WHAT'S ON
Freepik.com
2017-10-25 17:52:00

Benarkah Ada Whiskey Halal? Ini Penjelasannya

BY DEE

SALIHA.IDMedia sosial dihebohkan dengan beredarnya foto minuman keras whiskey berlabel halal. Di dalam foto tersebut tercantum tulisan halal dan tambahan caption seakan-akan pemerintah memberikan label halal pada minuman keras tersebut.

Menanggapi hal tersebut, MUI segera mengeluarkan press release untuk memastikan bahwa berita tersebut adalah hoax dan bentuk fitnah kepada kementerian agama dan Majelis Ulama Indonesia, karena yang berwenang menetapkan fatwa kehalalan sebuah produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika adalah MUI.

Menurut edaran MUI atas nama Zainut Tahuid Sa’adi, wakil ketua umum MUI, label halal yang dicantumkan dalam produk minuman tersebut palsu.

Crystal Whiskey mengklaim telah halal dengan 0.00% alkohol, namun produk ini belum beredar di Indonesia dan tidak mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI.

Perusahaan produk minuman tersebut tidak pernah mendaftarkan proses sertifikasinya ke LPPOM MUI untuk diperiksa dan diaudit kehalalan produknya, sehingga produk minuman tersebut berhak mendapatkan sertifikat halal dan berhak mencantumkan label halal pada produknya.

BACA JUGA:

Wadah plastik halal pertama untuk konsumen Indonesia

Santap camilan impor lebih tenang dengan label halal resmi 

LPPOM-MUI yang sampai sekarang  masih memiliki kewenangan untuk menangani proses sertifikasi halal sebelum berfungsinya BPJPH, memastikan bahwa tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal kepada produk minuman tersebut dan tidak pernah mengeluarkan label 'halal' sebagaimana tercantum pada produk minuman tersebut.

Meski berita tersebut adalah hoax, benarkah di dunia ini ada minuman keras yang berlabel halal?

Dilansir dari Indian Wine Academy, paten wine tanpa alkohol sebenarnya telah ada sejak tahun 1908. Meskipun demikian, istilah wine halal baru dikenal akhir-akhir ini. Namun perlu dicatat bahwa meski telah dihilangkan, unsur alkoholnya tetap ada sekitar 0,5%.

Dalam perkembangannya, muncul beberapa perusahaan yang mengklaim dapat membuat beragam versi minuman keras dengan 0.0% alkohol dan mengantongi sertifikasi halal dari negara setempat. Minuman ini diperuntukkan bagi mereka yang mengalami masalah medis, mengatasi kecanduan alkohol, hamil, berada dalam situasi sosial yang menuntut untuk minum atau tidak diizinkan menurut agama.

Perusahaan pembuat wine akan menggunakan proses yang dikenal dengan nama vacuum distillation pada suhu rendah. Teknik ini dianggap dapat meminimalkan hilangnya rasa asli wine. Proses penghilangan alkohol dilakukan sebelum pembotolan sehingga rasanya tetap sama, hanya tidak lagi mengandung alkohol.

Dari hasil penelusuran Saliha di internet, terdapat beberapa brand luar negeri yang membuat produk whiskey dan wine dengan label alcohol-free. Sebagai contoh, ada ArKay, sebuah produk dari perusahaan Scottish Spirits Ltd dari Florida, Amerika Serikat, mengklaim dirinya sebagai produsen whiskey pertama di dunia yang bebas alkohol. ArKay juga sudah mengantongi label halal dari The Islamic Food & Nutrition Council of Amerika. 

Meski demikian, orang-orang yang telah mencoba whiskey ini tidak terlalu menyukainya. Delapan taster dari Huffington Post menyatakan baunya mengingatkan pada pembersih sepatu sementara rasanya ingin membuat muntah. 

Selain Arkay, ada juga Lussory buatan Dismark Products dari Spanyol. Dijual untuk pasar timur tengah seperti Dubai, Uni Emirat Arab, Lussory memiliki teknik dari Jerman yang mampu menghilangkan unsur alkohol dari wine mereka. Di situsnya, Lussory mengklaim telah mendapatkan sertifikat halal.

Emerald Beverage, produsen dari merk Crystal Whiskey yang dimuat dalam foto hoax tersebut, memang mencantumkan label halal pada produk mereka seperti dimuat di situsnya. Meski tidak diketahui secara jelas, apakah klaim tersebut berasal dari perusahaan ataukah memang benar sudah mendapatkan sertifikasi halal dari negara setempat. 

Sejauh ini, merk-merk tersebut belum beredar di Indonesia, apalagi mendapatkan label halal dari MUI. Namun ada juga Espora, wine yang telah mendapatkan sertifikat halal dari Jakim (Jabatan Kemajuan Islam), Malaysia. Espora dapat diperoleh di beberapa toko online Indonesia. 

Tentu saja pilihan untuk mengkonsumsi minuman tersebut atau tidak kembali kepada Sahabat. Namun, jangan sampai mudah termakan kabar burung, ya.

RECOMMENDED FOR YOU