TRAVEL
2018-04-06 16:22:00

Di balik Jeruji, Wisata Unik Kunjungi Penjara Alcatraz

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Pernah dengar Penjara Alcatraz? Mungkin anda membayangkan suasana penjara super ketat, tempat penjahat kelas kakap, persis seperti film Escape from Alcatraz (1996). Ya, beberapa penjahat terkenal memang ditempatkan di sana. Sebut saja bos mafia Al Capone dan pembunuh berdarah dingin Robert Franklin Stroud yang menjadi penghuninya selama bertahun-tahun. Hmmm menyeramkan. 

Namun jika suatu saat anda mampir ke San Fransisco, anda perlu membuktikan keseraman itu. Sejak ditutup tahun 1963, penjara ini dijadikan sebagai obyek wisata sejarah yang sangat menarik.  Wisata ke Alcatraz memberi suasana berbeda, unik, dan sangat mengesankan. Tertarik? Yuk saya ceritain bagaimana wisata ke sana dan apa saja yang ada di sana ya.

Alcatraz terletak di teluk San Fransisco.  Untuk menuju ke sana, kita harus menyeberang dari Pier 33 dengan menggunakan Alcatraz Cruise (hanya perusahaan ini yang diperbolehkan mendaratkan penumpang ke Alcatraz, lainnya hanya berkeliling). 

Tiket penyeberangan harus dibeli 1,5 – 3 bulan sebelum kunjungan melalui website resmi, mengingat sangat banyak pengunjung yang ingin berwisata ke Alcatraz. Anda dapat mencetak e-tiket di rumah atau mengambil di loket pada hari keberangkatan, dengan membawa kartu kredit yang digunakan untuk memesan dan identitas berfoto.

Sebenarnya ada tiket harian dijual di Pier 33, namun harus mengantri sejak jam 6 pagi.  Tour yang disediakan terdiri dari 5 macam, yaitu Early Bird Tour, Day tour, Night Tour, Behind the Scenes Tour, dan Alcatraz & Angel Island Tour.  Harga tiket masing-masing tour berbeda. 

Jika Sahabat Saliha ingin suasana nyaman dan menghindari keramaian, sebaiknya lakukan wisata di awal November, Desember, atau di musim dingin Januari – Maret.  Namun jika ingin menikmati cuaca terindah, sebaiknya pada bulan April-Mei atau September-Oktober. Jadwal keberangkatan dimulai pukul 08.45 (Early Bird), kemudian dilanjutkan dengan Day Tour sejak pukul 09.30 dan kemudian dilanjutkan setiap 30 menit sejak pukul 10.00 hingga 01.35 sore. 

Untuk Night Tour hanya ada dua keberangkatan, yaitu pukul 03.50 dan 04.45 sore.  Behind The Scenes Tour pukul 02.10 dan 02.40 sore. Sebelum berangkat, kita diminta antri di Pier 33.  Setiap orang akan difoto dengan latar belakang Alcatraz, namun jangan kaget kalo ketika pulang kita diminta membayar foto tersebut.

Tour memakan waktu 2,5 – 3 jam termasuk penyeberangan 20 – 30 menit.  Tidak diperkenankan makan di sana, sehingga pastikan anda tidak dalam kondisi kelaparan di sana.  Tidak perlu khawatir, karena banyak restoran di sekitar Pier 33 atau cemilan kecil di cruise. Cuaca di Alcatraz cenderung berkabut, meski di siang hari serta cuacanya sering berubah susah diperdiksi. Jadi, siapkan jaket jika anda tidak terbiasa dengan udara dingin. Kenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. 

Harga tiket sudah termasuk untuk fasilitas audio tour, yaitu berupa audio portable dan headphone yang akan menuntun kita menyusuri ruang-ruang Alcatraz. Dalam audio tersebut dijelaskan mengenai ruang, fungsinya dan siapa yang pernah menghuni sel-sel tertentu.  Kita akan larut dalam cerita menarik dari audio tersebut sambil membayangkan kondisi saat itu. Tersedia pilihan bahasa Belanda, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea, Mandarin, Portugis, Rusia, dan Spanyol.  Selain itu, juga terdapat ruang untuk menonton film dokumenter Discovery channel yang menceritakan tentang Alcatraz.

Alcatraz terdiri dari 4 lantai dengan 336 kamar yang tidak pernah terisi penuh (terbanyak 302 narapisana selama 8 tahun).  Setiap lantai berisi 4 blok sel  berukuran 2 x 3 meter dengan fasilitas masing-masing tempat tidur pendek, kasur, selimut, closet dan wastafel.  Setiap sel berisi satu orang narapidana. Mereka tidak diperkenankan berbicara satu sama lain kecuali di ruang makan.

Ada blok yang khusus, yaitu Blok D yang sering disebut The Hole.   Blok ini merupakan sel isolasi bagi penjahat yang mencoba melarikan diri atau sering berkelahi di penjara.  Selnya tertutup, gelap, lembab, ditutup pintu besi rangkap dua. Narapidana yang ditempatkan di Blok D ini tidak selamanya, maksimal 19 hari, lalu dikembalikan ke sel sebelumnya.

Narapidana yang ditempatkan di Alcatraz adalah mereka yang sering terlibat perkelahian di penjara biasa.  Meskipun di sini adalah penjahat-penjahat kelas kakap, namun tidak pernah ada hukuman mati di sana. Melarikan diri dari Alcatraz adalah sangat sulit. Tercatat 14 kali usaha pelarian yang melibatkan 36 narapidana. Namun 23 di antaranya tertangkap kembali, tertembak mati atau meninggal karena kedingingan berenang sebelum sampai ke daratan. 

Laut sekitar Alcatraz memang sangat dingin dan berarus kuat.  Namun ada juga kisah pelarian yang berhasil dan tidak pernah tertangkap, yaitu dua bersaudara Clarence dan John Anglin serta Frank Morris yang merupakan perampok dan penjahat narkoba. Mereka telah merancang cara pelarian selama sembilan bulan, yaitu dengan membuat lubang di bawah dinding setiap sel, menembus lubang fentilasi menuju atap penjara. 

Behind The Scenes

Salah satu program tour yang menarik adalah Behind The Scenes. Tour ini dikemas berbeda dengan tour lainnya, yaitu berupa petualangan berkelompok (maksimal 30 orang) untuk menemukan petunjuk masa lalu pulau yang mempesona. Tour ini berlangsung selama 4-5 jam (termasuk penyeberangan pulang pergi). 

Wisatawan diajak memasuki terowongan sempit, tangga curam, penjara bawah tanah yang merupakan area terlarang untuk umum.  Wisata dilanjutkan dengan tour audio menyusuri sel tahanan di malam hari, berhenti dan membayangkan berada di sel isolasi yang gelap sembari mendengarkan kisah kehidupan di dalamnya. Anak-anak dilarang ikut program ini.

Outdoor view

Berbeda dengan di dalam penjara yang “dingin”, pemandangan di luar penjara sangat cantik. Sepanjang jalan menuju penjara sangat asri.  Hijau pepohonan yang berbatasan dengan lautan biru di sekelilingnya membuat hati terasa damai.  Banyak burung kita temukan di pulau Alcatraz, sesuai dengan arti nama Alcatraz.

Adalah seorang warga Spanyol bernama Juan Manuel de Ayala, yang merupakan warga Eropa pertama yang berlayar menuju Golden Gate tahun 1775. Dia yang memberi nama pulau itu dengan nama La Isla de Los Alcatraz (Pulau burung pelican).  Hingga kini kita temukan banyak burung di pulau tersebut. Masihkan merasa terpenjara di Alcatraz?
 
Tulisan ini merupakan kiriman kontributor Dyah Nirmalawati T. Penulis adalah seorang Ibu rumah tangga yang juga menjadi dosen di salah satu kampus ternama di Jakarta Selatan.  Berpengalaman menulis penelitian ilmiah, mengikuti konferensi nasional dan internsional.  Saat ini kegiatan sehari-harinya adalah menulis disertasi dan pengalaman dalam kehidupannya, termasuk travelling.
RECOMMENDED FOR YOU