TRAVEL
2017-12-14 20:41:00

7 Hal yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Traveling ke China

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Tidak banyak yang mengira bahwa China, atau yang sekarang lebih sering disebut sebagai Tiongkok, memiliki banyak destinasi wisata yang menarik dan unik. Tiongkok menawarkan wisata alam, wisata sejarah, dan kemegahan kota. Tidak hanya di kota-kota besar yang lazim dikunjungi wisatawan seperti Beijing, Shanghai, Shenzen dan Guangzhou, beberapa kota seperti Chengdu dan Kunming yang jauh dari ibukota negara, juga memiliki destinasi alam yang wajib dikunjungi. Sebut saja Taman Nasional Jiuzhaigou dan Taman Habitat Panda.

Namun, sebelum Sahabat Saliha memutuskan untuk membeli tiket untuk traveling ke Tiongkok, bacalah 7 informasi di bawah ini, ya.

Sebagian besar penduduk Tiongkok Daratan tidak bisa berbahasa Inggris. 

Fyi, Tiongkok Daratan adalah sebuah istilah yang merujuk pada penduduk Tiongkok yang tinggal di daratan yang besar, sebagaimana kita ketahui negara Tiongkok sangat luas dan ada bagian wilayahnya yang terpisah dari daratan yaitu Hong Kong, Macau, dan Taipei.

Berbeda dengan Hong Kong di mana Sahabat bisa dengan mudah memesan makanan, bertanya nama jalan atau nama lokasi ke pedagang koran maupun penjaga warung dengan menggunakan Bahasa Inggris. Di China, tidak peduli apakah di kota kecil maupun di kota besar seperti Guangzhou, mayoritas dari penduduk lokal tidak akan merespon wisatawan yang bertanya dengan bahasa Inggris. Jadi, Sahabat Saliha harus siap sedia kamus mini yang mudah dibawa maupun kamus elektronik di handphone, ya!

Harus selalu membawa tissue basah

Sahabat Saliha mungkin bertanya-tanya, untuk apa? Selain berguna untuk membersihkan tangan sehabis makan, tissue basah akan sangat kamu butuhkan kalau ke toilet. Yap, hampir semua toilet umum di stasiun, terminal, maupun di kereta api, umumnya dalam keadaan yang kurang bersih.

Bahkan, di beberapa daerah Sahabat Saliha bisa sering menemukan (maaf) kotoran manusia di tempat sampah maupun di pinggir jalan. Di kota Chengdu, Provinsi Sichuan, Sahabat Saliha bisa melihat balita memakai celana yang berlubang di bagian belakang. Siapa sangka, celana yang berlubang itu ternyata berfungsi agar si anak bisa dengan mudah buang air besar maupun air kecil kapanpun ia ingin.

Menurut informasi dari kawan, penduduk percaya bahwa manusia tidak boleh lama-lama menahan keinginan untuk buang air, sebab itu adalah racun yang berbahaya untuk tubuh dan harus segera dikeluarkan. Hm..

Ingin mendapat pengalaman berbeda? Cobalah untuk naik kereta antar provinsi

Tiongkok adalah negara yang memiliki sistem perkereta-apian yang tertata dengan rapi. Bahkan, negara tirai bambu ini memberikan keleluasaan bagi penumpangnya untuk memilih mau duduk di kursi ataupun tidur di kasur. Hah, kasur?

Iya, Sahabat Salihat bisa naik kereta sambil tidur-tiduran di kasur tingkat. Ada beberapa opsi yang bisa Sahabat pilih, seperti hard sleeper yang terdiri dari 6 kasur tingkat dalam satu ruangan dengan komposisi 3 di sisi kanan dan 3 di sisi kiri.

Ada juga soft sleeper yang lebih nyaman, sebab hanya ada 4 kasur tingkat dengan komposisi 2 di sisi kanan dan 2 lainnya di sisi kiri. Sahabat pun bisa lebih leluasa bergerak. Selain itu, ada pintu ruangan yang dapat di buka dan ditutup ala Hogwarts Express untuk menjaga privasi. Jika memiliki budget berlebih dan ingin kenyamanan extra, Sahabat Saliha bisa memilih deluxe soft sleeper.

Pilihan untuk tidur di kereta ini sebagai bagian dari menjaga kenyamanan penumpang. Sebab, Tiongkok adalah negara yang sangat luas. Antara satu kota ke kota lain bisa memakan waktu lebih dari 24 jam. Contohnya saja, jarak dari Hangzhou ke Chengdu sekitar 33 jam perjalanan. Biasanya, ada tipe kereta yang menawarkan waktu tempuh yang lebih singkat, tetapi dengan harga yang lebih mahal. Untuk mengisi kebosanan, biasanya para penumpang saling bercengkerama, bermain kartu, dan melakukan aktivitas lain. Sahabat akan merasakan keramahan para penumpang lokal disini. Bagaimana, menarik bukan?

Penduduk lokal yang unik dan kreatif

Jangan kaget jika nanti Sahabat Saliha menemukan beberapa motor yang dilengkapi payung yang terpasang di bagian depan motor. Uniknya, payung ini tidak berbentuk bulat seperti payung pada umumnya, melainkan memanjang hingga ke bagian belakang motor. Inovasi ini memungkinkan penumpang motor tidak kehujanan atau kepanasan. Wah unik ya. 

Selain itu, penduduk lokal juga suka memasang payung di sepeda onthelnya, lho. Jadi tidak perlu repot-repot memegangi payung lagi. Terkadang, ada beberapa penduduk lansia yang suka menghabiskan sore harinya dengan berdansa di tempat umum. Wah, so sweet!

Mau dapet diskon ke tempat wisata? Bawa kartu pelajar!
Beberapa lokasi wisata memberikan penawaran yang menggiurkan, misalnya saja potongan 50% bagi pelajar dan mahasiswa. Wah, siapa yang mau? Akan lebih baik kalau Sahabat Saliha menunjukkan international student card yang bisa Sahabat Saliha peroleh di organisasi tertentu. Sebab, biasanya kartu tersebut berlaku umum dan dapat digunakan di hampir semua lokasi wisata.

Kunjungi panda di habitatnya

Sebetulnya Sahabat Saliha bisa melihat hewan yang menggemaskan ini di beberapa kebun binatang di kota-kota besar. Namun, lebih menyenangkan apabila Sahabat Saliha bertemu Panda di habitat aslinya, yakni di Chengdu Panda Breeding and Research Base yang terletak di kota Chengdu. Waktu yang disarankan untuk berkunjung adalah pada musim dingin yang biasanya berlangsung akhir tahun sampai awal tahun. Sebab, pada musim dingin para panda diperbolehkan keluar dari kandangnya. 

Sementara pada musim panas, si wild animal ini harus masuk ke kandang yang dipenuhi es balok dan ber-AC sebab mereka tidak tahan panas. Hihihi, lucu sekali ya! Disini Sahabat Saliha bisa melihat berbagai jenis Panda, jika beruntung, Sahabat bisa melihat Panda yang masih bayi dan berwarna merah. Cuteness overload!

Bawa makanan siap saji
Traveling di negara minoritas muslim itu bisa menjadi tantangan tersendiri ya, Sahabat, khususnya jika perut kita sudah bergemuruh. Jika Sahabat Saliha berwisata ke Guangzhou, Sahabat bisa dengan mudah menemukan rumah makan halal yang umumnya memiliki gerai berwarna hijau dengan huruf arab.

Sementara di kota lain seperti di Kunming, Sahabat Saliha bisa menemukan orang muslim yang memakai jilbab dan peci berjualan makanan halal di pinggir jalan. Namun, penyebaran restoran halal ini tidak merata. Alangkah lebih baik jika kita bisa membawa makanan siap saji seperti abon instan maupun cemilan lain yang dapat menyelamatkan perut kita di saat darurat.

Restoran halal umumnya mudah dibedakan dengan adanya tulisan arab dan catnya yang berwarna hijau. Foto: Ahmad Faisal Yahya/ Shutterstock.com

Nah, itu tadi ketujuh informasi seputar Tiongkok yang perlu Sahabat ketahui. Bagaimana, sudah lebih siap untuk traveling ke Negeri Tirai Bambu?

Artikel dan foto ini merupakan kiriman dari kontributor Nabilla Desyalika Putri dari Malang. Nabilla merupakan seorang ibu muda yang suka menulis, ngeblog, traveling, dan sedang menjalani bisnis fashion hijab.

RECOMMENDED FOR YOU