TRAVEL
Pohon Sahabi, Sahabat Nabi Terakhir di Yordania
2017-08-16 09:00:00

Bertemu dengan Sahabat Nabi Terakhir di Yordania, Pohon Sahabi

BY DINA LATHIFA

SALIHA.ID - Di sebuah padang pasir bagian utara Yordania, hiduplah "sahabat nabi terakhir" yang masih hidup tegak hingga saat ini. Ia menjadi saksi bisu yang melihat tanda kenabian pada Rasul kecil. Ia adalah Pohon Sahabi.

Rindang dan besar, Pohon Sahabi kokoh sendiri di tengah ketandusan gurun Buqa'awiyya, Yordania. Pada masa silam, ia yang menaungi Rasul kecil saat beristirahat di tengah-tengah perjalanan niaganya menuju Negeri Syam (Syria) bersama Pamannya Abu Thalib dan rombongannya. Saat orang-orang dewasa singgah mengaso di rumah biarawan bernama Bahira, Muhammad diperintahkan menjaga para unta di bawah Pohon Sahabi.  

Sebelum kedatangan tamu, sang biarawan sudah mendapat firasat akan bertemu dengan nabi terakhir. Namun tak disangkanya kalau sosok yang ia tunggu adalah seorang anak kecil. Saat melihat Muhammad di luar rumah, ia menyaksikan dahan pohon bergerak melindungi Rasul kecil yang menjaga tunggangan rombongan. Juga saat memanggil anak itu masuk ke dalam, Bahira melihat adanya awan kecil yang mengikuti kepala itu.

BACA JUGA:

Rekening Usman bin Affan, amal jariah tak terputuskan

Menilik daya tarik misterius Jabal Magnet di Madinah

Melihat kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa, Bahira berpesan pada sang paman untuk menjaga Muhammad kecil. Ia mengatakan pada Abu Thalib kalau anak yang bersamanya, adalah nabi terakhir yang dicari seluruh umat.

Di antara mereka yang ada saat pertemuan itu berlangsung, hanya Pohon Sahabi yang masih hidup untuk menuturkan kembali kisah itu di masa kini. Sejarah itu sempat terlupakan, namun ditemukan kembali oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan pemerintah Yordania melalui referensi arsip negara. Sahabat nabi terakhir yang diperkirakan berusia 1400 tahun ini kemudian dilindungi oleh pihak berwenang.

Jika sahabat Saliha menunaikan ibadah Haji atau Umrah, sempatkan diri untuk bertemu dengan Pohon Sahabi. Kawasan di sekitar pohon ini dipagari, namun pengunjung tetap dapat mendekat dan bernaung di bawah dahan, ranting, serta dedaunan lebat yang membentuk kanopi. Mungkin saja, kita duduk di tempat yang sama seperti saat Rasul kecil berteduh di masa lampau.   ‚Äč

RECOMMENDED FOR YOU