TRAVEL
Foto: Gekko Gallery / Shutterstock.com
2018-04-17 16:02:00

Ingin Liburan di Bali Saat Nyepi? Ini Tipsnya

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Selain Galungan dan Kuningan, Nyepi adalah perayaan terbesar di Bali. Bisa dibilang, seluruh masyarakat Bali turut andil dalam perayaan ini. Banyak upacara dilakukan untuk menyambut Nyepi. Kita juga dapat menikmati persiapan-persiapan Nyepi ini di seluruh Bali.

Alih-alih menggunakan sistem kalender umum, masyarakat Bali menggunakan kalender Saka sebagai acuan menentukan hari raya dan hari baik. Nyepi diperingati setiap Tilem Kesanga atau hari pertama bulan kesembilan perhitungan kalender Saka.

Nyepi adalah pergantian tahun Saka. Dengan kata lain, Nyepi adalah sebuah perayaan tahun baru.

Hingga kini, masyarakat Bali masih menyambut Nyepi dalam perayaan-perayaan yang megah. Dari sebulan sebelumnya, masyarakat Bali sudah menyiapkan berbagai upacara. Di antara upacara-upacara ini, upacara terpenting adalah upacara Melis atau Melasti.

Upacara Melasti. Foto: Sudarsani Ida Ayu Putu / Shutterstock.com

Dalam upacara Melis, umat Hindu akan berbondong-bondong ke pantai atau sumber mata air lain. Banyak di antara mereka yang membentuk arak-arakan panjang. Dengan menggunakan pakaian adat, mereka berjalan kaki sepanjang jalan raya.

Masyarakat Bali juga akan menyiapkan berbagai ogoh-ogoh untuk menyambut hari Pengerupukan. Mulanya, ogoh-ogoh merupakan simbol dari bhuta kala atau unsur negatif. Karena itu, dahulu hampir semua ogoh-ogoh berbentuk raksasa atau makhluk-makhluk menyeramkan lain. Sebutlah itu rangda, celuluk, atau setan-setan dengan mata menyala-nyala.

Ada sedikit pergeseran budaya yang terjadi saat ini. Jika dahulu ogoh-ogoh dikatakan sebagai lambang kejahatan yang harus dibakar, kini ogoh-ogoh diperlombakan dan disimpan walau Hari Nyepi sudah berakhir. Ogoh-ogoh tidak lagi berwujud raksasa atau setan-setan, tapi sudah berwujud makhluk-makhluk lain, termasuk manusia dan tokoh-tokoh terkenal. Beberapa ogoh-ogoh kecil juga dibuat untuk anak-anak, dan ini murni untuk dijual.

Meskipun demikian, Perayaan Pengerupukan masih berjalan sebagaimana biasa. Mulai pagi hari, orang-orang sudah menghaturkan berbagai banten (sesajen). Jelang maghrib, masyarakat Bali membuat suara-suara berisik. Sambil memukul besi dan berbagai benda lain, mereka membawa bakaran daun kelapa kering mengelilingi rumah. Dipercaya, suara berisik dan api tersebut akan menghalau kekuatan jahat yang ada di bagian-bagian rumah.

Ketika hari Nyepi, seluruh masyarakat Bali diwajibkan untuk mengikuti Catur Brata Penyepian. Catur Brata Penyepian ini adalah: Amati Geni (tidak menyalakan api/cahaya), Amati Karya (tidak melakukan pekerjaan apapun), Amati Lelanguan (Tidak menghibur diri), dan Amati Lelungayan (tidak bepergian keluar rumah).

Foto: Putu Felisia

Pada Hari Raya Nyepi, seluruh aktivitas di Bali berhenti sepenuhnya. Bandara dan pelabuhan ditutup sehari. Seluruh tayangan televisi tidak naik siar. Jalanan kosong karena tidak ada kendaraan di jalan raya.

Yang paling menarik, pada malam harinya kita akan bisa melihat bintang-bintang bersinar dengan begitu terang. Tidak adanya polusi cahaya membuat benda-benda langit bisa bercahaya dengan maksimal.

Kalau Sahabat Saliha ingin merasakan pengalaman melalui Hari Raya Nyepi di Bali, sahabat bisa menjadwalkan liburan sekitar bulan Maret. Untuk kenyamanan berlibur, ada beberapa tips:

Pahami peraturan-peraturan di tempat sahabat menginap.

Adat dan kebiasaan satu tempat bisa berbeda dengan adat dan kebiasaan di tempat lain. Karena itu, ada baiknya sahabat menanyakan dulu, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama Nyepi.

Hotel memberi kenyamanan lebih, terutama untuk sahabat yang mengajak anak-anak.

Meski suasana Nyepi sangat langka dan unik, tidak semua orang bisa bertahan seharian tanpa hiburan, makanan, dan juga penerangan lampu. Anak-anak biasanya akan cepat bosan. Namun, hotel memiliki toleransi lebih untuk keluarga yang mengajak anak-anak. Sahabat bisa mengajak anak-anak bermain ke playground atau berenang di kolam renang. Hotel-hotel di Bali juga biasanya memiliki paket-paket Nyepi, hingga sahabat tidak perlu mengkhawatirkan soal konsumsi.

Siapkan obat-obatan dan nomor-nomor telepon penting.

Tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi di hari Nyepi. Karena itu, penting menyiapkan obat-obatan untuk penyakit umum. Jangan lupa juga sediakan nomor telepon rumah sakit. Rumah sakit tetap beroperasi di hari Nyepi. Jadi, kalau sahabat benar-benar dalam situasi genting, sahabat bisa meminta rumah sakit mengirimkan ambulans.

Siapkan persediaan makanan beberapa hari sebelum Nyepi.

Menjelang malam Pengerupukan, semua toserba, supermarket, hingga pasar tradisional akan semakin ramai. Untuk menghindari antrian berjam-jam dan kemacetan, ada baiknya sahabat menyiapkan bahan makanan hingga cemilan untuk keluarga.

Pusat-pusat perbelanjaan masih memerlukan waktu untuk kembali beraktivitas normal. Karena itu, walau Nyepi sudah berakhir, akan ada sedikit kesulitan mendapatkan bahan-bahan makanan, terutama bahan-bahan segar.

Untuk sahabat yang senang dengan suasana hening, momen Nyepi adalah pilihan paling tepat untuk berlibur. Selain menikmati suasana, sahabat juga dapat menikmati beberapa tradisi lokal, seperti tontonan ogoh-ogoh, atau arak-arakan Melis.

Tapi, jangan lupa … di manapun sahabat menginap, sahabat harus selalu menghormati Catur Brata Penyepian.

Selamat berlibur!

Tulisan ini merupakan kiriman kontributor Putu Felisia, Bali.

RECOMMENDED FOR YOU