WELLNESS
2018-04-06 17:52:00

Ini Dia 5 Manfaat Bullet Jurnal Bagi Si Kreatif yang Ingin Produktif

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Sahabat Saliha, pernahkah kamu mendengar bullet jurnal? Terdengar asing, tetapi sudah terkenal di instagaram sejak setahun yang lalu. Hanya bermodalkan buku dan pena kamu bisa membuat buku diary yang unik dan tidak pasaran.

Akrab disebut bujo, kepanjangan dari bullet jurnal.  Awal mula saya temukan di situs Pinterest.com. Berawal dari sekedar melihat gambar-gambar menarik, nyasarlah saya di sebuah gambar mirip agenda harian tetapi bertuliskan tangan. Penasaran dan berselancarlah saya hingga perlahan-lahan mencoba sendiri bujo ini.

Buku agenda yang dijual di pasaran memang sangat membantu mengatur jadwal harian kita. Didesain lengkap dengan kalender, garis, dan ruang kosongnya. Berbeda dengan bujo yang media bukunya kosong tak bergambar. Kitalah yang menggambar, mendesain, dan melukisnya sesuai keinginan.

Beragam peralatan bullet journal atau bujo

Bagi kamu yang suka menggambar, bullet jurnal menjadi wadah yang asik buat mengasah kreativitasmu. Pena warna-warni dan gambar-gambar unik bisa menajamkan mimpi yang kelak dengan semangat dan kerja keras insya Allah bisa terwujud.

Bukan sekedar agenda harian, tetapi apa yang kamu inginkan dalam setahun ini bisa kamu tuliskan dan gambarkan. Buku yang wajib kamu baca dalam setahun ini juga bisa kamu tuliskan. Tempat-tempat yang kamu ingin kunjungi bisa kamu gambarkan. Hingga laporan keuangan juga rencana jangka pendek dan jangka panjang.

Berikut ini lima manfaat kenapa kamu harus membuat bujo

Waktu lebih bermanfaat

Bujo membantu kita mengatur jadwal harian dan kita berusaha menepati apa yang kita tuliskan. Waktu dari pagi hingga malam sudah tersusun untuk berbagai kegiatan. Bagi muslimah, kamu bisa tuliskan jadawal baca quran, jadwal muroja’ah, kapan ke kajian, puasa sunnah ayammul bidh, dan kapan harus birul walidain dan mengunjungi orang tua.

Waktu lebih bermanfaat dan hidup pun lebih ada tujuannya. Hari-hari berlalu tanpa sia-sia. Selalu ada kebermanfaatan dalam keseharian kita.

Jadwal harian lebih terorganisir

Sebelum tidur, kamu tuliskan jadwal untuk esok hari. Dari bangun tidur, sholat malam, ngerjain tugas, jadwal kamu nyuci baju, bersih-bersih rumah, hingga belanja dan memasak juga bisa kamu atur jadwalnya.

Kepatuhan akan jadwal yang telah dibuat inilah tantangannya. Seberapa besar usaha kamu untuk mewujudkannya juga bisa dievaluasi setiap bulannya. Lembar evalusi perlu juga kamu cantumkan di bujo kesayanganmu.

Otak lebih kreatif

Tentu saja otak terpacu berkreativitas tanpa batas. Menulis dan menggambar berpadu dalam sebuah bujo. Pena warna warni menambah seru dan asik dalam menggambar. Pengalaman saya menggambar di bujo, pikiran lebih fresh dan terhanyut dalam gambar-gambar yang ingin segera terwujud.

Beragam coret-coretan sederhana yang dapat kamu buat di bullet journal.

Misalnya saya menggambar bangunan ka’bah. Ada suatu energi dalam menggambarnya. Ingin sekali berada didekat bangunan itu, mengelilinginya dan berdoa didekatnya.

Otak pun berpikir bagaimana saya bisa ke sana. Maka, di bujo aku tuliskan tanggal dan tahun kapan akan ke sana, dengan siapa, dan di umur berapa. Bekerja pun lebih giat karena ada niat dan usaha yang tak boleh biasa saja. Harus menabung dan berikhtiar.

Mimpi lebih mudah diwujudkan

Mempunyai mimpi dan target adalah harus. Kita yakin dan percaya bahwa Allah Maha Memampukan bagi hambanya yang mau berusaha. Tinggal kita berdoa dan juga ikhtiar.

Memiliki impian yang besar adalah yakin bahwa Allah Maha Besar. Bujo membantu kita menulis mimpi-mimpi kita, menggambarnya dan menvisualisasikan hingga mewujud doa, semangat dan ikhtiar untuk mewujudkannya.

Terapi

Membuat jurnal dan menggambarnya, lima hingga sepuluh menit setiap harinya, ternyata keuntungan yang saya dapatkan sungguh luar biasa. Meminimalisir stress dan kegelisahan pun jauh berkurang.

Nyatanya menuliskan yang baik-baik sangat menyenangkan dan berdampak pada meningkatnya mood. Begitu juga dengan hal buruk yang saya alami seharian ataupun hari berat yang melelahkan. Langkah awal untuk melepaskannya adalah dengan menulis. Kita bisa melepaskan beban yang berada dipikiran, mengambil hikmah dan terus melanjutkan hidup dan menatap ke depan.

Sahabat saliha, marilah kita menata hidup kita dengan membiasakan membuat jurnal dan menjalani apa yang telah kita tuliskan. Semoga Allah mudahkan mewujudkan mimpi-mimpimu dan mengubah hidupmu kearah kebaikan dan kebermanfaatan.

Yuks ambil penamu dan warna warnikan hidupmu!

Tulisan ini merupakan kiriman kontributor Henys Oliph.