WHAT'S ON
2018-02-08 16:16:00

Medina Zein, Jangan Takut Memulai Usaha Meski Tanpa Modal

BY DEE

SALIHA.ID - Di masa sekarang, banyak perempuan bermimpi untuk membangun usaha sendiri. Sebagian karena keinginan yang lahir dari batin, sebagian lagi melihat usaha sebagai cara untuk menambah pundi-pundi keuangan keluarga.

Melihat kecenderungan tersebut, Saliha mengangkat tema Creativity and Branding in Entrepeneurship dalam acara Community Gathering yang diselenggarakan di Hong Kong Cafe, Jakarta.

Dalam acara dengan dekorasi shabby chic dengan nuansa pastel pink dan putih, Saliha mengundang muslimah muda yang sukses sebagai pengusaha, Medina Zein.

Tampil anggun dengan hijab hitam dan blazer kuning gading, Medina Zein berbagi tips tentang membangun usaha di depan sedikitnya minimal 50 undangan yang hadir.

Lahir pada tanggal 23 Mei 1992, Medina Zein memulai bisnis dengan menjadi reseller berbagai produk melalui BBM. Ia menjual beragam produk, seperti tas dan produk kecantikan.

“Sebenarnya waktu kuliah jualannya ke teman-teman sendiri. Jualan sunblock dan sejenisnya.”  

Saat itu, ia hanya mendapatkan omset harian 500 ribu, dengan keuntungan bersih 100 ribu. Bahkan ia rela menyewa motor dan mobil hanya demi mengantarkan produk ke konsumen.

Meski pada awalnya, usaha Medina tidak didukung penuh oleh kedua orang tuanya, Media bersikeras untuk menjalankan usahanya. Perlahan tapi pasti, hasil kerja keras Medina mulai menuai hasil. Ia pernah mendapatkan omset harian tertinggi hingga 5 juta rupiah.

Dari hasil tersebut, Medina mengunakannya untuk membangun klinik kecantikan sendiri.

Meski kuliah di jurusan kebidanan, Medina justru merasa passion-nya adalah dunia kecantikan. Ia memiliki alasan tersendiri untuk itu.

"Awalnya pengen banget mengedukasi wanita Indonesia supaya lebih hati-hati memilih produk dalam jangka panjang. karena waktu itu booming banget produk yang mengandung mercuri."

Ditanya tentang keamanan produknya, Medina meyakinkan bahwa sebagai pengusaha kita tidak bermain-main. “Saat kita dari awal sudah menjual produk sudah aman, kita tidak perlu khawatir.”

Membahas tentang peluang usaha saat ini, Medina merasa bahwa saat ini peluang lebih terbuka lebar.

"Sebenarnya saat ini peluang usaha banyak banget. Untuk promo segala macam bisa pakai internet. Dulu lebih sulit. Sekarang paid promo, paid endorse. Dulu, ngasih barang aja sudah cukup. Semakin lama semakin banyak kemudahan. Bahkan anak muda SMA sudah punya usaha."

Bagi perempuan muda yang ingin memulai usaha, Medina mengatakan bahwa mereka tidak perlu khawatir jika tidak memiliki modal.

"Aku jadi reseller dulu. Lambat laun ngumpulin dana, terus baru membuat produk sendiri."

Ia menambahkan bahwa yang penting seorang pengusaha itu memiliki passion.

"Saya bisa kayak gini berawal dari mimpi. Kalau kita tidak punya cita-cita, kita nggak akan bisa jalan. Untuk masalah modal, itu bukan masalah. Karena ada orang punya modal juga nggak memiliki pemikiran untuk memutar modalnya. Kita bisa cari investor, kita bisa franchise, kita bisa reseller.”

Medina justru menekankan bahayanya berbisnis tanpa tujuan yang jelas.

“Jangan sampai kita asal-asalan, nggak ngerti passion-nya apa. Itu nggak bisa jalan. Kalau kita punya modal tapi nggak tahu mau bisnis apa, untuk memperminim risiko, lebih baik franchise aja."

Karena itulah, Medina tidak ingin terlalu cepat dalam ekspansi. Ia lebih suka mengembangkan yang ada. Terutama karena di bulan Desember 2017, ia baru saja mendapat musibah.

"Aku nggak mau kebanyakan ekspansi. Bulan Desember kemarin aku mendapat musibah. Ada orang dalam yang memanfaatkan jabatannya. Sejak itu, aku belajar untuk lebih selektif memilih karyawan."

Dulu Medina bermimpi kalau sukses di dunia kecantikan, ia akan membangun pesantren. Namun belum itu terlaksana, ia melakukan umroh. Di sana, ia terpikir untuk membuat tour and travel. Ia mempercayakan pengelolaannya pada orang. Ia merasa tidak mengambil untung dari situ, memberikan hasilnya untuk keluarga dan karyawan. Namun, sayangnya, kepercayaan ini justru disalahgunakan.

Saat ditanya bagaimana Medina mengatasi masalahnya, ia memberikan masukan agar, “Jangan mudah percaya pada orang. Bisnis ibadah berarti bukan berarti mudah percaya pada orang. Tetap dikontrol dan diawasi."

Tentu tidaklah mudah bagi seorang pengusaha yang telah tertimpa masalah besar untuk bangkit kembali. Namun Medina memilih untuk melihat sisi positif dari sebuah masalah yang datang.

"Up and down dalam usaha itu biasa ya. Yang susah bukan memulai tapi mempertahankan. Saat ini aku masih dalam tahap mempertahankan. Ini membuat aku semakin kuat dan solid dengan tim. Semakin ada banyak permasalahan, semakin bisa solid. Kita harus siap dengan segala risiko, bukan pebisnis namanya,” kata Medina menutup perbincangan di sore yang lembut di Hong Kong Café.

Medina Zein berfoto bersama peserta Community Gathering Saliha.

 

RECOMMENDED FOR YOU