WHAT'S ON
2017-12-06 19:33:00

Amartha : Alternatif Investasi Sekaligus Pemberdayaan Perempuan

BY MEDIA SARI

SALIHA.ID - Zaman sekarang, sudah bukan hal yang aneh melihat perempuan bekerja atau menjadi tulang punggung keluarga. Banyak perempuan telah membuktikan bahwa dirinya bisa berdaya dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Salah satunya adalah Enah pedagang bakso di Pasar Ciseeng, Kabupaten Bogor. 

Meski hanya memiliki ijazah sekolah dasar, Enah tidak patah semangat untuk terus memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya. "Saya hanya lulusan SD tapi saya ingin anak-anak terus sekolah. Saya ingin mereka sukses," ungkap perempuan 35 tahun tersebut. 

Tekad Enah membuatnya giat berdagang aneka makanan dibantu oleh suami dan anak-anaknya. Berawal dari pinjaman modal sebesar 500 ribu dari Amartha, sebuah perusahaan fintech peer to peer lending yang menghubungkan pengusaha mikro dengan pemodal secara online, kini usaha Enah memiliki omset 5 juta setiap minggunya. Melalui usaha ini pula, Enah terus berupaya merangkul saudara-saudaranya yang masih menganggur.

BACA JUGA: Ajak anak kenali uang dengan bermain 

Kisah Enah, merupakan bukti nyata jika kita memberdayakan perempuan, maka orang-orang di sekitarnya pun ikut berdaya. "Data membuktikan bahwa  perempuan lebih reliable untuk diberikan pinjaman daripada pria. Kedua jika kita memberdayakan ibu-ibu, snowballing effectnya luar biasa besar. Suami, anak dan orang-orang disekitarnya juga ikut berdaya," jelas Fadilla Tourizqua Zain, selaku VP Growth Amartha. 

Sebagai lembaga keuangan, Amartha tak hanya memberikan pinjaman modal tapi juga memberikan pendampingan untuk para pengusaha kecil.

"Kami menggunakan metode grup lending di mana seminggu sekali setiap anggota diharuskan hadir dalam sebuah majelis yang disebut LWK atau Latihan Wajib Kelompok. Di sini mereka akan diberi finansial literasi yang modulnya dari OJK dan BI tapi bahasanya kami sesuaikan ke bahasa ibu-ibu. Selain itu, kami juga memberikan pendampingan untuk usaha atau bisnis yang sedang mereka kerjakan," ujar Fadhilla.

Lebih lanjut Fadhilla menambahkan meski tidak berlabel syariah tapi Amartha berusaha menerapkan sistem syariah.

"Kami menggunakan akad murabahah dan sistem bagi hasil. Kami juga memastikan para peminjam menggunakan uangnya untuk tujuan produktif. Misalnya seseorang berniat meminjam uang untuk membeli pakan ikan cupang. Nah, kelompoknya itu harus memastikan bahwa si peminjam benar-benar menggunakan uangnya untuk membeli pakan tersebut. Jika bisnis ikannya mati dan si peminjam tidak bisa mengembalikan uang pinjaman, maka kerugian tersebut akan ditanggung renteng oleh setiap anggota kelompok. Itu bagian dari penerapan sistem syariah kan," ucapnya menekankan.

Menariknya, Amartha memberikan keuntungan lebih tinggi daripada deposito bagi investor.

"Dengan uang sebesar 1-3 juta kita bisa mulai berinvestasi dengan memberikan modal kepada ibu-ibu pengusaha tersebut. Pada saat yang sama mereka bisa memberikan return investment sebesar 15% per tahun, flat. Angka ini lebih besar daripada deposito yang hanya 7-8% per tahun".

Bagaimana, tertarik berinvestasi lewat Amartha?