pun dibatasi.”

Saya yang mendengar tak memberi komentar apa pun.

Dalam kehidupan ada banyak yang mengeluh tentang lelah dan letih menjadi seorang ibu, bahkan ada orang yang takut menikah karena takut kecantikan yang ia miliki pudar, karena akan mengurus banyak hal. Seperti cerita salah satu teman kuliah saya.

Suatu hari ada teman kuliah saya yang datang bertamu, dia menceritakan tentang sosok lelaki yang akan menikahinya, namun saat itu ia baru duduk di bangku kuliah semester III. Saya pun bertanya kepadanya,

“Trus, kamu terima lamarannya?”

“Tidak, mbak,” jawabnya singkat

“Kenapa?”

“Saya takut setelah saya menikah dan hamil saya sudah tidak bisa tampil cantik  seperti sekarang, karena saya melihat sebagian teman-teman yang setelah menikah sudah tidak lagi mengurus dirinya.”

Maka dengan pelan saya berkata padanya,

“Tampil cantik sebagai seorang perempuan itu adalah kodrat setiap perempuan, karena perempuan dikenal dengan keindahannya. Baik dari segi penampilannya, tutur katanya, dan juga paras rupanya. Setelah menikah nanti, kau harus tetap menjaga dirimu, merawat dirimu, tapi ingat kecantikan, keindahan dirimu kau khususkan untuk orang yang mencintaimu. Jangan takut mbak, kecantikan dirimu bukan ada pada paras wajahmu, tapi ada pada akhlak dan perbuatanmu.”

Saudari muslimah, jangan pernah takut untuk menikah, karena takut paras kecantikan akan pudar. Itu sudah kodrat manusia. Menikah dan tidak menikah, wajah cantik kita, bodi seksi kita lambat laun akan berubah sesuai dengan umur kita.

Apakah kalian tahu mengapa mereka mengeluh dan takut? Karena, belum mengetahui betapa hebat peran seorang ibu, betapa dibutuhkan kehadiran sosok seorang ibu dalam rumah tangga, betapa hebat ia mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

Dalam keadaan letih, lesu, tak pandang cantik, bodi seksi, yang penting peran dan tanggung jawab adalah hal yang harus dilakukan dengan baik. Kecantikan bisa datang dari kelakuan baik untuk suaminya, kecantikan seorang permpuan bukan ada pada paras dan mukanya, namun ada pada akhlak dan kelakuannya, bukan terhadap suami dan anak-anaknya saja. Tapi untuk keluarga dan masyarakat. Maka perlu kita ketahui bagaimana peran seorang ibu, perlu kita ketahui nikmat menjadi seorang ibu.

Ketahuilah gelar seorang ibu tiga tingkat dibandingkan ayah.

“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).

Jangan pernah memikirkan sesuatu yang membuatmu bimbang, karena kebimbangan dan kecemasan akan mengurungkan niat baikmu. Menikahlah dan raihlah gelar termahal yang tak didapat langsung dari kekasih Allah swt. Nikmat seorang perempuan bukan sampai disitu saja. Setelah menikah, selaku perempuan akan melahirkan anak-anak yang akan menjadi panutan untuk bangsa, maka sebagai sosok perempuan harus bisa mendidik dengan baik, dari sejak dalam kandungan anak sudah harus diberi didikan dari sang ibu, hingga ia besar nanti.

Bayangkan jika kau dapat melahirkan anak-anak yang solih dan solihah. Kemudian kau mengajarinya, membimbingnya, dan memberikan kasih sayang. Maka surga untukmu. Ini bukan hukum aljabar, bukan teori aritmatika, tapi inilah fakta yang datang langsung dari sang pencipta Allah ta”ala.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang memiliki tiga orang anak perempuan yang dia jaga, dan cukupi dan dia beri mereka kasih sayang, maka pasti baginya surga.” dan dua juga ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Dan dua juga.”(dikatakan oleh Asy-syaikh Al-Albani dalam Shaih Al-Adabil mufrad no. 58: “Hasan”)

Janganlah bersedih.

Semua kata-kata yang kau keluarkan akan dijawab oleh sang Kuasa. Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda: “Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian, dan doa orang yang dizolimi.”(HR.Abu Daud no.1536)

Doamu sebagai seorang ibu adalah doa yang mustajab, kata-kata yang keluar dari lisanmu pun akan menjadi sebuah doa, jika Allah swt  berkehendak. Maka dari itu, seorang ibu harus menjaga kata-katanya. Karena, bisa jadi kata yang keluar disaat ia marah adalah sebuah doa untuk anaknya. Marah itu wajar, untuk kebaikan anak-anak. Tapi, marah seperti apa yang seharusnya kita gunakan agar kata-kata kita tidak menjadi sebuah keburukan untuk anak-anak kita.

Janganlah bersedih.

Bahkan dalam dirimu surga untuk anak-anakmu. Anak-anak akan berbakti kepadamu, akan mencintaimu, akan memberikan kasih sayang padamu. Karena di bawah telapak kakimulah surga Allah.

Surga itu di bawah telapak kaki ibu, siapa yang ia kehendaki maka akan dimasukkan dan siapa yang ia ingini maka akan dikeluarkan.” (Silsilah al-Ahâdîts adh-Dha’îfah, no. 593)

Wahai sahabat Saliha, 

Tak ada alasan lagi untuk tidak bersyukur atas diri terciptanya diri kita. Kita tercipta sebagai orang yang terpilih, sebagai seorang yang memiliki kelembutan dan kasih sayang yang penuh, memiliki akhlak yang mulia, dalam diri kitalah surga anak-anak kita, dalam doa kita ada doa yang mudah dikabulkan oleh Allah ta’ala.

Maka lakukanlah yang terbaik untuk diri kita untuk menyambut gelar terbaik dunia akhirat. Benahilah diri kita dengan ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama, tingkatkan ketakwaan dan keimanan kita sebagai benteng dalam menjaga setiap godaan dan nafsu.

Karena kita adalah manusia penuh keunikan dan penuh keindahan. Oleh karenanya teruslah memperindah akhlakmu. Kecantikan paras bukanlah segalanya. Namun, akhlakmu adalah cerminan dari segala kecantikanmu.

Tulisan ini merupakan kiriman kontributor Hesti Gorang, Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

RECOMMENDED FOR YOU