WELLNESS
2018-01-10 09:00:00

Ingin Sukses Capai Resolusi Tahun Baru? Mulailah dari Membangun Kebiasaan Baru

BY DEE

SALIHA.ID - Banyak orang menjadikan tahun baru sebagai saat membuat resolusi. Namun, tahukah sahabat bahwa sebenarnya tahun baru juga dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan baru?

Ini karena pencapaian sebuah tujuan juga terkait dengan kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Bagaimana kita mau sehat kalau kita tidak konsisten olahraga setiap hari? Bagaimana kita mau menjadi penulis kalau kita tidak membiasakan diri untuk menulis? Bagaimana kita bisa rutin salat malam kalau kita tidak membangun habit untuk itu?

Karena itu, seringkali seseorang memberikan target yang tinggi atau memaksakan diri untuk melakukan sesuatu, meskipun ia tidak menyukainya. Niatnya baik, untuk memenuhi resolusi tahun baru. Padahal sebenarnya menurut B.J Fogg, psikolog dan peneliti di Universitas Stanford, kalau kita memaksakan diri untuk melakukan hal yang tidak kita sukai dan pada akhirnya gagal mengubah kebiasaan tersebut, justru memiliki dampak yang lebih buruk daripada tidak melakukan sama sekali.

Tetapi jangan jadikan hal ini sebagai alasan untuk tidak bertindak, ya. Sebaliknya, kita harus mencari cara agar kebiasaan baik terbangun.

Untuk menciptakan kebiasaan yang bisa bertahan seumur hidup, menurut B.J Fogg, kita harus fokus pada melatih otak. Nah bagaimanakah caranya? 

1. Lakukan Perubahan Kecil

Agar sebuah kebiasaan bisa bertahan lama, jangan lakukan perubahan secara drastis. Akan lebih mudah mudah mempertahankan kebiasaan jika kita melakukan perubahan sukses dan kemudian berhasil. Dampak keberhasilan kecil itu akan membangun kepercayaan diri kita untuk membuat perubahan yang lebih besar lagi.

Untuk sukses menjadi kebiasaan, cobalah terapkan perubahan kecil terlebih dahulu seperti menulis sepuluh menit sehari.

Misalnya, kamu baru saja ingin jadi penulis. Tentu sulit membangun kebiasaan jika kamu harus langsung menulis 10 halaman sehari, misalnya. Bisa-bisa kamu langsung melambaikan bendera putih ke arah kamera di hari pertama. Agar lebih mudah, cobalah menulis 10 menit sehari.

Begitu juga kalau kamu mau membangun kebiasaan berolahraga. Tidak perlu langsung berkomitmen olahraga satu jam sehari setiap hari jika membayangkannya saja sudah membuat mual. Cukup coba lakukan olahraga 7 menit dalam sehari, misalnya. 

2. Selipkan dalam Rutinitas

Menyelipkan kebiasaan baru di dalam rutinitas akan memudahkan kita membangun kebiasaan baru.  Dengan demikian, otak kita memiliki pemicu dan kita bisa berkata pada diri sendiri, "Setelah melakukan ini, saya akan melakukan itu." 

Contohnya, kita menyatakan, "setelah makan malam, saya akan menulis selama sepuluh menit." Atau untuk membangun kebiasaan membaca Alquran, kita berkata, "setelah salat wajib, saya akan membaca Alquran sepanjang satu halaman."

Menempelkan kebiasaan baru, seperti membaca Alquran, pada kebiasaan lama, akan memudahkan kita melakukan kebiasaan baru.

Dengan melakukan otomatisasi, otak kita akan terprogram untuk melakukan kebiasaan baru tersebut. Bahkan saat kita sedang tidak mood, kita tetap akan terpacu untuk melakukan hal tersebut karena sudah menjadi bagian dari rutinitas.

Tidak percaya? Lihat saja pada kebiasaan yang kamu miliki. Jika kamu punya kebiasaan mandi setiap pagi, apakah kamu melakukannya begitu saja atau tergantung pada mood hari itu? Tentu kamu melakukannya karena kebiasaan. 

BACA JUGA:

Jangan sampai gagal, ini 7 cara sukses mencapai resolusi tahun baru 

3. Lakukan dalam jangka waktu tertentu

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk menciptakan kebiasaan baru? Ada pakar yang menyebutkan 20 hari dan 30 hari. Namun penelitian dari University College London pada 96 peserta, menunjukkan hasil yang beragam. Rata-rata orang membutuhkan waktu 66 hari hingga sebuah kebiasaan baru terbentuk.

Untuk kebiasaan yang sederhana seperti meminum air setelah sarapan, orang baru bisa rutin melakukannya setelah 20 hari. Sementara berjalan 10 menit setelah sarapan baru terbentuk setelah 50 hari.  Bahkan ada kebiasaan yang baru terbentuk setelah 254 hari.

Ternyata waktu untuk membangun kebiasaan baru itu beragam pada setiap orang.

Ternyata para peneliti melihat adanya hubungan antara kebiasaan dan otomatisasi. Yang artinya, jika kita menempelkan kebiasaan baru pada kebiasaan yang sebelumnya sudah terbangun, akan lebih mudah bagi kita untuk melakukan kebiasaan baru itu. Misalnya, kalau kita sudah rutin salat di awal waktu, akan lebih mudah bagi kita untuk menempelkan kebiasaan baru membaca Alquran dibandingkan jika kita hanya menyatakan, "ingin membaca Alquran setiap hari." 

Dengan menempelkan kebiasaan baru pada kebiasaan lama, otak kita langsung tahu apa yang harus dilakukan berikutnya. Lama-lama kebiasaan baru akan terbangun dengan sendirinya. 

Nah, sahabat, itulah tiga cara untuk membantu kita memasukkan kebiasaan baru dalam hidup kita.

Siap untuk hidup lebih baik dengan kebiasaan baru?

RECOMMENDED FOR YOU