OASE
2018-03-20 20:04:00

Ingin Lebih Baik? Yuk Amalkan 7 Sunah Nabi Ini

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Sahabat Saliha, kewajiban kita sebagai muslimah adalah melaksanakan ibadah wajib sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah swt. Ibadah wajib akan lebih sempurna jika kita menambahnya dengan ibadah Sunah. Karena sesungguhnya ibadah sunah berfungsi sebagai penambal dan penyempurna ibadah wajib kita. Jika di dalam salat kita ada kekurangan maka sempurnakanlah salat sunah untuk menyempurnakannya. 

Berikut ini tujuh sunah Rasulullah yang semestinya kita upayakan dalam keseharian kita untul lebih ber-taqarrub kepada Allah Azza wa Jalla.

Tahajud

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam memuji dan menyanjung mereka yang melaksanakan salat tahajud seperti dalam firman-Nya, “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkah-kan sebagian dari rezeki yang Kami berikan ke-pada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” [As-Sajdah/32: 16-17]

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan apa yang mereka lakukan adalah salat malam dan meninggalkan tidur serta berbaring di atas tempat tidur yang empuk.”

BACA JUGA:

Inilah sunah Rasulullah yang terbukti secara ilmiah

Membaca Alquran Sebelum Terbit Matahari dan Sehabis Maghrib

Sahabat Saliha, sebelum melihat dunia luar, awali pagi kita dengan membuka Alquran. Membacanya dan merenungi maknanya. Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali dengan membaca Alquran. Mari sahabat Saliha, sediakan waktu kita dari dua puluh empat jam untuk membaca dan mentadaburi Alquran

Jangan Tinggalkan Masjid
Allah menjadi saksi atas setiap orang yang memelihara salat berjama`ah dimasjid dengan penuh keimanan. Firman Allah SWT. yang artinya, “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. 9 : 18).

Setiap langkah yang diayunkan seorang muslim untuk menegakkan salat berjama`ah terhitung di sisi Allah sebagai pahala dan ganjaran baginya. Tidaklah setiap ayunan langkahnya melainkan terangkat baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosa untuknya. Sebagaimana hadis yang terdapat di dalam shahihain.

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasululah  saw. Bersabda, “Pahala salat seseorang yang berjamaah melebihi pahala salat sendirian di rumahnya dan dipasarnya dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu apabila ia berwudhu` dengan sebaik-baiknya, kemudian ia pergi menuju mesjid, tidak ada tujuan lain kecuali untuk salat berjama`ah maka tidaklah setiap langkah yang diayunkannya melainkan terangkat baginya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu dosa, apabila ia melakukan salat berjama`ah maka para malaikat senantiasa mendoakannya selama ia masih berada di tempat salatnya dan juga ia belum berhadats. Para Malaikat berdoa : “Allahumma shalli `alaihi, Allahummarhamhu (Ya Allah, Ampunilah dia dan rahmatilah).” Dan tetap ia dianggap salat selama ia menunggu waktu salat berikutnya tiba.” (H.R. Al Bukhari).

Jaga Salat Dhuha

Sahabat Saliha, jangan tinggalkan salat dhuha karena mengerjakannya pahalanya bisa senilai dengan sedekah dengan seluruh persendian. Salat tersebut juga akan memudahkan urusan kita hingga akhir siang. Ditambah lagi salat tersebut bisa menyamai pahala haji dan umrah yang sempurna. Juga salat Dhuha termasuk salat orang-orang yang kembali taat.

Jaga Sedekah Tiap Hari
Sahabat Saliha, sedekah tidak selalu berupa harta benda seperti pemberian uang, pakaian, atau apa pun yang bisa langsung dinikmati penerima dalam bentuk materi. Adalah sekedar senyuman yang meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan.

Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (H.R. Tirmizi dan Abu Dzar).

Siapa yang lebih bahagia? Orang yang menerima sedekah, atau justru yang memberi sedekah? 
Yap, tentu saja orang yang memberi sedekah akan lebih berbahagia. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian. 

Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Public Health pada 2013, ditemukan bahwa orang yang membantu orang lain dapat lebih terlindungi dari dampak negatif stres. 

Selain itu, dalam bukunya, Allan Luks mengatakan bahwa dengan menolong orang lain akan meringankan rasa sakit kita sendiri, mengurangi stres, dan memberi rasa bahagia. Dengan memberikan bantuan secara sukarela akan meningkatkan produksi hormon endorfin, hal itu baik untuk kesehatan jiwa kita. Penelitian yang dilakukan Allan Luks ini melibatkan 3000 sukarelawan, dan 90%-nya merasakan betul manfaat berbagi dengan orang lain. 

Menjaga Wudhu

Secara kesehatan, percikan air dari wudhu mampu merilekskan otot-otot yang tegang dan juga mampu membersihkan kotoran-kotoran yang menempel di tubuh, terutama wajah. Bukan hal yang sering kita lihat di iklan-iklan bahwa kotoran yang menempel pada wajah mampu menimbulkan masalah kulit dan kesehatan, seperti jerawat dan komedo.

Wudhu ternyata lebih dari sekedar hikmah untuk membersihkan diri dari segala kotoran dan hadas kecil yang menempel. lebih dari itu, wuduh ternyata memapu menjadi pengampun dosa yang telah kita lakukan dan juga pemberi syafaat untuk kita nanti.

Dari Abu Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam di pagi hari memanggil Bilal lalu berkata, “Wahai Bilal, kenapa engkau mendahuluiku masuk surga? Aku tidaklah masuk surga sama sekali melainkan aku mendengar suara sendalmu di hadapanku. Aku memasuki surga di malam hari dan aku dengar suara sendalmu di hadapanku.”

Bilal menjawab, “Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan salat dua raka’at sedikit pun. Setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu dan aku membebani diriku dengan salat dua raka’at setelah itu.” (HR. Tirmidzi no. 3689 dan Ahmad 5: 354. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadis tersebut hasan)

Amalkan Istighfar Setiap Hari
“Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)

Ayat di atas menjelaskan dengan gamblang bahwa di antara manfaat istighfar adalah turunnya hujan, lancarnya rezeki, banyaknya keturunan, suburnya kebun serta mengalirnya sungai.

Maka silahkan perbanyaklah istighfar, serta rasakanlah manfaatnya. Jika buahnya belum terlihat juga, perbanyaklah terus istighfar dan jangan pernah berputus asa. Perbanyaklah membacanya dalam setiap kesempatan, kapan dan dimanapun ketika memungkinkan; di waktu-waktu kosong saat berada di kantor, ketika menunggu dagangan di toko, saat menunggu bus dan lain sebagainya.

Sahabat Saliha, semoga Allah mudahkan diri kita untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunah tanpa meninggalkan ibadah wajib. Semoga Allah memberikan kelimpahan rahmat-Nya dan keberkahan dalam kehidupan kita. 

Artikel ini merupakan kiriman kontributor Heny Sulistiyani, Magelang. Pemburu buku dan mencintai tulisan sebagai tarian pena untuk terapi diri dan mengingatkan diri sendiri lewat dunia literasi. Berusaha menjadi sebaik baik manusia, yaitu manusia yang bermanfaat untuk sesama, salah satunya lewat tulisan.

RECOMMENDED FOR YOU

SUBCRIBE TO THE NEWSLETTER

Segala bentuk informasi yang Anda dapatkan dalam website ini telah terverifikasi dengan baik, sehingga kebenaran nilai informasi yang terkandung di setiap berita dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak PT Ikra Tama Mandala.