WHAT'S ON
2017-10-04 13:21:00

Konsumsi Mineral Alami Saat Musim Pancaroba

BY SYARIFAH AULIA

SALIHA.ID - Memasuki musim penghujan tentu diantara kita pernah mengalami batuk, pilek yang disertai sakit di tenggorokan. Kondisi ini, sungguh membuat aktivitas kita  terganggu. Bukan hanya keluhan hidung tersumbat dan kepala pusing, semua tubuh rasanya enggan untuk digerakkan.

Perubahan cuaca ekstrim alias pancaroba memang kerap terjadi antara September-Oktober, di mana peralihan musim kemarau ke musim hujan menyebabkan penurunan daya tahan tubuh.

"Ketika musim hujan tiba, biasanya banyak orang yang rajin mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan diri terkait gejala batuk, pilek dan sakit tenggorokan. Banyak yang menganggap hal ini merupakan gejala panas dalam. Salah satu cara untuk meringankan gejala panas dalam yakni dengan banyak mengonsumsi cairan," ungkap dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid, dari Rumah Sakit Carolus Jakarta saat ditemui dalam diskusi Pancaroba Bersama Cap Kaki Tiga di Hongkong Cafe, Senin (2/4).

Mengonsumsi banyak cairan memang menjadi langkah jitu untuk mencegah sekaligus mengobati panas dalam. Larutan Cap Kaki Tiga merupakan minuman untuk mencegah panas dalam yang mengandung Gypsum Fibrosum yang berfungsi untuk mendinginkan tubuh, dan mineral Calcitum yang larut dalam air. "Sudah hampir 30 tahun, larutan Cap Kaki Tiga menemani keluarga Indonesia dalam mengatasi panas dalam. Mineral alami yang terkandung dalam Cap Kaki Tiga merupakan ramuan turun temurun khas Tiongkok," kata Yuna Eka Kristina, Selaku senior PR Manager PT. Kino Indonesia Tbk, saat ditemui dalam acara yang sama.

Selain itu, larutan ini juga berfungsi sebagai katalisator dan profaktor yang menghambat berbagai reaksi kimia dan metabolisme dalam tubuh termasuk mengaktifkan kembali fungsi kekebalan tubuh. Saat musim pancaroba tiba, tubuh kita memang mengalami penurunan sehingga dibutuhkan asupan pendamping untuk membantu serta meningkatkan imunitas tubuh. Serta melindungi tubuh dari serangan penyakit.

Nah, sebaiknya kita mengonsumsi larutan yang mengandung mineral alami ini sebanyak 2 liter per hari atau setara 8 gelas (250 ml). Oh iya, tubuh kita menerima cairan dalam jumlah banyak lo, jadi jangan khawatir tubuh akan mengalami aoverdosisi cairan ya. Kecuali, bagi pasien gagal ginjal dan gagal jantung. Kedua pasien ini, perlu memerhatikan batasan asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh. 

RECOMMENDED FOR YOU