TRAVEL
2017-11-30 14:08:00

Semarak Maulid Rasulullah SAW di Indonesia

BY MEDIA SARI

SALIHA.ID - Sebagai negara republik yang terdiri dari beragam suku bangsa, Indonesia memiliki berbagai tradisi unik yang patut dilestarikan. Salah satunya adalah Maulid Nabi Muhammad yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW ini, dirayakan dengan berbagai cara yang unik sesuai adat istiadat daerah setempat. Apa aja, sih?

Grebeg Maulud, Yogyakarta

Tradisi yang dikenalkan pertama kali oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I ini, merupakan upacara yang awalnya bertujuan untuk menyebarkan dan melindungi agama Islam. Dalam tradisi Grebeg Maulud ini, keraton Yogyakarta mengeluarkan gunungan berisi hasil bumi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. 

Gunungan tersebut terdiri dari gunungan putri, kakung, darat, gepak, dan pawuhan. Gunungan biasanya diperebutkan warga di halaman masjid Gede, Kadipaten Puro Pakualaman dan di kantor Gubernur DIY komplek kepatihan Yogyakarta.

Ngalungsur Pusaka, Garut 

sumber foto : kabarwisata.com

Upacara yang berlangsung di makam keramat Godog, Desa Lebak Agung, Kabupaten Garut ini merupakan tradisi membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Prabu Kiansantang atau Syekh Sunan Rochmat Suci sebagai orang yang berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Pasundan.

Tradisi ini dimulai dengan dibawanya tempat benda pusaka yang disimpan di makam hingga ke aula dan dilakukan pembersihan kemudian dikembalikan ke tempat semula oleh kuncen berseragam gamis hijau. Tak hanya itu, upacara ini juga diisi dengan khitanan tiga orang anak laki-laki sebagai syarat menjadi umat Islam.

Bungo Lado, Padang Pariaman

sumber foto : andri.ahli.it

Tradisi yang dimiliki warga Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat ini merupakan pohon hias berdaunkan uang yang disebut juga dengan pohon uang. Uang kertas dari berbagai macam nominal itu ditempel pada ranting-ranting pohon yang dipercantik dengan kertas hias. Lalu pohon uang dari beberapa dusun tersebut dikumpulkan untuk sumbangan pembangunan rumah ibadah.

Maudu Lompoa, Takalar

sumber foto : mrizag.com

Tradisi yang berasal dari Cikoang, Takalar, Sulawesi Selatan ini memakan waktu 40 hari dalam persiapannya. Diawali dengan mandi di bulan Syafar yang dipimpin para sesepuh atau tetua. Lalu pada hari maulid, masyarakat Cikoang yang berpakaian adat akan berjalan beriringan sambil memikul julung-julung berisi telur hias, ayam, beras setengah matang, beras ketan, mukena, kain khas Sulawesi dan aksesoris lainnya. Nantinya julung-julung tersebut akan diperebutkan oleh semua orang.

Kirab Ampyang, Kudus

sumber foto : islaminindonesia.com

Tradisi yang merupakan sarana penyiaran Islam di Kota Kretek ini awalnya dilakukan oleh Ratu Kalinyamat dan suaminya Sultan Hadirin. Dimulai dengan menyajikan makanan yang dihiasi ampyang atau nasi dan krupuk yang diarak keliling Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, lalu menuju ke Masjid Wali At Taqwa.

Sesampainya di masjid, ampyang tersebut didoakan oleh ulama setempat, kemudian dibagikan kepada warga setempat untuk mendapatkan berkah. Kegiatan ini diramaikan dengan sejumlah kesenian, seperti visualisasi tokoh-tokoh yang berjasa pada saat berdirinya Desa Loram Kulon serta visualisasi sejarah pendirian Masjid Wali At Taqwa.

RECOMMENDED FOR YOU