WHAT'S ON
2018-05-09 15:03:50

NET TV Siap Tampung Lulusan Terbaik Kampus Ini

BY TIM LIPUTAN

Lulusan perguruan tinggi di Indonesia bila disusun dalam sebuah piramida angkatan kerja, maka mereka berada di lapisan tengah yang siap mengisi posisi manajemen menengah. Namun ironisnya, lapisan menengah yang jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun ini, umumnya miskin pengalaman praktek sehingga gagal mengisi tuntutan pekerjaan level madya ini. Ibarat piramida yang rapuh di tengah !

Demikian salah satu kesimpulan yang muncul dari Diskusi Media Terbatas bertema “Kampus dan Industri, Mungkinkah Tak Lagi Berjarak?,” yang menghadirkan pembicara CEO NET TV, Wishnutama dan Ir. Kemas Syamsudin, M.Si sebagai Ketua MAIJI Business School, di gedung The East, 8 Mei 2018. Selama lebih dari 25 tahun berkarya di dunia televisi, menurut Wishnutama, pihaknya banyak mengalami kegagalan. Dan solusinya baru dapat ditemukan setelah bertahun-tahun menyelami profesi tersebut dengan praktek dan uji coba berulang-ulang. “Kini saatnya dibagikan ke generasi millenial, agar mereka tak perlu mengalami kegagalan lagi,” ucapnya.

Atas dasar pemikiran tersebut, NET memutuskan untuk menjalin kerjasama yang lebih erat  dengan MAIJI Business School yang dituangkan dalam nota kesepahaman yang berisi poin-poin antara lain, adanya kesempatan magang bagi mahasiswa MAIJI, Praktisi penyiaran NET akan menjadi pengajar di kampus MAIJI dan yang menarik adalah bahwa lulusan terbaik MAIJI mendapat jaminan langsung bekerja sebagai karyawan NET TV.

Dengan kerjasama ini, lanjut Wishnutama, diharapkan gap antara kampus dan industri akan semakin tipis. Karena apa yang dipelajari di kelas sangat aplikatif dengan kebutuhan industri pada umumnya. Lebih lanjut Kemas Syamsudin menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun kurikulum yang memungkinkan para mahasiswa bisa magang 2 semester di NET.

Data dari Universum, sebuah lembaga riset sumber daya manusia internasional, menempatkan NET dalam 10 besar perusahaan di Indonesia yang diminati oleh mahasiswa untuk bekerja di tiga kategori, yaitu perusahaan di bidang teknologi informasi (IT), business/commerce, dan humanity/liberal arts/education

“Surprise, karena ternyata tidak harus perusahaan besar atau perusahaan yang sudah IPO (initial public offering) yang bisa menarik minat banyak anak muda,” kata Wishnutama. Magnit NET inilah yang harus kita optimalkan terus untuk pendidikan yang kelak menghasilkan talenta-talenta baru yang aktif, dinamis  dan kreatif tak hanya di depan layar namun yang lebih penting juga talenta di balik layar di masa depan.

Sementara itu, Direktur Bisnis NET TV, Kurnia menengarai bahwa ribuan lulusan perguruan tinggi di Indonesia setiap tahun mendambakan pekerjaan, namun kenyataan bahwa lapangan pekerjaan semakin sempit bahkan tidak ada. Nah, untuk mengantisipasi hal ini, MAIJI Business School juga akan menekankan pentingnya jiwa entrepreneurship (kewirausahaan) para mahasiswa. “Jadi tidak hanya berpikir mencari pekerjaan tetapi juga memikirkan bagaimana menciptakan lapangan kerja,“ tegasnya.  

MAIJI Business School semula bernama Lembaga “Integrated Business Management” pada tahun 1990. Sejalan dengan perkembangan pendidikan tinggi, lembaga tersebut berkembang menjadi STIE Manajemen Industri dan Jasa Indonesia (STIE MAIJI) pada tahun 1999. Dan mulai 2018 ini, STIE MAIJI dikembangkan lagi dengan bermitra dengan PT. NET Mediatama Televisi menjadi MAIJI Business School.