WHAT'S ON
2018-03-13 17:02:00

Majiziya Bhanu, Atlet Angkat Berat dan Bina Raga yang Tetap Konsisten Berhijab

BY TIM EDITOR

SALIHA.ID - Olah raga yang mengandalkan kekuatan olah tubuh seperti bina raga (body building) dan angkat berat (powerlifting) kini tak hanya didominasi oleh kaum Adam saja. Banyak wanita yang menekuni olah raga berat ini dan mampu mencetak prestasi.

Salah satunya adalah Majiziya Bhanu, atlet angkat berat berhijab dari Kozhikode, Kerala, India. Ia mampu menunjukkan kepada dunia bahwa hijab bukan penghalang wanita untuk meraih prestasi.

Awal prestasi Majiziya adalah saat dia berhasil menjadi juara bina raga tingkat kawasan yang diselenggarakan oleh Body Building Association di Karala.

Kepada Times of India, Majiziya mengaku awalnya ia tak ada keberanian untuk mengikuti kejuaran. Namun keluarga terus memberikan dukungan dan kepercayaan agar ia mengikuti kejuaran itu dan ternyata mencetak prestasi.

Majiziya sebenarnya atlet angkat berat dan berhasil menjadi juara dan meraih gelar The Best Lifter Kerala. Prestasi itu luar biasa karena ia baru berlatih angkat berat setahun lebih.

Untuk bina raga, Majiziya juga mengaku tidak memiliki pengalaman. Ia sering meminta saran dan semangat kepada pelatihnya. Ia mengirim foto saat latihan bina raga kepada pelatih lewat WhatsApp.

Dengan memakai baju hitam dan hijab, tampilan fisik Majiziya mampu menarik perhatian wasit. Ia masuk final dan tampil menjadi juara bina raga.

Prestasi Majiziya bisa menjadi inspirasi muslimah untuk meraih prestasi. “Agama mewajibkan saya untuk berhijab dan saya tak mau  menentang agama. Saya yakin masih bisa mengikuti kejuaran powerlifting,” kata Mijiziya yang tengah menyelesaikan studi akhirnya sebagai mahasiswi fakultas kedokteran gigi.

Majiziya bercerita bahwa ia memang gemar olah raga. Pada awal kuliah ia mengikuti kegiatan lompat jauh. Namun pada tahun ketiga, ia memilih untuk bergabung dengan kelas tinju.

“Keluarga tidak keberatan saya berlatih tinju. Namun di daerah kami tidak punya pusat pelatihan khususnya untuk wanita. Ini membuat saya kesulitan untuk berlatih tinju,” ucap Majiziya.

Majiziya kemudian menemukan kelas tinju di Vadakara. Namun instruktur malah menyarankan ia untuk beralih ke olah raga angkat berat setelah melihat bakat Majiziya.

Baru dua minggu latihan, instruktur menyiapkan Majiziya untuk mengikuti kejuaran angkat berat “Kozhikode District Powerlifting Championship”.

“Ini kejutan buat saya. Orang-orang harus berlatih selama enam tahun untuk mengikuti kejuaraan, sementara saya hanya dua minggu,” katanya seperti dikutip dari thenewsminute.com.

Majiziya terus mengikuti berbagai kejuaran angkat berat baik di tingkat lokal maupun internasional. Ia mampu menempati urutan kedua di tingkat Asia dalam Asian Powerlifting Championship untuk kategori 370 kilogram.

Prestasi Majiziya membuat bangga warga Kozhikode, Karala. Pemerintah setempat mulai membangun pusat pelatihan untuk memfasilitasi wanita-wanita yang ingin bisa meriah prestasi seperti Majiziya. “Kini di Kozhikode sudah ada pusat pelatihan. Ini sangat membantu wanita-wanita di sini berlatih,” ucap Majiziya.  

Majiziya mengaku bersyukur masih bisa mengenakan hijab saat bertanding. Tak ada peraturan yang menghalanginya untuk tetap berhijab saat bertanding.

Artikel ini merupakan kiriman kontributor Setiawan Adiwijaya, Bogor.