OASE
Rezeki umrah dari bisnis yang dimulai dengan modal sebesar 700 ribu saja.
2018-01-29 20:07:00

Berawal dari 700 Ribu, Sri Bisa Umrah dan Mewujudkan Mimpinya

BY DINA LATHIFA

SALIHA.ID - "Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya" (QS: Hud ayat 6). Rezeki itu bermacam-macam bentuk, tidak hanya kekayaan berupa materi, tetapi juga kesehatan, keluarga yang bahagia, serta kemampuan untuk beribadah di Tanah Suci Makkah. Namun kesemua itu tidak datang begitu saja, bukan? Sebagai hamba-Nya, kita harus berdoa dan berusaha untuk mendapatkan karunia dari Sang Pencipta.

Ada pepatah yang mengatakan, "Rezeki seseorang, siapa yang tahu?" sepertinya dialami secara nyata oleh perempuan asal Cirebon, Sri Nurul Hidayah. Hanya bermodal Rp 700,000 untuk memulai bisnis kecilnya berupa penjualan barang-barang kerajinan tangan dan souvenir, ia bisa melaksanakan umrah pada bulan Desember 2017 lalu.

"Saya tidak menyangka bisa seperti sekarang. Awalnya hanya hobi, sekarang jadi mata pencaharian saya dan keluarga," tutur Sri, "Tidak hanya meningkat dari segi materi. Lewat usaha ini pun, saya bisa membantu orang-orang di sekitar. Ini nikmat yang tak terukur."

Sri Nurul Hidayah, berhasil umrah setelah meniti bisnis dari modal sebesar 700 ribu

Selain karena hobi, keinginannya untuk membantu perekonomian keluarga menjadi salah satu latar belakang untuk memulai bisnisnya sendiri. Menurut Sri, bekerja di perusahaan dengan peran sebagai istri dan ibu dirasa cukup berat. Karena itu, ia memilih berbisnis sendiri.

Namun, perjalanan awalnya tidak semulus yang diperkirakan. Perempuan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerja Sama Yogyakarta ini sempat mengalami kesulitan untuk mengembangkan usahanya lantaran produk yang dijual mandek. Ia hanya mampu memasarkan kepada teman dan tetangga terdekat, itupun tidak berjalan dengan baik. Niat untuk membuka toko pun tidak bisa dilakukan karena biaya sewa yang cukup besar.

"Waktu itu, suami tidak mau memberikan modal, malah menyuruh saya untuk menghabiskan stok barang dagang yang menumpuk. Kemudian, ia menyarankan untuk berjualan via online, yang saat itu tidak terpikirkan oleh saya sendiri," ungkap ibu dari satu anak ini.

Langkahnya berjualan via online menjadi titik balik untuk usahanya yang diberi nama Kameha Shop. Melalui salah satu platform e-commerce Indonesia, Tokopedia, ia memasarkan produknya berupa tas, tempat pensil, tote bag, handycraft, dan souvenir. Dalam kurun waktu dua tahun setelah bergabung pada bulan Maret 2011, Sri sudah menjual 8,000 produk. Berjalan sampai sekarang, ia bahkan sudah bisa membuka toko offline sendiri seperti yang diharapkan sebelumnya. Namun, penjualan terbesar tetap berasal dari online shop dengan kontribusi mencapai 70%.

Besarnya usaha Sri sekarang sampai membuat sang suami berhenti bekerja dan turut menjalankan bisnis itu bersama. Sampai detik ini, ia sangat bersyukur dengan seluruh pencapaiannya, bisa membantu perekonomian keluarga tanpa melupakan perannya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga. Tidak hanya itu, usahanya pun memberikan berkah bagi orang di sekitarnya. Kini, Sri mempekerjakan 5 orang karyawan dan beberapa tetangganya untuk produk tote bag.

Contoh barang yang Sri jual secara online dengan nama toko Kameha Shop

"Dulu ketika memulai bisnis ini, saya mimpi untuk bisa pergi haji. Alhamdulillan ternyata bisa terwujud, pelan-pelan umrah dulu. Berkat ini juga, alhamdulillah kami sudah punya rumah dan mobil sendiri, mampu menyekolahkan anak, bahkan bisa berlibur bersama keluarga," ucapnya dengan penuh rasa syukur. Kini, ia bermimpi untuk bisa mendirikan pabrik agar dapat memberikan lapangan kerja bagi orang lain yang membutuhkannya.

Sri adalah satu di antara berbagai orang sukses lainnya yang menunjukkan kalau rezeki harus dijemput dengan doa dan usaha yang gigih. Ini seperti yang disebutkan dalam salah satu hadits: Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:

“Sesungguhnya roh al-Qudus telah datang kepada aku memberitahu bahwa seseorang itu tidak akan mati selagi tidak sempurna rezeki Allah swt kepadanya. Maka takutlah kepada Allah swt dan berusahalah dengan baik; dan lambatnya datang sesuatu rezeki itu janganlah menjadi pendorong kepada kamu untuk melakukan usaha mencari rezeki berbentuk maksiat kerana sesungguhnya rezeki Allah swt tidak akan dapat diperolehi melainkan dengan cara ketaatan.” (Riwayat Ibn Majah dan al- Tabrani).

RECOMMENDED FOR YOU