TRAVEL
Muslimah berwisata ke Bali. Foto: shutterstock.com
2018-02-02 18:15:00

Tetap Nyaman dan Tenang Saat Muslimah Wisata ke Bali

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Ingin wisata ke Bali, namun khawatir kebutuhan kamu sebagai muslimah tidak terpenuhi? Meski mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, Bali hidup rukun dan terbuka dengan penganut agama lain. Bahkan, di Bali juga ada wisata religi untuk umat muslim, yaitu mengunjungi makam-makam orang saleh yang berperan dalam penyebaran agama Islam di Bali. Sebelum berangkat ke Bali, yuk tengok dulu persiapannya.

Bersedekah dengan Cara Unik

Jika kamu pergi ke Bali menggunakan kapal, jangan lupa persiapkan uang recehmu, terutama yang berbentuk koin. Karena biasanya ketika hendak menyeberang di pelabuhan Gilimanuk, banyak pemuda yang akan berteriak dari dalam air untuk meminta kamu melemparkan koin dan mereka akan menyelam untuk mengambil koin yang kamu lemparkan tadi. Atraksi ini bahkan dapat di lihat di jam-jam dini hari, lo. 

Jadi, jika selama ini kamu hanya memasukkan sedekah ke kotak, kali ini kamu bisa bersedekah dengan melempar koin dan melihat atraksi. Seru, kan? Yah hitung-hitung sebagai imbalan bagi mereka yang sudah rela berdingin-dingin di bawah sana untuk menunggu koin darimu. 

Mencari Makanan Halal? Tak perlu Khawatir

Saat ini nggak susah mencari makanan halal di Bali. Karena, sebagian besar pedagang makanan di Bali, terutama di tempat wisata adalah pendatang yang beragama Islam. Hal itu terlihat dari jilbab yang mereka kenakan ketika berjualan.

Selain itu, ada ciri khas dari penjual makanan di Bali untuk memberitahu konsumen bahwa mereka menjual makanan halal, yaitu dengan menambahkan kata “muslim” sebagai bagian dari nama warung atau gerobak mereka. Contohnya: “rumah makan muslim bidadari”, “warung muslim” dan lain sebagainya. 

Hal itu tidak hanya di spanduk besar tapi juga di gerobak-gerobak, seperti yang dapat di temukan di parkiran obyek wisata tanjung benoa ini. Kalau kamu ingin lebih yakin lagi, tidak ada salahnya kok bertanya pada penjualnya secara langsung dan melihat menu apa saja yang dijual. 

Jika salah satu ada makanan yang tidak halal, lebih baik kamu cari tempat makan lain, karena kemungkinan wadah yang dipakai untuk memasak tidak dibedakan. 

Selalu ada Tempat Salat

Di Bali tidak susah lagi mencari masjid atau musala. Bahkan di rumah makan, toko, kantor, maupun obyek wisata milik orang Bali yang beragama hindu pun, hampir selalu terdapat musala di dalamnya. Jadi, jangan sampai karena keasyikan jalan-jalan jadi lupa beribadah, ya. 

Jangan sungkan pula bertanya kepada tour guide atau penduduk sekitar lokasi wisata. Karena meskipun tak ada bangunan musala, biasanya mereka tak keberatan untuk meminjamkan tempat untuk melaksanakan shalat. 

Bahkan di Nusa Dua, ada satu komplek bernama Puja Mandala yang mencerminkan kerukunan antar umat beragama di Bali. Di sana, masjid, gereja, pura dan klenteng terletak sejajar. 

Masjid dalam komplek tersebut bernama Masjid Agung Ibnu Batutah yang megah dengan tempat wudhu dan kamar mandi yang bersih. Jika di dalam masjid sudah terisi penuh, jangan khawatir. di tembok serambi masjid juga terdapat petunjuk yang menunjukkan letak shof sholat, lo. Jadi meskipun sholat di serambi, shof shalat tetap bisa tertata dengan rapi. Unik, kan? 
 
Fasilitas Toilet yang Baik.
Kebersihan merupakan hal yang penting ketika berwisata. Karena selain memengaruhi kesehatan, kebersihan juga akan berpengaruh pada sah atau tidaknya shalat kita. Salah satu tempat yang tidak mungkin dihindari ketika berwisata, apalagi pergi dari satu tempat ke tempat lain adalah toilet. 

Sebagian besar toilet di Bali cukup bersih terutama di spbu dan rumah makan. Rata-rata airnya pun jernih dan lantainya bersih serta tak ada bau yang mengganggu. 

Oh iya, jika kebetulan kamu menemukan closed duduk, jangan lupa lapisi pinggirannya dengan tissu terlebih dahulu ya, supaya kulit kamu tidak langsung bersentuhan dengan pinggiran closet. Meskipun terlihat bersih, bukan tidak mungkin banyak kuman yang bersarang di sana. 

Nah itulah sekilas pandang kondisi wisata di Bali. Bagi muslimah, tak perlu khawatir lagi, kan? Selamat jalan-jalan, Sahabat Saliha!

 

Tulisan dan foto dalam artikel ini (kecuali foto utama) merupakan kontribusi dari Aisyah Mar atush Sholihah, Lamongan. Ia senang  membaca, menulis puisi, berdiskusi, dan bertemu orang-orang baru.

RECOMMENDED FOR YOU