TRAVEL
2017-08-07 16:00:00

Sejuknya Al Wustho, Oase di Tengah Surakarta

BY MEDIA SARI

SALIHA.ID - Jika ingin melarikan diri sejenak dari hiruk pikuk Kota Surakarta, mampirlah ke masjid Al Wustho. Kesejukkan tempat ibadah yang terletak di sebelah barat Pura Mangkunegaran ini, bisa menjadi oase ditengah teriknya suasana kota berslogan The Spirit of Java tersebut. 

Memasuki halaman masjid yang dirancang oleh arsitek Belanda bernama Herman Thomas Karsten ini, kamu akan disambut dengan gapura berukir kaligrafi ayat – ayat Alquran dan hadis Rasulullah SAW. Ukiran kaligrafi ini juga menghiasi pintu masuk, kusen jendela, hingga tiang – tiang penyangga ruangan masjid.

Berada di dalam tempat ibadah yang didirikan pada tahun 1878-1918 ini, kamu akan merasakan sensasi ‘adem’ meski ruangan utama tidak dipasang AC. Ini karena lantai masjid yang dilapisi ubin berornamen klasik serta langit-langitnya yang tinggi membuat ruangan terkesan luas dan teduh. 

Awalnya, masjid yang diprakarsai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara 1 ini berada di wilayah Kauman, Pasar Legi. Lalu bangunan tersebut dipindahkan ke lokasi sekarang agar letaknya berdekatan dengan Pura Mangkunegaran. Sebagai masjid kerajaan, awalnya tempat ibadah ini hanya diperuntukkan khusus untuk keluarga kerajaan. Namun pada perkembangannya, masjid ini kemudian dibuka untuk masyarakat umum. 

Baca Juga:

Kisah unik di balik megahnya Masjid Baiturrahman

Yuk tengok masjid permen di Yogyakarta

Tak hanya untuk beribadah, masjid ini dulunya juga digunakan untuk mengatur strategi perang melawan VOC hingga melakukan briefing para punggawa Pura Mangkunegaran dari berbagai daerah. Mengingat sejarah dan peranannya yang begitu penting untuk kesultanan Surakarta, tak heran bangunan ini dijadikan cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah.  

Nah, jika kamu berkunjung ke Surakarta jangan lupa mampir ke Masjid Al Wustho ya!

 

RECOMMENDED FOR YOU
;