TRAVEL
2018-01-12 17:56:00

Susur Benda Sejarah Museum di Tengah Kebun

BY SYARIFAH AULIA

SALIHA.ID - Pertumbuhan pembangunan yang cukup pesat membuat generasi muda terlupa akan keseruan saat mengunjungi berbagai tempat yang kaya akan sejarah dan filosofi negeri tercinta. Mengelilingi tiap sudut museum membawa kita akan memori masa lampau. Dimana ragam peristiwa terbungkus rapi dalam deretan benda-benda antik.

Salah satu tempat unik yang berada di Kemang, Jakarta Selatan, menawarkan destinasi wisata baru yang menarik. Museum di tengah kebun menjadi bentuk nyata rasa nasionalisme anak negeri.

Saat kali pertama tiba di gerbang museum, pintu kayu besar berwarna cokelat kokoh menutup rapat pemandangan area museum. Memasuki bagian dalam, terdapat lorong panjang berupa jalan setapak yang dikelilingi pepohonan rindang. Suasananya membuat kita lupa akan keberadaan museum di tengah ibukota.

Museum ini mewajibkan setiap pengunjung terdiri dari 7-12 orang dalam satu rombongan dengan catatan sudah reservasi terkait kedatangan dan tidak dipungut biaya sepeserpun. Jadi, kita tidak bisa mengunjunginya sewaktu-waktu tanpa konfirmasi.

Museum yang memiliki luas sekitar 3500 meter persegi ini, mengoleksi ribuan benda-benda sejarah Indonesia yang berada di dalam maupun luar negeri. Macam-macam pula alkisah dibaliknya, ada yang telah dijual, ada pula yang dirawat kolektor lainnya. Benda-benda itu tersebar di berbagai belahan dunia, diantaranya Australia, Eropa, India, Amerika dan Hongkong.

Sjahrial Djalil sang pemilik museum mengaku telah berpetualang selama 42 tahun untuk berburu benda antik ini. Hingga kini, koleksi yang terdapat di Museum sekitar 2.841 dengan berbagai jenis, mulai dari patung, lukisan, artefak, pohon dan masih banyak lagi.

Koleksi batang pohon Triassic yang berasal dari Pulau Jawa ternyata berusia 248 juta tahun sebelum masehi menghiasi pekarangan rumahnya. Lalu, adapula fosil kerang yang berasal dari Masa Jurasic berusia 230 juta tahun sebelum masehi. Dan semuanya masih terawat serta terpelihara dengan sangat teliti.

"Paman sangat menjaga barang-barang heritage ini. Bahkan, Ia tak takut menaruh beberapa koleksi berharga di pekarangan misalnya. Beberapa patung dan keramik sengaja di pajang menghiasi bagian museum. Setiap sudut museum ini merupakan bentuk cinta Sjahrial pada Indonesia," ungkap Mirza, selaku pengurus museum sekaligus keponakan Sjahrial.

Musuem di tengah kebun ini sekiranya telah menjadi muara terakhir ribuan benda-benda heritage dari 63 negara, namun 90 persen diantaranya berasal dari negeri kita tercinta. Uniknya bangunan rumah yang berada tepat di tengah kebun, didirikan dari material bekas pembokaran gedung tua pada masa VOC. Kalau dihitung-hitung, batu bata tersebut sudah berusia 400 tahunan. Pintunya pun merupakan besi bekas penjara wanita di abad ke-18.

Kita membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk menelusuri setiap sudut museum. Karena, satu benda memiliki cerita dan filosofi tersendiri. Museum di tengah kebun ini bukan hanya menjadi labuan terakhir benda antik melainkan pembelajaran tentang peradaban jaman.

Impian sang pemilik museum pun begitu sederhana.

"Kelak jika aku meninggal dan kembali ke haribaan yang maha kuasa. Ceritakan dan berikanlah koleksi-koleksi ini pada cucu-cucu bangsa Indonesia kelak. Mereka harus tahu bahwa benda ini menjadi saksi bisu peradaban manusia, termasuk Indonesia."

 

 

RECOMMENDED FOR YOU