WHAT'S ON
2017-10-12 19:00:00

Zahra Lari, Atlet Muslimah Berhijab di atas Panggung Es

BY DEE

SALIHA.ID - Uni Emirat Arab sepertinya bukanlah tempat yang ideal untuk melahirkan atlet seluncur indah atau figure skating. Dengan iklim gurun bersuhu sedikitnya 40°C, rasanya sulit atau bahkan tidak mungkin untuk menghadirkan musim dingin yang dibutuhkan untuk latihan seluncur es.
 
Namun hal ini tidak menghalangi mimpi Zahra Lari, seorang muslimah berjilbab, untuk berlatih seluncur indah. Ia bahkan memiliki impian yang lebih tinggi, berpartisipasi dalam olimpiade musim dingin.
 
Zahra mengenal seluncur indah saat ia berusia 12 tahun. Saat itu, ia menyaksikan film Ice Princess. Zahra muda langsung jatuh cinta pada dunia seluncur. Ia menyukai seluncur es yang merupakan gabungan antara seni dan olahraga. Sejak saat itulah ia mulai berlatih secara intensif. Ia mengunjungi ice rink seminggu sekali pada hari Kamis karena itulah hari khusus untuk perempuan.

Sumber: IG zahralari


“Saya mencintai semua hal tentang seluncur es,” tuturnya kepada The National. “Saat saya meluncur di atas es, rasanya saya mampu melupakan segalanya. Hanya ada saya dan es.”
 
Meski demikian, tidaklah mudah bagi Zahra untuk mengear mimpinya. Ibu yang selalu mendampinginya berlatih tidak mempermasalahkan keinginan Zahra untuk serius menjadi atlet seluncur indah. Namun tidak demikian dengan ayahnya. Dibutuhkan waktu dan bukti ketekadan hati untuk mendapatkan persetujuan sang ayah.

Seusai mendapatkan izin pun, Zahra masih harus berjuang memadukan latihan dengan kuliah. Gadis berusia 22 tahun ini harus berlatih dari jam 5.30 hingga 7.30 pagi, masuk kuliah, dan kemudian kembali berlatih dari jam 12.30 hingga 14.00. Zahra kemudian kembali ke kampus dan berlatih lagi di malam hari antara jam 18.00 hingga 21.00.

BACA JUGA:

Raisa Ida, pebasket berhijab yang perjuangkan haknya di arena 

Selain berlatih di atas es, Zahra juga berlatih balet, menari, senam, angkat besi, dan bahkan juga tinju.

Latihan ini terkadang terasa berat bagi Zahra, namun ia harus melakukan ini demi mempersiapkan diri pada Olimpiade 2022 di Beijing.

Tantangan lain yang dihadapi Zahra adalah masalah pengurangan nilai pada kompetisi karena mengenakan hijab.

“Mereka (para juri) tidak pernah melihat peseluncur dengan hijab sebelumnya. Namun setelah beberapa pertemuan, saya dengan bangga berkata bahwa perempuan berhijab bisa bebas berseluncur tanpa rasa takut,” katanya seperti dikutip oleh emirateswoman.com.

Zahra Lari dalam salah satu penampilannya. Sumber: IG zahralari

Namun tantangan terbesar bagi Zahra adalah untuk membuat orang memahami bahwa seluncur indah bukanlah sekadar menari tetapi juga cabang olahraga Olimpiade. 

“Secara budaya, orang tidak menyetujui penampilan saya karena harus tampil di depan penonton yang ada laki-lakinya. Tetapi sekarang orang lebih memahami dan saya mendapatkan banyak dukungan dari dalam dan luar negeri,” katanya melalui wawancara dengan The Gulf.
 
Meski belum berhasil dalam babak kualifikasi Olimpiade Musim Dingin di Oberstdorf, Jerman dan gagal menjadi atlet pertama yang tampil di Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea Selatan, hal ini tidaklah mematikan semangat Zahra.

BACA JUGA:

Alinka Hadrianti, atlet balap muslimah di Intersport World Stage 2017

Zahra telah menjadi inspirasi bagi generasi muslim muda untuk mengikuti jejaknya. Salah satu model Nike ini juga diharapkan dapat mendorong perempuan muslim untuk berani mengejar mimpi dan menjadi apa yang mereka inginkan.
 
“Aku berharap pada semua perempuan muda untuk menemukan passion mereka. Jangan biarkan halangan kecil terlihat seperti gunung. Berjuanglah untuk menjadi lebih baik dan tidak mencari perbedaan melainkan persamaan. Inilah harapanku.”
 
Ingin tahu seperti apa penampilan Zahra di atas es? Yuk simak penampilannya pada video berikut ini.

RECOMMENDED FOR YOU