TRAVEL
Hal yang perlu diperhatikan saat traveling ke Jepang
2018-01-16 13:55:00

12 Do’s dan Don’ts yang Harus Diperhatikan Saat Liburan di Jepang

BY DINA LATHIFA

SALIHA.ID - "Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya" peribahasa yang perlu diingat saat sahabat Saliha saat travelling. Sebab saat menapaki jejak di suatu kota atau negara, kamu perlu mengenal dan mengikuti aturan dan budaya yang berlaku di sana.

Melansir dari Have Halal Will Travel, jika berencana ke Jepang di tahun 2018 ini, ada do's and don'ts yang perlu diperhatikan saat menikmati destinasi di negeri Sakura ini!

1. Menyapa dengan anggukan kecil atau postur tubuh membungkuk

Jepang terkenal dengan budaya sopan santunnya yang diunjung tinggi oleh penduduknya, dan salah satunya adalah menyapa orang dengan anggukan kecil atau badan yang membungkuk. Gerakan ini mencerminkan apresiasi atau rasa hormat akan kehadiran satu sama lain. Besaran derajat membungkuk diukur berdasarkan kedudukan seseorang yang dihormati.

2. Jangan telat!

Sudah menjadi ciri khas warga Jepang untuk bersikap disiplin dan tepat waktu, bahkan jadwal transportasinya selalu sesuai dengan jam yang sudah ditentukan. Jadi, pastikan sahabat Saliha tidak telat kalau tidak ingin ketinggalan keberangkatan kendaraan!

3. Mengetahui adab makan Jepang

Mulai berlatih memegang sumpit karena itu adalah alat makan yang digunakan di Negeri Sakura. Namun kalau tidak memungkinkan, tidak ada salahnya untuk meminta sendok dan garpu pada pramusaji.

Selain itu, pahami adab makan di negara itu. Misalnya, ambil makanan dari satu piring hidangan dan letakkan itu terlebih dahulu pada piring saat menyantap hidangan bersama-sama. Lalu, tempatkan sumpit di atas penutup tempat nasi setelah selesai makan.

Jika menempatkannya tepat di atas mangkok tanpa penutup, itu menandakan kamu sedang berduka pada kematian seseorang.

4. Habiskan makananmu!

Jika Rasulullah melarang adanya sisa makanan karena mubazir, Jepang menganggap hal ini sebagai kurangnya rasa hormat pada Chef  yang telah menyiapkan hidangan itu. Jika bisa, pesan makanan dengan porsi secukupnya. Kalau punya pola diet yang tidak bisa dilanggar, beritahukan pada pramusaji sehingga mereka bisa menyediakan menu sesuai untukmu.

5. Jangan bersendawa atau mengunyah dengan keras

Dua hal itu sangat tidak disarankan untuk dilakukan di seluruh tempat makan di Jepang. Mereka menerapkan rasa hormat saat menikmati sajiannya di tempat umum. Bahkan di beberapa restoran lokal, perbincangan dengan nada keras bisa mengganggu orang-orang di sekitar.

6. Jangan memberi upah lebih!

Budaya memberi upah lebih atau tipping tidak diberlaku di Negeri Matahari Terbit ini. Sekalipun sahabat Saliha terbiasa melakukannya, jangan merasa tidak enak saat tidak memberi tips. Sebaliknya, warga Jepang sangat menghargai ucapan terima kasih, lo. Kalau setelah makan, ucapkan  "Gochisosama deshita," yang berarti "Terima kasih untuk makanannya!"

7. Lepas sepatu saat masuk ruangan

Sama seperti budaya negeri benua Asia pada umumnya, warga Jepang membudayakan lepas sepatu sebelum masuk rumah. Jadi kalau sahabat Saliha berkunjung ke rumah teman di sana, lepas sepatu dan pakai sendal yang telah tersedia di rak depan pintu rumah.

8. Jangan membawa payung basah ke dalam ruangan

Saat mengunjungi Jepang di musim salju, atau musim dengan intensitas hujan yang tinggi, selalu ingat untuk tidak membawa payung atau jas hujan basah masuk ke dalam ruangan. Tinggalkan benda itu di luar untuk mencegah lantai basah.

9. Menghormati keyakinan dan tempat ibadah di sana

Kuil dan pura adalah tempat suci bagi warga Jepang. Saat mengunjungi kedua tempat itu, maupun area lain yang dianggap sakral, selalu bersikap sopan dan hargai orang-orang yang sedang beribadah di sekitarmu. Saat memasuki area kuil, tunjukkan rasa hormat dengan berdoa dalam hati di depan benda suci. Kebanyakan kuil juga menyediakan dupa untuk dibakar dan ditaruh di pedupaan.

10. Jangan mengambil gambar di dalam kuil

Area kuil terbuka untuk para turis mengambil gambar, namun selalu patuhi tanda larangan berfoto di dalam ruang kuil. Flash kamera, misalnya, bisa mengganggu mereka yang sedang khusyuk beribadah. Jangan dilanggar, ya!

11. Membungkus barang yang ingin diberikan pada teman

Warga Jepang juga terkenal dengan keahlian membungkus kado, dengan kertas dan lipatan origami yang cantik. Jadi saat membeli hadiah untuk teman, jangan lupa membungkusnya! Alternatif lain, bisa dengan menempatkan hadiah itu dalam paper bag yang lucu.

12. Menghindari angka yang dianggap sial

Angka 4 dan 9 adalah angka yang dianggap sial oleh warga setempat, dan sahabat Saliha perlu mengingat ini, termasuk dalam memberikan hadiah pada teman. Juga, hindari memberikan jam dinding, sisir, gunting, atau pisau karena dianggap kurang menghormati.

Sebelum memulai travelling ke kota atau negara baru, pastikan untuk memahami budaya yang berlaku di sana sehingga menghindari adanya salah paham dan kamu dapat menikmati perjalanan selaiknya wisatawan domestik!

RECOMMENDED FOR YOU