OASE
2018-04-25 17:28:00

4 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Ramadan

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Hai, Sahabat Saliha. Tidak terasa, ya, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan. Bulan penuh berkah ini akan datang dalam hitungan hari saja, lo!

Nah, biasanya menyambut bulan suci ini, kita disibukkan dengan berbagai macam persiapan. Mencari gamis dan mukena di lemari, browsing seputar menu untuk buka dan sahur, meng-agendakan jadwal buka bersama, dan persiapan-persiapan lainnya.

Tapi, jangan sampai ya, persiapan-persiapan itu justru membuat kita lupa pada persiapan yang paling utama bagi diri kita untuk menyambut Ramadan. Apa saja itu? Berikut ulasannya.

Perbaiki dan Luruskan Niat

Niat adalah inti dari suatu ibadah. Nilai dan apa yang akan kita dapatkan dari ibadah tergantung pada niatnya, tak terkecuali ibadah kita di bulan Ramadan.

Sebelum bulan suci itu datang, sepatutnya kita perbaiki niat terlebih dahulu. Meluruskan kembali niat kita untuk benar-benar beribadah secara maksimal di bulan Ramahan ini.

Tak hanya di awal, niat juga perlu kita perbarui lagi dan lagi. Misalnya saja, di pertengahan Ramadan, saat kemalasan untuk tarawih melanda. Nah, saatnya kita mengingat niat awal kita agar tidak tergoda menuruti kemalasan.

Kalau sudah punya niat yang lurus dan kokoh dari awal, tentu godaan semacam itu tidak akan mampu menggoyahkan niat kita, bukan, Sahabat Saliha?

Persiapkan Agenda Ibadah Harian

Yang satu ini juga tidak kalah pentingnya dengan niat, ya. Ternyata buku harian Ramadan yang sering kita dapat saat sekolah dasar dulu bisa dicontoh, lho, Sahabat Saliha. Yuk, kita buat agenda ibadah serupa satu bulan full selama bulan suci, agar ibadah kita terjadwal dan kontinyu.

Contreng pada kolom ibadah yang hari itu kita lakukan, dan beri tanda strip pada ibadah yang kita lewatkan. Cara ini bisa menjadi self reminder kita untuk selalu meningkatkan ibadah, lo. Nah, biar semakin asik dan bersemangat, bisa dong, kita memberi reward pada diri kita sendiri. Misalnya, jatah jilbab baru jika semua kolom ibadah terisi tanda contreng.

Cara seperti ini memang kelihatan kekanakan, tapi untuk selalu memompa semangat ibadah dan berbuat kebaikan, tidak ada salahnya, bukan?

Catat Target ‘Ibadah Besar’ Yang Ingin Dicapai

Nah, kalau agenda ibadah harian sudah kita buat, saatnya mencatat target ‘ibadah besar’ yang ingin kita capai. Maksud ‘ibadah besar’ di sini adalah ibadah yang tidak setiap hari kita lakukan, ya.

Misalnya saja, di bulan Ramadan kali ini kita ingin buka bersama anak yatim di akhir-akhir puasa. Atau kita ingin mengadakan acara amal, membelikan baju baru untuk orang yang kurang mampu, membagikan takjil bagi para musafir, dan lain sebagainya.

Catat saja target-target itu dalam agenda kita. Pasti deh, kita akan lebih bersemangat di bulan Ramadhan ini. Sebisa mungkin kita jadi berpikir supaya target itu tercapai, sehingga tidak ada lagi waktu untuk bermalas-malasan.

Sehatkan Jasmani dan Rohani

Berikutnya, yang tidak kalah penting dalam persiapan menyambut Ramadan adalah kesiapan jasmani dan rohani. Tidak ada salahnya mulai sekarang kita mempersiapkan lahir batin kita untuk Ramadan nanti.

Minum vitamin agar tubuh selalu fit meski sedang berpuasa, dan kosongkan hati dari segala sifat buruk dan penyakit hati agar ruh kita benar-benar siap serta ikhlas menjalani segala aktivitas di bulan Ramadan. Insyaallah, bila kondisi jasmani dan rohani kita sudah dalam keadaan baik dan seimbang, kita dapat menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya.

Itu dia, Sahabat Saliha. Empat hal yang minimal harus kita persiapkan untuk menyambut Ramadan. Semoga dengan itu kita bisa menjalankan ibadah di bulan suci dengan maksimal sehingga tidak hanya berlalu dengan sia-sia, dan termasuk insan-insan yang benar-benar memperoleh kemenangan. Aamiin.

Tulisan ini merupakan kiriman kontributor Ayu Fitri Septina,  Batang, Jawa Tengah. Dari kecil suka membaca buku dan menulis diary, bermimpi kelak bisa menjadi seorang penulis yang menginspirasi. Menjadi salah satu kontributor dari antologi Dear Mantan dan Selamat Tinggal Desember. Penulis membulatkan niat untuk menekuni dunia kepenulisan, meski latar belakang pendidikannya adalah DIII Kebidanan. Penulis bisa dihubungi melalui facebook Ayu Fitri Septina, email : septiwijay19@gmail.com, atau di blog pribadinya www.kisahdisuatusenja.blogspot.com.