WELLNESS
2018-01-11 18:37:00

Mitos Salah Seputar Kanker Payudara

BY MEDIA SARI

SALIHA.ID - Kanker payudara masih menjadi momok menakutkan bagi kaum hawa. Tak jarang mitos yang beredar membuat masyarakat semakin salah persepsi dengan penyakit ini. Padahal kabar burung tersebut belum tentu benar adanya. Sebagai survivor kanker payudara dan pendiri yayasan Love Pink, Madeline Mutia membeberkan beberapa mitos yang tidak benar tentang kanker payudara.

Pengidap Kanker Pasti Mati

Menurut Mutia banyak orang yang beranggapan bahwa kanker tidak bisa disembuhkan dan penderita kanker pasti mati. Padahal menurut breastcancer.org jika kanker payudara ditemukan sedari dini, antara stadium 1-2, maka kemungkinan sembuhnya mencapai 80-100%.

"Banyak sekali masyarakat yang belum tahu kalau kanker payudara bisa dideteksi dini. Mereka tahunya kalau kanker pasti mati dan sudah nggak bisa disembuhin. Akhirnya mereka mencari cara yang tidak sakit. Mereka pergi ke alternatif atau berobat herbal, yang memang nggak sakit pada saat pengobatan tapi tidak menyembuhkan. Itu kan sebuah pengetahuan yang salah"

Untuk itu ia menegaskan bahwa deteksi dini melalui SADARI atau Periksa Payudara Sendiri perlu dilakukan sebulan sekali pada hari ke 7-10 sejak hari pertama menstruasi.

Kemoterapi Menyebabkan Orang Meninggal

Persepsi yang sering disalahpahami masyarakat yaitu kemoterapi dapat menyebabkan orang meninggal. Padahal kemoterapi pada saat ini merupakan cara efektif untuk menyembuhkan kanker. Biasanya yang terjadi adalah saat orang tahu bahwa ia mengidap kanker, ia langsung berdiet dan menghindari banyak makanan. 

"Untuk kemoterapi itu stamina harus fit. Jadi pada saat kemo, kamu justru boleh makan apapun. Nggak boleh diet karena kamu kan harus kuat. Obat kemo itu membunuh semua sel, sel jahat dan sel baik itu semua mati. Jadi kan kamu perlu asupan baru untuk bikin sel-sel baru" 

Jika orang yang sedang menjalani kemoterapi melakukan diet yang tidak tepat, maka tubuh bisa drop. Hal ini memudahkan virus dan kuman untuk masuk menyerang tubuh. 

"Pada saat virus masuk kita nggak kuat buat fight back. Jadinya drop drop drop dan akhirnya lewat. Meninggalnya pada saat kemo, akhirnya masyarakat berpikir bahwa kemolah penyebabnya, padahal bukan" ujarnya.

Biopsi Menyebarkan Kanker

Dalam proses pemeriksaan kanker payudara ada tindakan yang disebut biopsi. Biopsi dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan payudara lalu diperiksa dalam laboratorium. Menurut Mayo Clinic, biopsi payudara adalah cara terbaik untuk mengevaluasi jika terdapat zat mencurigakan yang dapat berpotensi menyebabkan kanker payudara. Namun kabar miring pun berhembus seputar prosedur biopsi ini.

"Mitosnya kalau dibiopsi itu malah membuat kanker menyebar ke mana-mana. Padahal yang terjadi biasanya, saat operasi biopsi dan kemudian diketahui ini kanker, disarankan untuk mengangkat payudara sekalian. Tapi seringkali pasien nggak mau. Jadi ditutup lagi, hanya diangkat tumornya saja. Padahal kita kan enggak tahu, apakah sudah ada penyebaran atau nggak. Ternyata habis itu, benar ada penyebaran. Nah, seperti itu tuh, yang membuat biopsi dianggap malah menyebarkan kanker"jelasnya. 

Deodoran Menyebabkan Kanker

Banyak yang beranggapan bahwa beberapa kandungan pada deodoran dapat menyebabkan kanker payudara. Padahal National Cancer Institute bersama US Food and Drug Administration (FDA) tidak menemukan zat berbahaya terkandung dalam deodoran. Selain itu juga tidak ada bukti yang kuat bahwa deodoran menyebabkan kanker, terutama kanker payudara. 

Bra Berkawat Menyebabkan Kanker

Selain deodoran, memakai bra berkawat disebut-sebut juga dapat memicu kanker payudara. Namun peneliti dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, AS menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kanker payudara dengan pemakaian bra. Baik frekuensi, jangka waktu, ukuran dan jenis bra yang dipakai.

Nah, sudah tahu kan apa fakta sebenarnya di balik mitos-mitos yang beredar tersebut. Yuk sebarkan.

RECOMMENDED FOR YOU