WELLNESS
2018-04-25 19:55:00

11 Standar Cantik di Berbagai Negara. Kamu Tipe yang Mana?

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Semua wanita di dunia ini pada dasarnya diciptakan cantik. Namun, cara pandang setiap orang terhadap kecantikan itu bersifat relatif. Boleh jadi wanita berambut pirang dianggap cantik di suatu negara, tapi bukan untuk negara lainnya.  Penilaian tersebut dapat dipengaruhi oleh suku, ras, budaya, serta gaya hidup yang berlaku di suatu negara.

Berikut standar kecantikan wanita menurut persepsi beberapa negara di dunia:

  1. Indonesia

Di negeri kita sendiri pada awalnya wanita cantik itu digambarkan berkulit sawo matang, dagu yang tidak terlalu lancip, batang hidung pendek, postur tubuh agak berisi (bukan gemuk), dan berambut hitam. Salah satu contoh seperti Anggun C. Sasmi. Artis yang memutuskan hijrah ke Perancis itu mewakili kecantikan wanita Indonesia sepenuhnya.

Namun sayangnya standar cantik menurut pandangan masyarakat Indonesia masa kini sudah bergeser jauh. Kita sudah terlampau banyak terkontaminasi oleh budaya luar. Akibatnya tak banyak lagi wanita Indonesia yang percaya diri dengan warna kulit sawo matang, bentuk tubuh, rahang, hidung, dagu hingga warna rambut bawaan lahiriah.

Untuk membangkitkan rasa percaya diri, kaum hawa dari kalangan berada umumnya melakukan transformasi melibatkan treatment-treatment khusus untuk memanipulasi ciri khas genetik mereka sendiri. Tak heran jika saat ini banyak wanita Indonesia yang  berkulit putih, berahang V shape, berhidung mancung, dan berambut pirang.

  1. Australia

Kecantikan wanita di negeri kangguru dinilai berdasarkan warna kulit yang hangat serta rambut cokelat berkilau. Meski sebagian besar mereka terlahir dengan kulit putih, namun wanita dengan tone kulit kecokelatan dianggap lebih menarik, seksi, dan tampak sehat.

Tak heran jika di wanita-wanita Australia sangat memanfaatkan musim panas untuk sun bathing. Beda banget ya dari kebiasaan kita di Indonesia yang kerap parno kalau lihat matahari terang benderang.

  1. Jerman

Produk Cream whitening laris manis di Indonesia. Apalagi jika dilengkapi formula yang terbukti bisa menghilangkan bintik-bintik hitam (freckles) di wajah. Sebab, rata-rata wanita Indonesia mendambakan wajah putih mulus bagai porselen.

Hal semacam itu tidak berlaku di Jerman. Wanita dengan freckles di wajah justru akan dianggap paling cantik karena menunjukkan kesan natural. Tak ayal, para Make Up Artist  di sana kerap merekayasa wajah perempuan yang kelewat mulus dengan menambahkan aksen bintik-bintik palsu di sekitar wajah.

Bintik natural semacam ini dianggap sebagai lambang kecantikan di Jerman.
  1. Jepang

Secara lahiriah wanita asli Jepang membawa gen kulit putih pucat seperti beras. Akan tetapi, standar cantik bagi mereka bukan hanya dinilai berdasarkan warna kulit. Melainkan dari bentuk kaki, kontur wajah, serta struktur gigi juga.

Bagi orang Jepang, wanita cantik itu adalah mereka yang memiliki kontur wajah kecil/sempit, kaki jenjang, serta gigi gingsul (yaeba). Wanita bergigi gingsul terlihat lebih menawan dan terkesan imut-imut. Tak heran jika beberapa tahun terakhir tren yaeba marak di Jepang. Klinik-klinik perawatan gigi dibanjiri  permintaan pembuatan gigi gingsul palsu oleh wanita-wanita Jepang, terutama para remaja.

  1. Cina

Bangsa Cina identik dengan bentuk matanya yang sipit. Namun bagi sebagian besar mereka, wanita tergolong cantik apabila memiliki bentuk mata bulat dan punya double eyelid. Selain itu, mereka sangat menyanjung wanita-wanita Cina yang bertungkai ramping serta kaki kecil.

Ngomong-nomong soal kaki kecil, bangsa China menerapkan sebuah tradisi khusus mengecilkan kaki atau yang dikenal dengan istilah Chinese Foot Binding sejak zaman Dinasti Tang (618-907).  Metode ini dilakukan dengan cara membebat kaki anak perempuan dengan kain panjang sampai jari-jari kaki mereka tertekuk. Semakin lama lilitan kain tersebut semakin dikencangkan hingga kaki melengkung menyerupai bulan sabit. Di zaman itu, semakin kecil kaki wanita akan terlihat semakin indah.  

Seiring berjalan waktu tradisi Chinese Foot Binding ditentang keras oleh bangsa Cina modren karena dianggap sebagai suatu ambisi keliru yang mengandung unsur penyiksaan. Terbukti, banyak anak-anak perempuan yang menjadi cacat setelahnya.

Meski tradisi Chinese Foot Binding telah ditinggalkan, namun pandangan bangsa Cina terhadap wanita-wanita berkaki kecil belum berubah. Duh, ada-ada saja ya.

  1. Perancis

Perancis merupakan kiblat fashion dunia dan pusat para model-model cantik. Sebut saja di antaranya seperti Eva Green, Constance Jablonski, dan Laetitia Casta. Hebatnya, standar cantik di Perancis cukup sederhana yakni wanita-wanita yang berani tampil dengan wajah naked alias polos tanpa polesan make up. Semakin natural, semakin kuat pesona yang mereka tebar.

Satu hal lagi, di sini arti cantik mengarah pada bentuk tubuh yang tinggi semampai, payudara kecil, juga bokong yang tidak terlalu menonjol.  Itu sebabnya banyak wanita Perancis yang gila diet demi mendapatkan tubuh seramping-rampingnya ala model catwalk. Sampai-sampai 90% dari jumlah keseluruhan penderita anorexia nervosa di Perancis dialami oleh kaum wanita.

Tingginya tingkat penderita Anorexia Nervosa pada wanita di Perancis membuat pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan berupa larangan mempublikasikan model-model berukuran over slim dan memberikan terapi  pada wanita-wanita dengan berat badan di bawah standar Indeks Massa Tubuh normal.

  1. Mauritania

Negara-negara di benua hitam, Afrika, memandang kecantikan wanita dari sisi yang bertolak belakang dengan kebanyakan negara-negara lain. Di Mauritania wanita gemuk lebih disukai daripada yang berbadan kurus.

Bagi mereka, gemuk bukan hanya lambang kecantikan, tapi juga lambang kekuatan, kesehatan, dan kebahagiaan dari seorang wanita. Atas alasan tersebut, tradisi menggemukkan badan sudah dimulai sejak usia anak-anak. Para orang tua akan memberikan makanan lebih banyak pada anak perempuan agar tubuhnya lekas gemuk.

  1. Korea Selatan

Di antara negara-negara lain, standar cantik di Korea Selatan yang paling tinggi. Tidak heran jika kecantikan wanita-wanita Korea menginspirasi wanita-wanita lain di seluruh dunia sejak beberapa tahun terakhir.

Adapun yang standar cantik di Korea Selatan mengarah pada kulit putih dan glowing, batang hidung yang ramping dengan cuping hidung yang tidak terlalu lancip, mata bulat dengan double eyelid, wajah berbentuk hati, tubuh berbentuk S line, kening cukup lebar (jenong), bagian dalam bibir merah, dan tungkai kaki ramping. Bahkan kantong mata yang di beberapa negara dianggap dapat mengurangi daya tarik, di Korea Selatan justru menjadi bagian obsesi para wanita untuk memilikinya.

Saking tingginya standar cantik di Korea Selatan, minat masyarakat terhadap operasi plastik sangat tinggi. Bahkan, tindakan operasi plastik bukan hanya dilakukan oleh kalangan atas saja. Mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah pun banyak yang menempuh jalur operasi plastik. Sebab, mereka berkeyakinan bahwa wanita cantik kelak akan bernasib baik.

  1. India

Standar kecantikan wanita di India terletak pada keindahan rambut. Semakin panjang dan hitam rambut seorang wanita, maka semakin cantiklah dia dipandang. Karena itu, jarang kita lihat wanita India berambut pendek.

Meski wanita-wanita di sana mempertahankan rambut panjang, namun mereka tak terlepas dari pengaruh budaya luar. Sehingga sebagian wanita berani mengubah tampilan warna rambut mereka menjadi kecokelatan atau burgundy.

Cantik ala India dinilai dari keindahan dan panjang rambut perempuan
  1. Brazil

Konsep cantik yang berlaku di Brazil adalah tubuh sintal. Maka dari itu, wanita-wanita Brazil anti sekali dengan obesitas. Meski tidak separah yang terjadi di Perancis hingga mengakibatkan banyak wanita di sana mengalami Anorexia Nervosa, namun wanita Brazil juga amat bergantung pada obat-obat pelangsing.

Selain langsing, wanita berbokong bulat juga mendapat apresiasi tinggi di Brazil. Tak ayal, angka operasi plastik pembesaran bokong terus meningkat sejak tahun 2013.

  1. Iran

Pada dasarnya, mayoritas wanita Iran dikaruniai hidung mancung dan bangir . Tetapi, sekadar mancung ternyata tak cukup untuk dapat dianggap cantik. Di negara ini, wanita cantik adalah mereka yang memiliki batang hidung yang ramping dengan ujung cuping yang lancip.

Karena itu, banyak wanita Iran yang mereparasi bentuk hidung mereka di meja operasi. Terkuak, lebih dari 70 ribu wanita Iran telah melakukan operasi plastik guna mendapatkan bentuk hidung ideal.

Itulah standar cantik dari 11 negara di dunia. Ternyata setiap negara punya standar kecantikan sendiri. Meski fisik perlu dirawat, jangan juga lupakan kecantikan hati, ya Sahabat Saliha. 

Tulisan ini merupakan kiriman kontributor Ade Wulan, Pekanbaru.

RECOMMENDED FOR YOU