WHAT'S ON
2018-04-24 19:38:00

BBM Plus: Semangat Bersihkan Musholla Sembari Bersihkan Tato

BY DEE

SALIHA.ID - Ada sesuatu yang berbeda di Musholla Taufiqurrohman, Pasar Tradisional Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di pagi yang mulai terik, dan aroma ikan yang berbaur dengan onggokan sampah di pinggir jalan, sejumlah orang mulai berkumpul mengerumuni bangunan kecil yang tersembunyi di bagian belakang pasar. Namun, mereka tidak berkumpul

Tak ada tanda yang menunjukkan arah ke musholla tersebut. Bahkan, untuk mencapainya, kita harus melewati warung sempit dan deretan toilet. Hal tersebut seakan menegaskan pendapat bahwa fasilitas mushola seringkali ditempatkan di sudut yang tersembunyi. Tak mudah mencarinya, kecuali kita benar-benar mencari dan rajin bertanya.

Kondisi musholla sebelum BBM Plus

Saat Saliha mengunjungi musholla pasar tersebut, terlihat bahwa bangunan sederhana itu memang tidak terlalu terawat. Belum lagi tempat wudhlu yang dipenuhi oleh lumut.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Kawan Baik dan para relawan yang mulai berkumpul di sabtu pagi itu. Yang lebih spesial lagi, terdapat tiga peserta Hijrah Bersih Tato yang telah datang dari pagi.  Mereka datang, salah satunya karena syarat untuk mengikuti treatment menghapus tato adalah dengan membersihkan musholla terlebih dahulu. Tentu saja hal ini tidak disia-siakan oleh para peserta yang memang memiliki keinginan untuk menghapus tato di tubuh mereka. Tidak hanya laki-laki, terdapat peserta dari kaum hawa pula. 

Dewi Annisa Fitri, 21, misalnya, merupakan salah satu peserta perempuan yang berasal dari Bekasi. Ia menceritakan bahwa awalnya, ia memiliki tato karena ikut-ikutan teman. Saat itu ia masih duduk di kelas 6 SD. Ia mengakui bahwa perceraian di dalam keluarganya adalah salah satu alasan mengapa ia melakukan hal tersebut. Namun sekarang, ia tak lagi menyalahkan kondisi keluarganya. Apapun tindakannya, itu adalah tanggung jawabnya sendiri. 

Mengenai reaksi keluarga, Dewi yang memiliki 2 tato di depan dan di belakang ini mengatakan bahwa ibunya kecewa meski tersenyum. Karena itu, ia ingin menghapus tatonya. 

"Saya ingin banget menghapus rasa kecewa mama. Saya nggak ingin mama terus-terusan memikirkan saya karena dianggap saya anak bandel, berandalan lah. Dan mama saya tidak gagal dalam mendidik anak. Karena tato ini saya bisa menjadi dewasa ini seperti ini.”

Tak heran saat mulai bekerja dan Dewi ingin memberikan uangnya kepada ibunya, sang bunda justru berujar, "Udah uangnya dikumpulin aja buat hapus tato. Yang penting Dewi bisa lebih baik dan lebih baik lagi.”

Karena itulah pekerja outsourcing di salah satu perusahaan kosmetik di Bekasi ini mengaku memilih program yang didukung oleh Bazis Jakarta karena syaratnya yang relatif lebih ringan. Ia mengaku senang dan bersemangat untuk mengikuti program Bersih-Bersih Mushola. Sejauh ini, ia sudah mendapatkan dua kali treatment untuk menghapus tato.

Saat ditanya apakah sakit saat menghapus tato, Dewi mengatakan bahwa ia merasakan sakit yang lebih kuat saat membuat tato. Apalagi saat membuat tato, ia hanya menggunakan jasa pembuat tato di kampung yang peralatannya kurang memadai.

Evita, 21, peserta Hijrah Bersih Tato yang datang lebih siang, mengatakan bahwa tato yang ia miliki berawal dari pergaulannya di tempat kos-kosan. Saat itu teman-temannya membujuk untuk membuat tato. Meski awalnya menolak, akhirnya ia terbujuk juga. Ia mengakui bahwa saat itu ia tidak dalam keadaan sadar karena di bawah pengaruh alkohol.

Sekarang ia ingin menghapus tato karena merasa ada beban. Terlebih, ia sempat bersitegang dengan kedua orangtuanya.

“Sama mama dan papa sempat nggak dianggap,” kata perempuan yang sekarang mengenakan cadar. Dua bulan setelah ditato, orang tuanya mengetahui bahwa ia telah mentato tubuhnya  “Sudah nggak perlu pulang lagi,” kata Evita menirukan perkataan orangtuanya waktu itu. Evita akhirnya emilih pergi lagi dan ngekos lagi. Namun akhirnya ia memutuskan untuk pulang dan minta maaf. 

Ia memutuskan untuk menghapus tatonya karena, “dari mandi aja nggak bersih, apalagi salat aku.”  Tadinya ia sempat mencari-cari usaha menghapus tato, seperti disetrika, tetapi hasilnya jelek dan menimbulkan luka. Ia kemudian mendapatkan informasi tentang BBM plus.

Di kesempatan ini, Evita datang bersama sahabat-sahabatnya yang turut datang sebagai relawan. Meski pakaiannya terkena cat hijau, mereka tetap bersemangat untuk mengecat dinding musholla. Hingga sore, acara BBM plus ini berlangsung. Ada kebahagiaan tersendiri saat melihat kondisi musholla yang kini telah lebih bersih, memiliki mukena baru dan tempat wudhlu yang lebih bersih dan terawat. 

Ruang perempuan yang telah dicat baru dan memiliki mukena baru

 

RECOMMENDED FOR YOU