WHAT'S ON
Buku Umrah Rasa F1
2018-05-16 12:23:06

Ada Umrah Rasa F1 ? Ini Buktinya

BY CEPI HUSADA

Awal tahun 2018 ini, begitu ramai berita di media massa tentang perusahaan biro perjalanan umrah. Sedikitnya ada 3 perusahaan biro travel umrah yang dilaporkan menipu puluhan ribu jamaahnya. Ketiga perusahaan travel umrah tersebut masing-masing FT, AT dan GII sudah ditangani pihak berwajib.

Tiga peristiwa itu datang bertubi-tubi, dengan modus yang hampir sama. Memanfaatkan animo masyarakat yang hendak beribadah umrah. Sahabat Saliha, seperti diketahui, Indonesia tercatat sebagai negara pengirim jamaah umrah terbesar ketiga di dunia. Pada tahun 2016 misalnya, jumlah jamaah umrah asal Indonesia mencapai 699.600 orang. Kalau setiap orang membayar biaya Rp 20 juta, bisnis travel umrah memutar uang hampir Rp 14 triliun setahun. Angka yang tidak bisa dibilang kecil!

Apa sih yang menyebabkan besarnya jumlah jamaah umrah? Boleh jadi karena berkaitan dengan lamanya waktu tunggu keberangkatan haji. Dengan kuota haji sekitar 230 ribu per tahun, calon jamaah haji Indonesia memang harus ekstrasabar.

Berdasarkan data Kementerian Agama, Hingga 2017, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki jangka waktu tunggu paling lama yakni 29 Tahun. Kemudian diikuti oleh Kalimantan Selatan 28 tahun. Bila mendaftar sebagai calon jamaah haji hari ini, mereka akan diberangkatkan ke Tanah Suci 40 tahun lagi! Wow !

Sahabat Saliha, melihat keadaan ini, tentu tidak semua orang sanggup menunggu begitu lama. Menanti sampai 40 tahun untuk berhaji. Maka ibadah umrah menjadi alternatif solusi. Umrah bisa dikerjakan sewaktu-waktu. Di luar musim haji. Inilah rezeki biro travel umrah. Apakah berumrah harus bisa melalui biro travel umrah? Ketentuannya memang begitu. Tapi pada prakteknya, biro travel wisata bisa menjadi pengelola program umrah. Syaratnya: punya kerja sama dengan biro travel umrah.

Adalah Joko Intarto, Wartawan Senior Grup Jawa Pos yang punya pengalaman seru berumrah menggunakan jasa biro travel wisata saat mengumrahkan ibu kandung dan ibu mertuanya. Perjalanan umrahnya dirancanag berdua bersama istri: durasi perjalanan umrah hanya 7 hari, berangkat berempat tanpa pembimbing ibadah. Selama di Tanah Suci, rombongan dikawal tour guide dan driver dengan mobil yang stand by 24 jam. Menginapnya di hotel terbaik di Makkah dan Madinah. Benar-benar ‘’umrah on demand’’.

Kisah perjalanan keempat jamaah umrah itulah yang ditulis Joko menjadi sebuah buku. Judulnya ‘’Umrah Rasa F1’’. “Saya namakan demikian, karena biro travel yang menangani perjalanan tersebut spesialisasinya pada F1 tour,” tuturnya berseri-seri. Sekarang buku sudah siap edar.

Buku ‘’Umrah Rasa F1’’ bukan buku agama. Jadi, jangan membayangkan di dalamnya ada tatacara ibadah atau kumpulan doa-doa. ‘’Umrah Rasa F1’’ ditulis untuk orang awam agar tidak salah memilih biro travel. Sungguh bisa menjadi tips bagi sahabat saliha yang ingin mencoba umrah seperti Joko.

Buku "Umrah Rasa F1" segera bisa dibeli dengan lebih mudah. Adalah Dody Jufiprianto dari Kawan Baik, developer e-commerce alfaedah.id yang menawarkan kerjasama penjualan online dengan pihak penerbit Disway Publishing.

Alfaedah.id adalah market place unik, karena mengusung konsep "belanja berkah". Hanya menjual produk yang sebagian keuntungannya untuk kegiatan sosial. Buku "Umrah Rasa F1" memenuhi syarat itu. Sebab ada donasi Rp 10.000 untuk setiap buku yang terjual.

Bagaimana cara belanja memalaui alfaedah.id? Gampang. Peminat cukup mengakses ke alfaedah.id lalu pilih buku "Umrah Rasa F1" dan bayar melalui aplikasi yang tersedia.

Setiap transaksi akan diinformasikan seketika kepada penulisnya atau pemilik buku. Lengkap dengan identitas pembeli dan jumlah buku yang dibeli. Selanjutnya, penulis berkewajiban mengirim buku ke alamat pemesan.

Dengan selesainya proses cetak dan jilid, pengiriman perdana kepada para pemesan saat pre-order akan dilakukan mulai Kamis, 17 Mei 2018. Demikian pula pengiriman stok buku ke halal marketplace alfaedah.id dilakukan pada hari yang sama.

Sahabat Saliha, luar biasa buku ini. Baru mau beredar kini sudah ada total pemesanan mencapai 425 eksemplar ! Dibanderol dengan harga Rp 50.000 per eksemplar (tidak termasuk ongkos kirim). Di dalamnya termasuk donasi biaya umrah dhuafa Rp 10.000. 

Mengacu pada standar harga paket umrah saat ini, setiap penjualan 2.000 eksemplar, bisa membiayai  umrah 1 orang dhuafa. Semoga bisa terlaksana, memberangkatkan umrah banyak orang. Adakah diantara sahabat Saliha berminat memiliki buku ini sekaligus beramal ? Buruan klik alfaedah.id

RECOMMENDED FOR YOU