WHAT'S ON
foto: shutterstock.com
2018-02-13 13:34:00

Dalilah Muhammad, Muslimah Pelari Peraih Emas Olimpiade

BY DEE

SALIHA.ID - Saat orang berbicara tentang muslimah Amerika Serikat muda yang berprestasi orang seringkali bicara tentang Halimah Aden, sang supermodel, atau Ibtihaj Muhammad, atlet angggar.

Namun tidak banyak orang yang tahu bahwa Dalilah Muhammad, merupakan seorang muslimah. Padahal prestasi Dalilah tidak main-main, yaitu menjadi perempuan pertama Amerika Serikat yang meraih emas dari cabang lari gawang 400m di Olimpiade Rio, Brazil, pada tahun 2016.

Kenapa demikian, ya?

Lahir dan besar di Queens, pada usia 4 tahun, bakatnya di bidang atlet tertangkap oleh NY Novas Track Club. Mereka melihat lompatan jauh yang dibuat oleh Dalilah dan ingin Dalilah bergabung dengan club. Namun ibunya, Nadirah, keberatan karena khawatir Dalilah akan terluka. Untungnya, pelatih mampu meyakinkan bahwa Dalilah akan hebat dalam lari gawang. 

Meski sudah bergabung dalam klub,  Dalilah baru berpikir serius tentang olimpiade saat duduk di bangku SMA. Ia terus berlatih atletik secara serius dan ternyata menyukainya. 

"Saya mulai berlari gawang 400m," tutur Dalilah pada Teen Vogue. "Saya kemudian mulai berpikir, 'sejauh mana saya bisa lebih baik? Kemudian saya menyadari bahwa saya ingin mengikuti olimpiade.'"

Karir Dalilah dalam dunia lari gawang dimulai dengan berlari untuk Universitas Southern California. Pada tahun 2007, ia memenangkan medali emas pada World Youth Championships di Ostrava, Republik Ceko. Dua tahun kemudian, ia mendapatkan perak pada Pan Am Jr Championships di Port of Spain, Trinidad dan Tobago. Di Olimpiade Rio, Brazil, pada tahun 2016, Dalilah berada di puncak karir dengan meraih medali emas pada lari gawang 400m.

Karena ia tidak mengenakan hijab, hanya sedikit wartawan maupun fans yang mengetahui bahwa Dalilah adalah seorang muslim.  Padahal, sebenarnya bagi Dalilah, Islam merupakan salah satu kunci penentu kesuksesannya di samping disiplin dan bakat.

"Seorang muslim adalah orang yang berusaha untuk menjadi yang terbaik. Medali olimpiade saya merupakan simbol kebulatan tekad tersebut," tuturnya kepada Teen Vogue.

Ayah Dalilah, Aski Muhammad, yang merupakan imam masjid setempat, mengamini kata-kata putrinya. 

"Banyak orang tidak sadar betapa besar usaha yang harus dilakukan untuk menghasilkan atlet olimpiade," katanya pada NY1. 

Dalilah juga menyadari bahwa muncul banyak pertanyaan mengapa meski ia seorang muslimah, ia tidak mengenakan jilbab. Ia mengakui bahwa lingkungan juga memengaruhi keputusannya untuk tidak mengenakan jilbab. Di Amerika Serikat, pakaian merupakan pilihan individu. Komunitas muslim yang ada di sekitarnya juga tidak pernah mempermasalahkan pilihan pakaiannya. 

"Dari apa yang saya yakini, yang paling penting adalah meyakini keberadaan Tuhan dan itu dapat dilakukan dengan atau tanpa hijab. Adalah pilihan saya untuk tidak mengenakan hijab."

Meski demikian, Dalilah peduli pada dunia Islam. Ia mengakui bahwa kebijakan Trump membuatnya khawatir. Bahkan ketika ia bepergian ke luar negeri, ia khawatir nama belakangnya akan mempersulitnya untuk bergerak. Dalilah juga berharap apa yang ia lakukan dapat mendorong lebih banyak muslimah untuk tampil di panggung olahraga dunia. 

"Saya berharap melihat lebih banyak atlet muslim di dunia olahraga. Saya berharap dapat mematahkan stereotip tentang bagaimana perempuan muslim seharusnya."

Pada tanggal 29 April 2018 mendatang, Saliha akan menyelenggarakan event berlari Hijaberlari 29 April 2018. Sahabat dapat mengikuti lomba lari 5K, 10K atau family fun run. Untuk informasi dan pertanyaan silakan hubungi Zahra di 0812 8002 7171 atau hijaberlari@saliha.id.

Untuk pendaftaran langsung, kunjungi: Saliha.id/hijaberlari

RECOMMENDED FOR YOU